Bagaimana Menemukan dan Menentukan Domain yang Branded?

Semenjak domain kadika.com dijual $2000 dari situ saya mulai menyadari betapa pentingnya mengamankan nama domain.

Awal mulai nama “Kadika” hadir, dari chattingan yang biasa aja. Seseorang tiba-tiba memanggil saya “Kadika”.

Kok setelah saya ucapkan keren juga. Polanya seperti orang madura, te-sate. Hahaha. Bukan tanpa alasan saya nyaman dengan nama Kadika. Saya punya acuan untuk memilih nama itu.

Ketika itu saya membaca buku 101 Young CEO karya Ilman Akbar, di cerita sana ada CEO dari Creative Agency yang namanya Signdesign.

Nah dari situlah awal mula memilih nama Kadika menjadi sebuah nama domain, bahkan nama panggilan.

Saya pikir menyatukan kata panggilan “Kakak” ke dalam nama nggak apa-apa, deh. Bahkan ada aja yang memanggil saya “Mas Kadika”, “Bang Kadika”, “Kak Kadika”. HAHA!

Mereka menganggap Kadika adalah nama awalan, bukan panggilan.

 

Kenapa Saya Mempertahankan DwiAndikaPratama.com?

“Ingat bahwa nama seseorang bagi orang bersangkutan merupakan suara yang paling manis dan terpenting dalam bahasa apa pun.” ~ Dale Carnegie

Jujur, saya mencintai nama ini, ya nama dwiandikapratama. Entah kenapa saya begitu menyukai nama ini. Yang jelas saya merasa nyaman, damai, dan excited kalau menggunakan nama lengkap ini.

Hampir semua username media sosial saya booking dengan nama dwiandikapratama. Kini domain ini hampir berusia 6 tahun. Banyak cerita yang diukir dari domain ini.

Dari ketemu penulis favorit hingga saya bisa direkrut perusahaan, semua berawal dari sini. Mungkin itulah yang membuat saya jatuh cinta dengan nama domain ini.

Padahal saya juga pernah membeli kadikatalk.com, karena saat itu username Instagram dwiandikapratama belum tersedia.

Seingat saya masih digunakan orang lain, entah bagaimana ceritanya di tahun 2019 saya iseng mengubah username dari dwiandikapratamacom menjadi dwiandikapratama dan bisa, itu sebuah rezeki tersendiri untuk saya.

Juga, lewat domain ini saya menjemput rezeki. Ketika saya ingin merasakan bagaimana rasanya dapat endorse di media sosial, tapi saya lupa. Terkadang blog ini pun ada yang ngiklan dan nominalnya juga cukup untuk membeli buku baru. Haha.

Kini aku mensyukuri itu. aku bersyukur memiliki nama ini. Aku bersyukur dilahirkan oleh ayah yang hebat, ibu yang kuat. Ah, kan jadi baper.

Oke, lanjut lagi.

 

Situs Mencari Nama Domain

Semenjak saya tau pentingnya memiliki flag site, saya suka sekali mencari nama domain bahkan tak jarang saya membelinya hanya untuk mengamankannya saja.

Setelah saya membaca ebook Cara Menulis Artikel yang berkualitas karya Herman Yudiono. Saya tau dimana untuk men-generate nama domain itu.

Ya, leandomainsearch.com. Kamu bisa gunakan situs itu, untuk memudahkan kamu mencari dan memilih domain.

Kalau untuk mengencek semua username dan domain tersedia atau nggak, saya biasa menggunakan namecheckr.com atau knowem.com.

Sekarang kalau ada ide yang menarik dan nama yang branded, saya langsung membooking semua username. Kalau urgent banget, saya booking juga nama domainnya.

Lebih baik saya mengeluarkan 100rban, daripada saya harus kehilangan nama domain terbaik.

“oh ya Kadika, di atas kan Kadika menyebutkan flagsite. Apa sih flag site itu?”

Oh ya, lupa. Jadi flag site itu nama domain untuk menaungi bisnis atau karya kita. Jadi kita sendiri punya brand name untuk diri kita sendiri.

Misalnya aja Chairul Tanjung dengan TransCorp-nya. Hendy Setiono dengan Kebab Babarafi-nya. Itu masih brand name, bedanya kita membelinya dalam bentuk domain.

Kalau flag site Kadika sejak 2019 hingga saat ini adalah ImpactfulWriting. Karena jujur untuk menemukan itu nggak mudah dan butuh penyesuaikan dengan diri sendiri.

Kalau di tahun 2017 Saya menggunakan flagsite KadikaDigital.com untuk jasa digital agency.

Dari situs leandomainsearch.com saya akhirnya membeli domain undik.com, ya domain 5 karakter yang saya idam-idamkan.

Meski ketersediaan domain juga nggak selalu ada. Kadang kita dapat nama bagus, eh udah dibooking orang lain. Hehe.

 

Sebuah Keberuntungan

Sejak terjun ke dunia internet marketing, saya terobsesi dengan domain yang unik, pendek, singkat, dan bermakna.

Saat ini saya punya domain yang 5 karakter dan 6 karakter, yakni undik.com dan nuliso.com. bukan tanpa alasan saya membeli kedua domain itu.

Undik itu awalnya saya masukkan di leandomainsearch.com dengan kata kunci “dik”, saya scroll, ada beberapa di antaranya “updik”, “undik”, “dikmax”, dst.

Tapi saya mengucapkan “undik” secara perlahan dan meresapinya, “undik”, “undik”. Daaannn “AHA! Ini kalau dibaca ‘andik’, toh masih relate dengan nama sendiri”.

Tak pikir panjang saya beli nama itu. kebetulan saya punya kredit (saldo) dari lomba blog, jadi nggak perlu mengeluarkan uang. Alhamdulillah.

Kalau untuk nuliso.com, awalnya saya berpikir “yah, nulis.com padahal keren banget tuh”. Dulu, di tahun 2017 saya pernah beli domain pencerita.com, meski udah di-drop 4 kali (baca: pindah tangan sebanyak 4 kali). Akhirnya saya nggak perpanjang.

Padahal keren banget ya, kan? Karena masih zaman kuliah, dimana budget juga terbatas. Yaudah, saya relakan expired. Dan kini dijual $395 atau setara 5jutaan.

Oke, lanjut soal nuliso, ya?

Karena nulis.com udah nggak tersedia alias dimiliki orang lain, saya mencoba menambahkan huruf vokal di akhir. “nulisa.com”, “nulise.com”, “nulisi.com”, “nulisu.com”, “nuliso.com”.

Lagi, lagi, dan lagi saya mengucapkannya secara perlahan, mana yang lebih enak didengar. Akhirnya saya pilih “nuliso.com”.

Yah… namanya domain nggak selalu tersedia. Ternyata udah ada yang punya. Saya tungguin sampe expired. Saya tau gerak-gerik domain itu nggak akan diperpanjang. Dari mana saya tau? ya, intuisi aja.

Eh, bener aja dong. Nuliso.com akhirnya expired dan saya tunggu beberapa minggu, akhirnya saya booking juga. Hehe.

 

Bagaimana Menentukan Nama Domain yang Cocok?

Kembali lagi kepada kebutuhan kamu menggunakan domain. Untuk bisnis atau pribadi?

Kalau bisnis sebaiknya gunakan nama selain nama kamu, seperti flagsite di atas.

Nah, pastikan namanya itu berhubungan dengan apa yang sedang kamu jalani. Saya fokus membantu mereka yang ingin menguasai skill content writing dan copywriting, maka namanya impactfulwriting.com.

Nama impactfulwriting.com sendiri punya cerita. Ketika itu saya sudah taken kontrak kerja sama dengan salah satu startup marketplace event.

Saya mengisi event dengan tema “writing”. Nah, untuk mendapatkan peserta startup ini keliling kampus dengan memberikan seminar gratis.

Saat itu saya bingung, karena seminar gratis ini nggak boleh sama dengan judul workshop yang mereka jual.

Ketika sedang merenung, akhirnya muncul di hati saya “impactful writing aja”. setelah saya cek grammar-nya dan artinya, “wah, oke juga ini”. Di bulan november 2018 saya membooking domain impactfulwriting.com dan username instagramnya.

Nggak nyangka kalau akhirnya bisa menjadi flagsite saya saat ini. Alhamdulillah.

Oke lanjut, ya?

Kalau kebutuhanmu untuk pribadi, saya lebih menyarankan untuk nama pribadi. Kalau domain itu masih ada, segeralah booking.

Tapi, kalau casenya seperti saya di tahun 2016 yang belum punya username Instagram dwiandikapratama, yaudah ganti dengan nama pena. Seperti kadikatalk.

Karena saya ingin semua seragam nama usernamenya.

Kalau bisa nih untuk memilih domain, pastikan mudah diingat, nggak double karakter, nggak terlalu panjang.

“maksudnya nggak double karakter, gimana Kadika?”

Misalnya aja nih “AndikaAnjasmara.com”, nah akhiran kata Andika itu “A” dan kata awal Anjasmara itu juga A. Kalau saya pribadi lebih menghindari itu.

Selain dilihatnya kurang catchy, dibacanya juga menimbulkan kebingungan. “ini a-nya double atau nggak sih?”.

 

Setelah Ini Ngapain?

Domain adalah satu-satunya cara menjadi satu-satunya di dunia digital

Kalau kamu ingin serius di dunia digital, milikilah domain. Kamu bisa jadikan blog atau website.

Saya sempat diskusi dengan mentor, kalau seandainya internet nggak ada media sosial. Bagaimana kita tetap berinteraksi?

Saya jadi teringat sebuah buku yang berjudul Life Online karya Nicola Morgan. Intinya buku itu memberikan pemahaman kalau kita ingin terlibat di internet, milikilah website.

Untuk punya website kamu mesti punya domain. Berhentilah berpikir “bagaimana nanti dengan biaya perpanjangannya?”

Ubahlah menjadi “bagaimana uang yang aku keluarkan untuk menyewa domain dan hosting itu menghasilkan 100x lipat?” atau “jangan-jangan aku bisa menghasilkan uang lebih banyak saat aku memiliki website?”.

Karena kalau udah punya website atau blog itu mudah sekali untuk usaha atau bisnis. Percaya deh. Karena motif saya membuat dwiandikapratama.com adalah menulis + jualan karya.

Saya merekomendasikan domainesia sebagai provider domain dan hosting.

Setelah itu, pastikan kamu mulai menulis. kalau kamu nggak mau ribet, minim gagal, dan bisa langsung praktek. Saya juga merekomendasikan pelatihan content writer.

Woke, gitu aja dulu. Kalau kamu mendapatkan sesuatu dari postingan ini, kasih tau saya lewat kolom komentar, ya?

About the author

Dwi Andika Pratama

Impactful Writer Expert. Mentor at CertifiedImpactfulWriter.com

2 comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  • Hallo Kadika! Wah postingannya keren banget nih!
    Saya setuju, nama domain itu sangat penting agar sesuai dengan karakter dan tema blog kita. Jadi inget waktu 2018 ketika saya memutuskan untuk membuat personal blog yang professional, saya memilih nama “natih” harus menjadi bagian dari nama domain blog saya. Tetapi ketika itu natih.com malah tidak tersedia, karena saking ngebetnya biar ada nama natih, akhirnya milih akhiran .net jadilah natih.net

    segitunya yaa memilih nama domain, hihi

Pencipta Blog Ini

Dwi Andika Pratama sapaan akrabnya Kadika. blogger sejak 2012. Menjuarai lebih dari 10x Kompetisi Blog. Penikmat Buku Pengembangan Diri dan Marketing. selengkapnya…

Paling Dicari

Hosting Terbaik

hosting terbaik

Kategori

HOSTING UNLIMITED MURAH

Hosting Unlimited Indonesia

Subscribe to Blog via Email

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 20 other subscribers

Ikut Lomba Blog Yuk?!

Part of BloggerHub.id