Bagaimana Kebiasaan Menulis Bisa Terbentuk

Menulis adalah sebuah kebiasaan dibentuk dari aktivitas yang sederhana.

Maka dari itu menulis bisa dibiasakan dan diasah. Selayaknya pedang yang terus diasah akan semakin tajam.

Namun ada pertanyaan yang timbul “Bagaimana kebiasaan menulis bisa terbentuk?”.

Mungkin kamu yang sudah membaca artikel sebelumnya di blog ini.

Bahwa menulis itu sebuah kebiasaan. Bukan sebuah bakat.

 

 

Memulai Langkah Pertama

“1000 langkah tercapai, diawali dari 1 langkah” ~ Pepatah.

Ya, tidak dapat dipungkuri bahwa semuanya kamu harus memulai langkah pertama.

Namun, kebanyakan dari kita tidak sanggup untuk memulai.

Sebenarnya memulai itu mudah, namun konsistensi dan persistensi itu yang tidak mudah.

Dan, bukan berarti tidak bisa konsisten dan persisten.

Hanya saja Kamu perlu komitmen untuk membentuk itu.

 

Langkah pertama untuk membentuk kebiasaan menulis adalah MENULIS.

Terlalu banyak persiapan membuat Kamu tidak memulai menulis.

Mungkin di antara kita terlalu banyak membaca tentang bagaimana menjadi seorang penulis dan membaca buku bagaimana menulis dengan baik dan benar.

Sampai pada akhirnya lupa untuk memulai. Ingat, jangan menunggu sempurna untuk bertindak.

Karena sempurna itu, ketika Kamu bertindak lalu melengkapi apa yang menjadi tujuan akhirmu.

 

Misal Kamu ingin menulis buku tentang Psikologi.

Nah, sebaiknya kalau Kamu ingin menulis tentang Psikologi.

Ya, Kamu mulai menulis saja dulu. Menulis apa yang Kamu ketahui tentang Psikologi.

Setelah Kamu kekurangan bahan materi baru Kamu membaca buku tentang Psikologi.

Atau bisa tentang suatu riset yang membahas tertentu namun masih mengandung unsur Psikologi.

 

Misal lagi, Kamu ingin menulis novel. Namun belum ketemu perwatakan dan alur yang tepat.

Nah, ini Kamu perlu banyak membaca lagi. Karena pelurunya penulis, ya, membaca.

Dengan membaca, perbendaharaan kata, asumsi tentang cerita, dsb.

Semakin banyak dan luas. Maka dari itu, mulai saja dulu menulis.

Menulis apa yang KAMU ingin TULIS dan apa yang KAMU ketahui (pengetahuan yang Kamu miliki).

 

Menjalani Apa Adanya

Setelah Kamu memulai untuk menulis.

Lalu berupaya menyempurnakan tulisan dengan membaca banyak referensi.

Semua itu pencapaian yang cukup signifikan. Karena jarang orang yang langsung bertindak seperti Kamu.

Ingat. Kamu perlu konsisten dan persisten. Ya, minimal Kamu menulis apa pun yang ingin Kamu tulis setiap hari (misalnya).

 

Ini sebuah komitmen yang harus Kamu jalani untuk bisa membentuk kebiasaan menulis.

Ingat, prinsip ini “awalnya kita membentuk kebiasaan, dan pada akhirnya kebiasaanlah yang membentuk kita”.

Karena faktanya kehidupan kita banyak dikendalikan oleh kebiasaan.

Manfaatkanlah ini untuk hal positif. Seperti halnya menulis.

Kalau Kamu sudah terbiasa menulis. Kamu akan merasakan manfaatnya.

Salah satu manfaat menulis. Kamu merasa lebih bahagia.

Karena dengan menulis kita tanpa sadar melepaskan emosi negatif dalam diri kita.

Atau merasa bahagia karena ada orang yang menanggapi tulisan Kamu.

Lalu mengucapkan “terima kasih” kepada Kamu, bahwa tulisan Kamu memberikan dampak yang positif bagi pembacanya.

 

Mungkin Kamu yang menulis di blog. Tetapi Kamu belum sama sekali ada yang meresponnya.

Karena kebiasaan ini terbentuk Kamu tetap bahagia.Karena aktivitas menulis itu memang membahagiakan.

Ketika perasaan down atau badmood melanda. Tetap saja menulis. “apa yang harus aku tulis Ka Dika?”.

Ya perasaan down atau badmood itu sendiri. Karena kalau sudah terbiasa menulis.

Penulis (mana pun) akan terbiasa menulis apa pun yang terjadi dalam hidupnya.

Karena dia paham, setiap goresan kata yang membentuk makna pasti akan bernilai suatu harinya.

 

Jadi tetap menulis apa pun perasaan Kamu saat itu.

Karena siapa yang tahu ketika Kamu merasa down atau terpukul bisa melahirkan sebuah puisi yang menginspirasi banyak orang.

Jadi jangan batasi diri Kamu, hanya karena perasaan yang sementara.

Ada juga yang belum terbiasa menulis dikala perasaan sedang downatau badmood.

Wajar sekali bagi Kamu yang baru mulai menulis.

Akan ada dimana saat Kamu akan malas sekali untuk menulis, padahal Kamu sudah punya ide untuk menulis dan ingin segera menuliskannya.

 

Kalau boleh saran, biarkan saja dulu perasaan malas itu ada.

Tulis ide atau judul tulisan yang akan Kamu tulis.

Kamu nikmati saja dulu rasa malas itu, namun jangan sampai menyita waktu Kamu terlalu lama.

Kesimpulnya, apa pun yang terjadi. Kamu harus tetap jalani. Karena itu sebuah komitmen akan  membentuk kebiasaan menulis.

 

Inilah Tanda Kebiasaan Menulis Kam Terbentuk

Setelah Kamu memulai dan menjalani apa adanya.

Kamu akan terbiasa untuk menulis apa pun yang terjadi dalam hidup Kamu.

Karena bagi seorang penulis, kalau tidak menulis sehari saja, akan terasa ada yang kurang.

Ada beberapa penelitian menyatakan bahwa kebiasaan bisa dibentuk dalam 21 hari, 30hari, dan 3 bulan (90 hari).

Tergantung kebiasaan seperti apa yang dibentuk.

 

Namun, kebiasaan itu akan cepat dibentuk kalau Kamu melakukannya lebih sering dan lebih banyak.

Misal. Kamu berlatih menulis 1 jam setiap harinya.

Pastinya akan berbeda dengan orang yang menulis hanya 20 menit setiap harinya.

Karena semakin banyak Kamu menulis, semakin cepat Kamu membentuk kebiasaan menulis.

 

“Jadi apa indikasi kebiasaan menulis itu terbentuk?”

Ya, salah satunya Kamu akan merasa gelisah dan bersalah kalau belum menulis.

Atau Kamu akan merasa kurang kalau belum menulis.

Pada intinya Kamu kehilangan bagian dari diri sendiri.

Kamu merasakan ada yang beda kalau Kamu belum menulis.

 

Ingat. Menulis dalam bentuk apa pun.

Karena tidak semua orang mendapatkan ide yang bagus untuk menulis setiap harinya.

Setelah Kamu mengetahui hal ini.

 

Silakan segera lakukan terhadap kehidupan Kamu.

Mulai dari mengawali menulis, apa pun yang ingin ditulis dan diketahui.

Menjalani apa adanya. Apa pun yang terjadi pada diri Kamu, tetaplah menulis.

Apa pun yang Kamu tulis.

Kamu bisa terus konsisten untuk menulis sampai 21 hari, 30 hari, atau sampai 90 hari.

Sampai Kamu merasa menulis bagian dari hidup Kamu. hehe.

Saya berdoa agar Kamu menulis dengan lancar, mudah, dan mengalir ide idenya. Selamat menulis![]

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.