Festival Literasi Digital: Mental Tangguh Masa Kini

Festival Literasi Digital: Mental Tangguh Masa Kini

Berawal dari ketidaksengajaan lihat feednya Om Piring (Penulis Buku Filosofi Teras) di Instagram, “lah acara apa nih kok kayaknya keren banget”, gumamku. Setelah aku coba tag salah seorang rekan kerjaku dan akhirnya kami memutuskan untuk mengisi weekend dengan event yang berfaedah.

 

henry manampiring dalam festival literasi digital
Om Piring lagi show

Buku Filosofi Teras adalah ‘Guide’ untuk Pribadi yang Mudah Berperasaan Negatif

Awalnya agak skeptis “ini buku tentang apa deh?”, pas dilihat kok genrenya filsafat, ih kok serem ya? Haha. Tapi terus terang dari sampul dan layoutnya aku suka banget sama buku ini, apalagi udah pake kertasnya bookpaper.

Setelah melihat lebih dari sekali di rak buku best seller akhirnya ku putuskan untuk membeli buku Filosofi Teras. Daaannnnnn ini buku yang isinya relevan dan aku suka banget deh.

Ada banyak bagian yang dijelaskan di buku itu, hmm, intinya buku ini memberikan pemahaman kalau sesuatu yang terjadi di luar kendali kita, nggak mesti marah. Intinya mengendalikan diri supaya nggak mudah terpengaruh omongan orang lain, peristiwa negatif, atau situasi yang nggak diinginkan.

Bahasa anak mudanya, biar nggak mudah tersinggung dan nge-gas. Wkwk. Ada bagian yang aku masih ingat sampai sekarang yakni Amor Fati (cintailah takdirmu), ini aku suka banget.

Ketika keadaan tak sesuai harapan bukannya kita bereaksi (marah, bete, unmood, dsb), tapi kita dipacu untuk mengatakan sebaliknya, misal kaki berdarah karena najong keramik, bukannya marah tapi kita berkata “aih ini dia momen yang gue tunggu-tunggu, gue suka banget”. Terdengar aneh tapi faktanya itu yang bikin perasaan membaik.

Aku baru selesai baca buku ini satu kali dan rasanya ingin baca lagi, kayaknya bakal dapet pemahaman baru lagi nih setelah ketemu penulisnya.

 

ilman dzikri founder read n greet
Acara festival dibuka oleh Founder, Ilman Dzikri.

Tujuan Hadirnya Read and Greet

Di acara Festival Literasi Digital yang diadakan oleh Read and Greet besutan Kak Ilman Dzikri dan Kak Nadia Atmaji ini berhasil bikin aku nagih karena ini yang aku cari-cari selama ini, ya komunitas baca.

“tujuan kita bikin read and greet ini awal mula bertemunya temen-temen yang suka baca, sharing tentang buku yang dibaca supaya ngga wasting time…”

“… karena dengan bertemu orang-orang yang satu vibes itu menyenangkan, berharapnya sih ketika ada komunitas ini orang lain jadi suka baca buku.”

Begitu kata Kak Nadia saat aku wawancara di sela acara sedang berlangsung, ya soalnya lumayan lama juga, soalnya dari jam 9 pagi sampe 2 sore.

Apa yang disampaikan oleh Om Manampiring (begitu sapaan akrabnya) sangat berhubungan banget dengan kehidupan sehari-hari, terkadang kita mudah terpicu emosi yang sebenernya itu nggak perlu dan nggak mesti.

Apa yang di bawah kendali kita, yaudah kendalikan, kalau bukan yaudah, terima aja. Sebab kita mudah menjadi reaktif karena “kita terusik oleh opini kita sendiri” gitu kata Om Piring.

Yah, kalau penasaran beli aja bukunya, asli bagus banget, apalagi dapet penghargaan IKAPI Book Awards dan IIBF Book Awards.

Acara tersebut ditemani dua orang yang baru ku sadari kalau mereka adalah yang ada di cerita buku Filosofi Teras, Mba Ollie (co-founder NulisBuku.com, Storial.co, dan masih banyak lagi). Juga Mba Cania dari Head of Content Geolive.id.

Acara makin seru karena ada materi dari MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) yang sebenernya aku pernah dapatkan di workshop kok-bisa tahun lalu.

 

Mba Jia Effendie, senior editor storial.co
Mba Jia Effendie, senior editor storial.co sedang berbagi tips bagaimana mereview buku yang benar.

Cara Benar Review Buku ala Storial.co

Nah, sebenernya salah satu alasan ikut seminar ini adanya workshop menulis review buku, asli ini pengetahuan yang berfaedah banget dan makin greget aja untuk mereview buku.

Ada kesempatan untuk bertanya, ya aku nggak sia-siakan. “untuk review kadang masih bingung mulai dari mana, kadang mesti buka buku dulu untuk nulis, padahal ketika baca kok tulisan ini mind blowing banget, gimana sih kak caranya?”, kira kira begitu pertanyaanku.

Mba Jia Effendie langsung menjawabnya mengingat waktu terbatas juga, jadi gini jawabannya:

  1. Mencatat poin penting
  2. Kumpulkan kutipan-kutipan yang bagus
  3. Ketahui ide pokok buku yang akan direview
  4. Inti buku bisa dijadikan judul review
  5. Ulas fitur-fitur buku
  6. Alasan kita mereview buku tersebut
  7. Jelaskan fitur-fitur dari buku tersebut
  8. Hindari menjelekkan buku dan penulisnya

Kurang lebih begitu dari jawaban mba Jia, sengaja aku buat perpoin supaya mudah dipraktikkan. Oh ya, biar latihan makin mantap, boleh download Storial.co ya di Playstore.

 

Anyway, berangkat nggak bawa apapa, eh pulang bawah tote bag, kaos kompas, dan buku. Ya seneng sih. Dan bisa berkenalan dengan orang orang yang suka baca, nambah teman, nambah rezeki, ya ‘kan?

Untuk Read and Greet, acaranya? puas banget deh, rentang angka 1-10, aku diangka 9. Mudah-mudahan ini menjadi langkah sederhana untuk mengajak orang merasakan betapa nikmatnya membaca buku. []

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.