#DigitalLife: Oh Gini Rasanya Jadi Digital Consultant

#DigitalLife: Oh Gini Rasanya Jadi Digital Consultant

Tak banyak orang yang berani setelah resign lalu membuka usaha sendiri, selain tak pasti, juga ribet. Iya atau iya? Ada beberapa alasan kenapa orang ingin membuka usaha sendiri.

  • Nggak suka diatur bos
  • Punya penghasilan lebih banyak
  • Lebih suka bekerja sendiri
  • Waktu luang lebih banyak

Berbagai macam alasan untuk membuka usaha sendiri. Apa pun alasannya kalau kamu membuka usaha dari digital, adalah keputusan yang tepat. Selain tak membutuhkan modal besar dan biaya maintenancenya minim.

Kalau saat bekerja, ya gunakan untuk belajar. Seperti aku, sebelumnya bekerja di perusahaan startup di bidang clothing.

Aku banyak belajar walau sebentar. Dan aku manfaatkan momentum itu. Karena 80% job decs pekerjaanku ada di digital.

Ketika ada teman di kelas bertanya, “mana dik gue kepengen liat kerjaan lu.”, “ya ini” sambil menunjukkan salah satu hasil kerjaku. Yang ku tunjukkan adalah tulisan di media yang ku kelola.

Intinya mereka tak benar benar tau apa yang sebenernya aku kerjakan. Tapi apa yang aku kerjakan berdampak bagi perusahaan. Bila ada yang tak ku lakukan, ekosistem digital perusahaan ku goyang :D.

Jadi, apa alasan mu untuk resign? Dan apa alasanmu untuk membangun usaha di digital?

Setahun Membangun Usaha Rintisan

Tepat bulan September setahun lalu aku menulis cerita awal membangun digital agency bersama DomaiNesia. Kali ini aku kembali menulis tentang cerita betapa asiknya menjalani profesi di era digital.

Baca: Digital Agency-ku Berkreasi bersama Domainesia

Saat itu inti bisnisnya agency, sekarang setelah berdiskusi dengan partner. Aku memutuskan untuk menjadikan inti bisnis ini consultant.

Siapa yang tau, kalau semua ini benar benar di luar rencana dan dilakukan tanpa sengaja. Aku buat saja website dari domain dan hosting DomaiNesia. Ya, aku mendapatkan gratis.

Saat itu aku masih bekerja, karena aku berpikir nggak akan lama bekerja, selain aku masih kuliah. Aku ingin memiliki usaha sendiri. Walau risikonya cukup besar. Tapi aku bisa banyak belajar.

Bisa dibilang DomaiNesia ini jadi saksi kalau aku punya usaha di digital. Dengan modal pengalaman bekerja di perusahaan startup, domain dan hosting dari DomaiNesia. Aku memberanikan diri. Mantul, mantap betul.

Salah satu alasan aku ingin mendirikan ini adalah aku ingin mengatur sendiri, tak suka diatur oleh atasan dan aku mesti dengan konsekuensinya, yakni disiplin.

Alasan lainnya, aku ingin meningkatkan penghasilan. Alhamdulillah sekarang sudah mulai terasa peningkatan dari gaji yang ku terima saat bekerja. Walau tak berbeda besar, tapi aku bisa menggaji tim.

Aku tak malu kalau saat ini Kadika Digital Consultant memiliki 1 orang tim inti dan 2 orang freelance. Betapa senangnya aku bisa memberikan peluang kepada mahasiswa untuk menjadi freelance. Puas banget pokoknya.

Semua Berawal dari Digital

Kalau kamu mau punya usaha, mulailah dari digital. Selain modal awal tak banyak, kamu bisa lebih banyak belajar.

Toh sudah eranya. Kecuali kamu jualan baju, lalu ingin membuat official store-nya, itu nggak masalah. Asal omzet penghasilan sudah bisa menutupi biaya sewa.

Mulailah dari freelance. Kamu bisa baca postingan ku tentang sharing pengalaman ku menjadi freelance sebelum benar benar aku memiliki tim. Coba saja googling Cara membuat blog profesional sebagai langkah awal jadi Freelance.

Membangun Website = Kantor Digital

Tak banyak orang menyadari kalau membuat website itu sama pentingnya memiliki kantor. Bedanya website ini kantor berbentuk digital alias tak bisa disentuh, melainkan bisa dilihat.

Dampak kehadiran website bagi usaha kamu sangatlah signifikan. Logika sederhananya, kalau kamu jual jasa yang berkaitan dengan digital (jasa socmed marketing, content writing, dsb) tapi ketika orang lain mencari nama brand kamu di google. Ternyata nggak ada, bagaimana orang mau percaya?

Itulah mengapa kepercayaan seseorang bisa menurun kalau usaha kamu belum punya website. Di zaman sekarang Cara membuat website mudah banget kok.

Apalagi di DomaiNesia, tinggal masukkan saja username dan password yang diinginkan, lalu selesaikan pembayaran. Setelah hosting aktif, website kamu otomatis langsung aktif!

Namanya instant deploy. Aku sudah bahas panjang lebar kelebihan domainesia dan kenapa mesti di domainesia di postinganku.

tempo hari berkunjung ke salah satu client untuk menyelesaikan project.

Oh Gini Rasanya Menjadi Digital Consultant

Merasa tertantang itu ketika ada jadwal meeting dengan client untuk evaluasi bulanan, bertepatan hari itu sedang ada project dengan client lain. Mantul, mantap betul.

Konsultan kami juga yang mengerjakan projeknya. Kalau hasil diagnosa kami ternyata kami nggak memiliki layanan tersebut, barulah kami merekrut orang atau mencari pengganti yang pas.

Bukan apa-apa, kalau salah orang yang menangani nama baik kami taruhannya. Ya, karena clientku yang sudah lama kenal dari komunitas dan orang bertemu di seminar.

Aku menyukai pekerjaan ini. Walau ada hecticnya, magernya, pusingnya, yang jelas segala konsekuensinya aku terima dan aku seneng.

Menjadi digital consultant seperti sekarang ini, aku bisa mengatur apa yang hendak dikerjakan. Beda ketiika aku masih bekerja. Nggak ngertiin banget. Haha. Kalau meeting hari itu ya, mesti banget bisa.

Kalau sekarang? Aku bisa negosiasi terkait waktu. Karena prioritasku, keluarga dan kuliah. Nggak bisa mendadak banget kalau ada janji ketemu.

Yang jelas saat menjadi Digital Consultant ini. Aku semakin yakin akan value yang ku berikan kepada client. Juga menjadi tantangan tersendiri untukku, apalagi aku masih kuliah.

Tetap saja ada hal yang harus ku fokuskan untuk mengerjakan tugas, laporan Praktik Kerja Lapangan(PKL) dan lain sebagainya.

Begitulah serba serbi rasanya menjadi Digital Consultant.

Bukan aku kalau tak terbuka, ya, aku akan cerita apa saja yang sering aku gunakan dalam bekerja.

Dan value apa saja yang menjadi client ku tetap merasakan kinerja terbaik dari kami.

Tools dan Apps yang Sering Aku Gunakan.

#1. Trello

Trello ini tools untuk produktivitas berbasis web dan aplikasi. Aku bisa akses lewat laptop dan gadget ku.

Trello ini berfungsi untuk mengontrol pekerjaan, sejauh mana progress client. Dan aku juga bisa mengetahui kapan saja tim ku mulai bekerja dan menyelesaikan job decsnya.

Aku dapatkan pembelajaran ini ketika aku bekerja di startup. Karena aku tak ada kewajiban untuk ke kantor. Alhamdulillah client ku ada yang pakai trello. Jadi pekerjaanku bisa langsung terpantau.

Paling kalau ke kantor untuk evaluasi bulanan. Menyampaikan report. Itu beguna untuk meningkatkan bila belum tercapai dan bila tercapai bagaimana mengulangnya kembali.

#2. Google Docs

Ada pekerjaan dari client untuk menjadi Content Editor. Ini pekerjaan rutin yang ku lakukan setiap hari. Setiap pagi. Sebelum memulai pekerjaan lain, aku pastikan konten sudah selesai diedit.

Terkadang aku tak membawa laptop karena ada keperluan, tapi aku tetap bisa mengedit tulisan melalui aplikasi google docs lewat gadgetku.

#3. Google Drive

Hampir semua berkas diunggah ke cloud, selain bisa diakses dimana saja dan nggak ribet mesti cek email. Karena ini rutin setiap hari.

Aku hanya perlu mengecek folder khusus, apakah file konten sudah diunggah atau belum. Dan aku segera memilih konten agar segera dibuatkan keyvisualnya.

#4. PowerPoint

Aplikasi ini yang paling berpengaruh dalam pekerjaanku. Karena keterbatasan tim. Maka aku sendirilah yang mendesain. Itung-itung latihan. Malu dong kalau anak advertising nggak bisa desain.

Tools yang kebanyakan orang tahu untuk presentasi saja. Aku gunakan untuk membuat mulai dari rate card, video promosi, flyer, hingga video resume.

Semakin terbaru versinya, semakin canggih. Termasuk membuat slide report bulanan, aku gunakan sesimple mungkin agar pesannya diterima dan mudah dipahami.

By the way, desain yang ada foto aku itu menggunakan powerpoint 365 alias ori. Haha. Bangga dong pakai ori.

#5. Google Hangout

Keterbatasan waktu dan lamanya perjalanan ke menuju kantor client. Terkadang aku minta untuk bercakap lewat google hangout.

Selain bisa banyak orang, juga aku bisa menampilkan slide presentasi atau layar laptopku.

Jadi enak banget kalau aku presentasi lewat google hangout, tinggal screenshare lalu tertampillah slide presentasi kita.

Itulah yang menjadi alasan kenapa aku memilih google hangouts.

#6. Google Analytics

Ini aplikasi yang tak kalah penting, setiap hari aku pantau web client. Mulai dari jumlah realtime-nya, pengunjung perharinya, mereka aktif kapan aja. Digital Consultant mesti detail dan akurat. Karena analisisnya berkaitan aksi apa yang segera dilakukan.

Value yang ku berikan kepada Client

Sebelumnya aku mengatakan kalau akan membagikan cerita, value seperti apa saja yang kami anut dalam Kadika Digital Consultant ini.

Ada beberapa value yang kami pegang teguh dalam proses melayani client.

Komunikatif

Ini yang paling penting, apa pun yang terjadi kami komunikasikan dengan client kami. Kami menyampaikan apa adanya.

Transparan

Ini tak kalah penting, apapun yang kami gunakan untuk client, kami konsultasikan dulu.

Contoh riilnya, ketika client ingin membuat website. Kami menyapaikan sedetail mungkin dari harga, hingga hosting yang digunakan.

Kalau dulu perusahaan ku menggunakan provider hosting DomaiNesia. Sekarang client ku menggunakan Hosting murah di DomaiNesia.

Bisa dibilang domainesia itu transparan sekali untuk spesifikasi hosting. Makanya aku percaya.

Integritas

Kami berusaha untuk tetap menjaga integritas (melakukan apa yang diucapkan dan sejalan yang dilakukan).

Rasa Memiliki

Ini juga tak kalah penting. Merasa memiliki. Dengan demikian kita memperlakukan client layaknya perusahaan sendiri.

Maksimalkan Coworking Space!

Kalau kamu mau merasakan serunya bekerja di era digital. Maksimalkan coworking space. Sederhananya kantor yang bisa dipakai bareng bareng. Tapi para pekerjanya seperti dirimu. Memiliki usaha sendiri, bisa disebut StartUP atau freelancer.

Ada yang sewa perbulan, perhari, dan perjam. Bervariasi kok untuk harganya. Sesuaikan dengan kantongmu.

Jadi, Keseruan seperti apa yang kamu dambakan? ^_^

Source Image: unsplash.com dan doc. pribadi.

6 Comments

  1. Agak kapok sih kerjasama dengan perusahaan lokal, servicenya agak mengecewakan, belum seprofesional yang dari luar. Tapi mungkin mereka makin ke sini semakin baik.

    Sukses terus yaaa karir digitalnyaa…

    1. Mba Rora belum move on 🤣😂
      Emang ada beberapa sih mba. Untuk tahap awal lokal cukup membantu.

      Makasih mba kunjungannya.

  2. Mantul Kadika! Salut banget sama orang yang berani resign dan melanjutkan bisnis sendiri. Cita-cita itu harus kuwujudkan dalam 5 tahun lagi. Amin. Terima kasih artikelnya sangat menginspirasi. Sukses buat lombanya. Kapan kita meet-up? 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.