Ilusi

Semakin ke sini kok bahagia itu mesti dikaitkan sesuatu. Merasa ada yang kurang kalau gak ngelakuin sesuatu. Kadang mencari kenikmatan dari sesuatu yang belum tentu dibutuhkan. Yes, sikap konsumerisme. Bahkan selalu mencari rasa senang dari luar yang sebenernya itu ilusi alias sementara. Aku habis baca postingan ini. akan lebih mantap kalau dari ahlianya langsung. Leo …

Continue reading →

Nulis, Ya Nulis Aja

Menulis bisa membawa kebahagiaan tersendiri. Bukan apa-apa. Menulis itu dapet dua kebahagiaan. Dari dalam dan luar. Dari dalam itu sendiri. Kita udah ngerasa bebas, bahagia, dan damai saat menulis. Apalagi kalau nulisnya bener bener jujur. Kebahagiaan dari luar datang dari mereka para pembaca yang merespon positif tulisan kita. Iya? Terkadang… Kita diganggu oleh suara suara …

Continue reading →

Gimana Rasanya Kerja Remote?

Kedua kalinya bekerja dengan sistem remote. Sebenernya tau ini dari Mas Fikry. Yang meremote tim Kirim.Email di beberapa kota. Makasih mas. Jadi tau deh dunia kerja selain masuk jam 9 pulang jam 17. Hehe. Bersyukur sekali dua atasan ku ini ngerti dunia kerja terkini. Yakni REMOTE! Di JakCloth aku negonya bisa kerja remote. Untungnya atasan …

Continue reading →

Menjalani Timeline Kehidupan

“Apaan tuh timeline?” Kok kayaknya gak asing” Tanyamu. Emang gak asing haha. Hampir semua sosial media ada timelinenya. Ya kalau bahasa mudahnya yakni garis waktu. Waktu yang membentang. Kalau maen bola kan 90 menit. Maka timeline atau garis waktunya mentok di menit 90. Bagaimana dengan kehidupan? Tetep ada akhirnya, ada ujungnya. Kalau dikaitkan dengan Nabi …

Continue reading →

Zona Tak Nyaman

“Kenikmatan itu sesaat. Mudah diraih, mudah hilang…” Begitu penggalan dalam buku The Subtle Art of Not Giving a F*CK karya Mark Manson. Seorang blogger yang punya 2 juta trafik setiap bulannya. Ya selain aku mengapresiasi upayanya bisa mendatangkan trafik sebesar itu. Juga karya ini emang keren. Dibaca saat yang tepat. Ya. Aku merasa masuk di …

Continue reading →