Memulai tanpa Menunggu Sempurna

oleh: Dwi Andika Pratama

Berapa blogku kini telah almarhum karena tidak terurus oleh ku. Salah satu alasan klise, yakni malas untuk updatenya. Dan ide baru selalu lebih segar. Padahal dalam buku Make Ideas Happen ide itu selalu menggoda di awal. :’)

Namun blog yang bertahan sampai sekarang adalah dwiandikapratama.com, lahir sejak juli 2015. Tapi aku ingin membuat blog yang benar benar satu segmentasi, tentang self-improvement.

Mungkin ini blog yang kesekian yang ku bangun dan sekian banyak domain ku beli.

Tapi aku tak akan menyerah begitu saja. Karena kalau sudah menyerah itulah GAGAL!

Tulisan ini mengandung makna memulai tanpa menunggu sempurna. Gak tau ingin menulis apa dan mulai dari mana, lebih baik aku bercerita bagaimana perjalanan sebelumnya.

Karena kasus sebelunya itu beli domain lalu install wordpress, ide segar, tapi gak dieksekusi dan mati. parah ya?

Persisten!

Setelah aku menjalani 5 tahun lebih (sejak kenal buku bacaan self-improvement) ternyata yang paling penting adalah (memiliki) persisten(si) atau kegigihan dalam mencapai sesuatu.

Ya, kalau orang sunda bilang tuh keukeuh,kumaha carana kudu bisa dan kudu aya. Aku pikir demikian.

Namun bukan berarti aku selalu persisten kadang aku juga ada capeknya, malesnya, kadang aku mengambil jeda untuk gak melakukn hal itu (hal yang mesti dikerjakan dan capai).

Karena persisten itu apapun kondisinya mesti dilakukan. Tapi aku kadang memberikan tidak melakukan atau rehat sejenak untuk tidak sesuatu hal itu.

Caraku Berbagi

Aku menyukai self-improvement. Bagaimana nilai diri kita meningkat seiring berjalannya pengalaman dan bertambahnya usia.

Blog ini ku jadikan sharing apa-apa yang pernah ku lakukan dan informasi terupdate seputar self-improvement.

Bahkan aku sangat sukai sekali memberikan sesi konsultasi. Memberikan nasihat. Entahlah, mungkin aku suka atau dorongan dari profesi ku, sebagai Digital Marketing Consultant.

Aku ingin tetap menulis, berbagi dan banyak yang terinspirasi. Aku sangat sadar 5 tahun lalu aku tak memiliki keahlian apapun, sekedar membaca atau menulis pun tak suka bahkan ku hindari.

Tapi sekarang (qodarullah, atas izin Allah). Saya memiliki keahlian yang mampu menunjang pekerjaan dan itu cukup bernilai di mata perusahaan atau client.

Bukan maksudku untuk berbangga diri. Tapi kok rasanya gak seru aja kalau hanya aku yang merasakan ini (perubahan dari tidak tau menjadi bisa).

Aku sudah merasakan bagaimana rasanya dicari perusahaan bahkan bisa menego fee untuk keahlianku.

Kalau awalnya aku gak bisa dan gak tau, kenapa kamu berpikir gak bisa? Ini hanya soal mindset dan sikap (attitude) aja.

Mudah-mudahan di persisten.id ini aku bisa banyak berbagi dan sesuai namanya aku bisa persisten untuk update blog ini.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.