7 Kesalahan Fatal Freelancer Pemula

7 Kesalahan Fatal Freelancer Pemula

Tak terasa sekarang aku sudah memasuki tingkat 4 alias semester 7. Kurang lebih satu tahun lagi menyelesaikan studi untuk resmi menjadi sarjana.

Saat ini aku kuliah di Advertising Universitas Muhammadiyah Tangerang. Tak terbayangkan oleh-ku kalau akhirnya aku akan menjadi seperti sekarang.

Salah satu hal yang tak pernah ku sangka, adalah bekerja di perusahaan event clothing terbesar di Indonesia. Lalu, mendapatkan beasiswa. Semua tak pernah terbayang oleh ku ketika awal masuk kuliah.

Aku terbiasa untuk menulis target apapun itu ketika mulai sesuatu. Aku masih ingat betul saat itu, Agustus 2015 aku menulis plan apa saja yang hendak aku capai selama 4 tahun menempuh studi di Universitas Muhammadiyah Tangerang.

Yang masih ku ingat, aku ingin menjadi Presiden Mahasiswa, IPK 3,9, Mahasiswa teladan dan berpenghasilan 10 juta/bulan. Sampai saat ini yang benar benar terwujud adalah mahasiswa teladan. Walau untuk IPK sedikit lagi aku mencapainya. Haha.

Bukan aku yang mengatakan itu, tapi dosen! WAW! Ketika aku bertemu salah seorang dosen. Tak banyak komentar langsung berkata “Wah, sekarang udah jadi Mahasiswa Teladan”.

Seperti apa Mahasiswa Teladan itu? Definisi sederhanaku, Yakni mahasiswa bisa mencontoh apa saja perbuatan baik ku agar bisa mendapatkan dampak untuk kehidupannya sendiri.

Aku bukan berbesar hati ketika ada teman ku bercerita kalau dosen A menceritakan siapa aku di hadapan mahasiswa lainnya. Semua tergantung niat, kamu mesti mengetahui niat di awal untuk mendapatkan apapun yang diinginkan.

 

Mulai Usaha Sedari Muda

Awalnya aku ingin kuliah di Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Bahkan aku mempersiapkan satu tahun sebelum SNMPTN.

Aku awali dengan berpikir “bagaimana aku bisa hidup di kota orang?”, “ya, salah satunya adalah wirausaha”, suara dari dalam. Karena aku pikir yang bisa aku lakukan, adalah menerapkan kewirausahaan sejak awal kuliah.

Tapiiiiiiiiii…,

Masalahnya adalah aku tak tahu harus mulai dari mana untuk membuka usaha saat di awal kuliah. Bertemulah buku Studentpreneur Guidebook, karya Arry Rahmawan.

Dari situ aku memberanikan diri untuk berwirausaha sejak kelas 12 semester 2. Bayangkan! Sedang fokus ujian. Aku malah mengerjakan job yang ku dapatkan saat itu.

Ya, saat itu aku menjual jasa services laptop. Tapi aku lebih memperbaiki softwarenya, bukan hardwarenya.

Sepanjang Januari – Maret 2014, aku berhasil menyelesaikan 10 laptop. Saat itu harga jasa services laptopku hanya 30rb saja dan full services. Maksudku, apapun yang pelanggan butuhkan, aku tak kenakan charge(biaya tambahan). Dari siswa hingga guru menggunakan jasaku.

Namun, kalau Guru, aku tak berani menyebutkan harga. Tapi mereka cukup pengertian akan jasaku. Mereka terkadang memberi 50rb. Wah senang bukan kepalang. Jangan ditanya ori atau bajakan, sudah pasti bajakan. Haha.

Dari buku Studentpreneur itu aku mengenal dunia bisnis, dari situ pula aku belajar bisnis sedari muda.

Keputusan akhirku tak jadi memilih Ilmu Perpustakaan-UNPAD(sebenernya ingin Psikologi-UNPAD tapi terlalu terpengaruh kalau peminat jurusan sedikit itu kemungkinan diterima jauh lebih besar). Karena bukanlah bidang yang ku sukai. Aku ganti jadi Psikologi-UI. Ada daya nasib berkata lain. Aku tak lolos Psikologi-UI. Haha.

Aku memilih alternatif yakni kuliah di jurusan komunikasi dengan konsentrasi advertising alias periklanan. Tak pernah terbayang akan memilih advertising, toh aku sukanya dunia psikologi. Tapi aku pikir, psikologi bisa masuk di sini, yakni ketika riset market. Haha. Maksain banget.

Itulah awal aku memulai bisnis sedari muda. Lanjut gak nih?

Teruslah membaca…

 

Freelance Jalan Tercepat Mendapatkan UANG

Aku menunda kuliah satu tahun (GAP YEAR). Kalau kata kebanyakan orang biar nggak jenuh. Padahal aku waktuku untuk mempersiapkan kuliah. Aku perbanyak baca buku komunikasi. Karena aku sadar, aku akan berhadapan orang-orang baru. Termasuk pengajar yang berbeda.

Karena di awal aku ada pengalaman jual jasa. Di awal kuliah aku berkomtimen urusan uang saku biar aku yang urus. Maksudku, tak perlulah orangtua ku repot memberi jajan.

Aku tak tau saat itu apa itu freelance. Hmmmm…

Ingat! Apapun yang sudah diniatkan ketika kita berupaya mencari cara, cara itu akan hadir saat kita berhenti memikirkannya.

Waktu itu masih menggunakan blog gratisan, tapi tampilan ku cukup menarik pengunjung. Setelah memutuskan untuk nyari duit(freelance) di online, gak lama dari situlah aku mendapatkan client (orang yang menggunakan jasa freelance).

“mas, bisa bikin blog nggak?”

Karena aku pernah buat blog yang dari blogspot menjadi dotcom, yaudah aku iyakan saja. Toh, aku tahu tempat download template gratis serta menghilangkan design by siapanya. Haha.

Saat itu aku jual 250rb sudah termasuk domain dotcom, karena saat itu domain dotcom masih 70rb. Maka aku untung 180rb, karena aku ingin membuat blog pribadi dengan nama lengkapku. Ku belilah dwiandikapratama.com seharga 79rb (saat itu harga naik lagi).

Aku niatkan blog pribadi ku bisa memberiku peluang, termasuk orderan. Selesai blog clientku dan aku. Dari situlah ada satu-dua orang yang memesan jasaku.

Saat itu ku namain jasa blog premium. Dimana blogspot menjadi dotcom dan dengan desain responsive, clean dan kekinian banget. Aku hanya perlu mbanking agar segera menstransfer invoice yang ku terima.

Saat itu bulan Agustus 2015, belum aktif kuliah. Masih persiapan kegiatan pra-masta (di kampus ku namanya masta, masa orientasi mahasiswa).

Namanya juga freelance, nggak pasti, kadang perbulan ada yang beli, kadang nggak ada. Maka aku cari cara agar tetap bisa jajan(uang operasional kuliah) setiap harinya.

Aku pernah jualan buku kuliah di kelas, ikutan affiliate, hingga akhirnya awal 2016 aku memutuskan menjadi freelance web design. Karena pengalaman ku semakin bertambah dan kegagalan berhasil ku taklukkan. Haha.

Namun sepanjang 2 tahun terakhir ini ada kesalahan-kesalahan yang menurut tak perlu kamu ulang lagi. Berawal dari Jasa Web Design ku 350rb hingga perawal 2018 jasa web design ku 2juta.

Untuk bisa mencapai 2juta ada pengalaman yang mesti dibayar. Iya nggak?

 

Apa itu Freelance?

“dari tadi kak Dika ngomongin freelance terus, aku masih belum tau, apa itu freelance?”

Sepemahamanku nih, freelance itu bekerja hanya ada job, nggak terikat waktu dan tempat. Nama job yang akan dikerjakan adalah project. Orang yang menggunakan jasamu adalah client.

Risikonya sih kamu sepi, nggak ada yang order alias perbulannya nggak pasti. Seperti harapan dia yang nggak pasti? Haduhhh.

 

Setelah panjang bercerita, kini saatnya kamu mengetahui kesalahan apa saja yang pernah ku lakukan dan ini tak perlu kamu ulangi lagi:

 

  1. Belum Tau Jasa Apa yang akan Dijual

Nah, ini adalah kesalahan sangat fatal. Kepengen jadi freelancer tapi gak tau jasa apa yang akan dijual. Gimana orang lain mau pakai jasa kamu kalau kamu sendiri nggak punya sesuatu yang ditawarkan.

Jasa yang kamu jual berkaitan dengan keahlian yang kamu miliki. Sebelum menjadi freelancer upayakan mapping keahlian dirimu dulu. Karena penting, kalau pekerjaan yang kamu kerjakan nggak professional. Yang ada menjadi boomerang untukmu. Eits, ini bukan boomerang yang ada di Instagram ya! Haduu.

 

milikilah mentor agar tau jalan saat kamu tersesat.
  1. Tak Ada mentor

Nggak ada mentor alias nggak ada orang yang membimbing. Mulai keahlian apa yang mesti dikuasai, lalu bagaimana menghadapi client yang berperilaku tak sesuai harapan. Pokoknya macem macem deh.

Minimal kamu punya orang yang lebih senior atau berpengalaman dari kamu di dunia freelance itu. Dengan begitu kamu akan banyak bertanya ketika kamu mengalami kebuntuan atau kesulitan.

Ada cerita nih ketika aku mengerjakan website BUMN, tapi saat itu bodohnya aku tak menggunakan kesepakatan hitam di atas putih(baca: surat perjanjian).

Sampai sekarang menggantung gitu aja. Ada juga ketika awal-awal aku cukup kelelahan karena aku tak membatasi revisi desain webnya. Udah gitu, pembayaran terjeda hingga beberapa bulan, walau ketika dibayar masih kurang. #sabarrrrrr.

Itulah kalau kamu tak memiliki mentor di dunia freelance. Agak keras memang, juga memeras waktu dan energi mu lebih banyak.

 

  1. Gonta Ganti Jasa

Ini dia yang kurang tepat. Misal hari ini jual jasa nulis konten, besoknya web design, besoknya desain blog.

Sebenernya nggak masalah kamu mau jual jasa apa, tapi yang ingin aku tekankan adalah pentingnya portofolio kamu. Berapa banyak konten yang kamu hasilkan? Berapa banyak web yang kamu hasilkan?

Ketika semakin banyak yang kamu hasilkan itu akan mengundang dan menciptakan kepercayaan orang lain untuk menggunakan jasa mu.

Ya, minimal kamu udah ada 10 portofolio agar bisa meyakinkan calon clientmu.

Ingat ya! Ini jasa, ukurannya adalah kesanggupan kamu dalam mengerjakan. Kalau bikin web design saja udah Lelah, terus belum bikin konten. Gimana saran ku masuk akal?

 

  1. Nggak Punya Blog

Aku mengalisa kenapa orang lain mau menggunakan jasa ku, salah satunya blogku sendiri keren(memberikan pujian untuk optimisme, wkwk). Logikanya gini, ketika kamu membuat desain blog atau website orang lain tapi blog mu sendiri jelek dan kurang menarik. Bagaimana orang lain bisa percaya terhadap jasamu?

Aku mengatakan betapa pentingnya memiliki blog untuk freelance karena ketika orang lain search nama lengkapmu di google. Maka mereka akan mendarat di blog kita.

Ketika melihat blog kita menarik dan keren. Masuk akal kah mereka memesan jasa web desain atau blog desain?

Atau lebih lucu lagi jual jasa nulis konten tapi ketika namanya diketik di google gak ada. Bagaimana orang lain bisa percaya kalau kamu seorang yang suka nulis? Blog pun tak punya.

Saran Kak Dika untuk di awal berinvestasilah membeli domain dotcom di IDWEBHOST murah banget, udah gitu transaksinya bisa menggunakan gopay. Transfer pakai bank aja lengkap banget.

Pake blogspot nggak apapa, karena aku sendiri di awal menggunakan blogspot. Tapi kalau ada budget, ya beli aja sekalian hostingnya di IDWEBHOST, selain murah, juga mudah menggunkannya. Tinggal install aja wordpress.

 

source: kasper rasmussen via unsplash.com
  1. Jasa Kurang Menarik

Ada lagi jasa mu kurang menarik. Ini masih nyambung sama poin no. 4. Kalau sesuatu yang kira jual tapi nggak relevan dengan keahlian yang kamu miliki. Kemungkinan jasa kamu kurang diliriik, jadinya nggak menarik orang lain mau pake jasa kita.

Ada prinsip mesti kamu pegang, yakni sebelum orang lain, kamu sendiri mesti suka dan pake jasa mu sendiri. Kalau kamu sendiri suka, pastilah oranglain suka. Sesederhana itu. Walau nggak semua orang suka. Tapi rasa sukanya kamu bisa menularkan ke orang lain.

 

  1. Nggak Dipromosikan

Nah ini lebih gokil lagi. Kita ingin orang lain memesan jasa kamu tapi kamu malah diam aja. Itu salah besar. Hal yang mesti dilakukan adalah mempromosikannya. Mulai dari facebook personal atau di Instagram.

Aku sendiri mempromosikannya via facebook personal. Aku hardsell banget deh pokoknya. Aku menyampaikan benefitnya apa saja kalau menggunakan blog premium. Apa saja yang didapat ketiika membuat website? Aku menjual benefit agar mereka berpikir masuk akal.

Kalau belum ada budget buat ngiklan, mulailah mencari target market lalu update status yang isinya jualan, kalau bisa sih soft. Mungkin dulu orang nggak begitu males liat promosi yang hard, sekarang? Ya males. Haha.

 

  1. Terlalu Fokus UANG bukan Hasil

Kalau kamu belum punya pengalaman, harga standar masih menjadi pilihanmu. Aku bertahap ketika menetapkan harga jasa web design ku.

Di awal aku 350rb, naik lagi jadi 500rb, naik lagi jadi 750rb, naik lagi jadi 900rb, naik lagi jadi 1juta. Hingga akhirnya aku merasakan 2 juta CASH dibayar hanya untuk mendesain sebuah website.

Untuk mengetahui seberapa layak dibayarnya kamu, cek keahlian dan pengalaman kamu, udah mencukupi belum dengan harga segitu. Intinya di perasaan nyaman ketika menentukan harga.

Jangan nggak enakan ketika menentukan harga, kalau kamu bisa dengan harga 500rb atau 1 juta dengan perasaan nyaman, ya gak apapa. Tawarkan aja dulu, karena ada proses negosiasi.

 

Jadi begitu kawan. Aku harap kamu nggak melakukan 7 kesalahan fatal freelancer pemula ini. Karena kamu akan capek, seenggaknya energimu yang mestinya marah-marah sama client(karena nggak sesuai harapan) bisa untuk mengembangkan skill.

Jadi, mau jadi freelance di bidang apa?[]

One Comment

  1. Mantab sekali dik, bener banget kadang kita bingung jasa apa yang mau dijual apalagi kita memiliki berbagai macam keahlian. Akhirnya aku terima semua pesanan selagi bisa mengerjakan. Sukses buatmu yess dik 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.