Persisten Menuju Sarjana

oleh: Dwi Andika Pratama

Kebanyakan dari mahasiswa sebenernya terlalu membesar-besarkan kondisi saat berproses skripsi. Emang sih gak mudah, tapi yaudah gitu. Hehe.

Selama 3 bulan memimpin tim di perusahaan mitra, aku jadi lebih bisa mengendalikan emosi. Keadaan makin buruk itu karena kita terlalu membesar-besarkan keadaan.

Ketika ada switching kepemimpinan dari aku ke kakakku yang kebetulan masih terlibat dalam tim (kadika digital consultancy). Sempat seminggu lalu bingung mau ngerjain apa, padahal skripsi aja belom digarap. Hadu.

Bahkan sempat mau cuti karena urusan pekerjaan. WAH! Tapi aku bersikukuh untuk tak cuti, malu sama teman teman yang bekerjanya lebih berat aku tapi bisa bertahan.

Menjalani Proses

Gimana ya menjelaskannya?

Ketika diterpa kondisi yang tak nyaman aku memilih diam menikmati kehadiran ku secara utuh. Kalau lagi duduk, ya duduk. Tanpa memikirkan apapun selain fokus ke nafas.

Memberikan jeda atau rehat sejenak itu baik dan memberikan dampak yang berbeda. Misal lagi gak mood ngerjain copywriting (di kerjaan). Yaudah jeda aja dengan diam.

Tanpa dipaksa, toh kalau udah tenang pasti bakalan keren hasilnya.

Saat ada rencana bekerja di Bandung, aku sempat berpikir bagaimana proses bimbingan skripsiku? Belom lagi budget untuk bolak balik yang lumayan. Haha.

Tapi kembali ke tujuan kerja untuk kuliah, maka, aku bernegosiasi dengan pihak mitra (baca: client).

Akhirnya keberangkatan ku ditunda hingga selesai kuliah. Sementara bisa full remote (bekerja jarak jauh).

Enak, gak enak dijalani. Mau capek atau males kalau udah prosedur untuk skripsi ya jalani. Begitulah persisten menurut para pakar.

Jadi, fokus ke tujuan bukan ke keadaan.

Sarjana Ilmu Komunikasi (S.Ikom)

Kata Chief Marketing Officer di perusahaan ku “kalau udah sarjana enak mau ngapain aja”. Bener juga!

Walau sebenernya posisi sekarang udah hampir mencapai apa yang aku inginkan (dari segi pekerjaan dan fee).

Tapi kata babeh “justru pekerjaan yang sekarang berawal dari kuliah. Jangan sampai tinggalkan kuliah”. Begitu babeh memotivasi.

Rasanya terbayar tuntas ketika gelar S.Ikom diraih. Walau sebenernya sekarang ini (perusahaan atau bisnis) gak liat apa gelarnya yang jelas di hal tertentu gelar itu menunjang profesi.

Semangat kawanku yang sedang berjuang menyusun skripsi. Gagal adalah ketika kita menyerah. Aku selalu termotivasi olehmu. Aku harus bisa selesaikan ini semua dan wisuda bareng. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.