Dwi Andika Pratama Professional Impactful Writer. Blogger since 2012. Book Addict.

Jangan Hopeless! Kamu Bisa Maksimalkan Teknologi untuk Menjemput Rezeki ditengah Pandemi!

4 min read

Sudah kurang lebih tiga bulan, kita #DiRumahAja demi memutus mata rantai virus Covid-19. Namun, bagaimana keadaan ekonomi kita?

Jangan ditanya, setiap bulannya terus terjadi peningkatan jumlah PHK (pemutusan hubungan kerja) dan dirumahkan sebanyak 1,7 juta[1].

 

Setiap Orang Punya Harapan untuk Terus Bertahan dan Berjuang

Tapi, jangan hopeless.

Kamu tetap bisa menjemput rezeki ditengah pandemi melalui teknologi yang sudah tersedia. Bahkan nyaris nggak berbayar lho.

Untuk kamu yang terus berjuang dan bertahan ditengah pandemi ini, mudah-mudahan, informasi ini bermanfaat dan bisa kamu praktekkan.

Saya sempat berpikir “bagaimana tetap menghasilkan walau di rumah aja?”, sebab aktivitas kita terbatas secara langsung, maka solusinya memakmasilkan teknologi.

Jangan dulu berpikir “ah, saya mah nggak ngerti”. Justru ini adalah peluang untuk kamu bisa merasakan penghasilan dari digital. Mantap? Lanjut!

 

Bagaimana Cara Menghasilkan Uang di Digital?

“Apa yang bisa orang lain pelajari atau dapatkan darimu tanpa harus bertatapmuka (online)?”

Memang, nggak langsung terjawab saat itu juga, namun otak itu butuh dipandu dengan pertanyaan.

Ada dua kategori menghasilkan uang di digital:

Pertama, kamu menjual produk atau jasa yang bisa langsung dinikmati pembeli.

Kedua, kamu mengajarkan sesuatu yang dibutuhkan oleh orang lain.

Kenapa saya membaginya menjadi dua kategori? Sebab, nggak semuanya ingin mengajar dan belum terbiasa mengajar.

Saya beri contoh, saya punya pengalaman menulis konten selama 7 tahun. Untuk kategori pertama, saya menjual produk e-modul bagaimana mengemas tulisan jadi penghasilan. Kategori kedua, saya membuat kelas menulis konten.

Sesederhana itu… Mulai kebayang?

“tapi, kan Kadika punya pengalaman, lha saya?”

Dalam kondisi apa pun, otak ketika dibimbing dengan pertanyaan yang tepat akan menghasilkan jawaban yang tepat juga.

Kamu hanya butuh melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang mendukung, seperti pertanyaan di atas.

Kamu bisa melanjutkan dengan pertanyaan:

“apa yang bisa saya jual di digital?”

“apa yang saya bisa bantu melalui online?”

“apa pengalamanku yang bisa dipelajari oleh orang lain?”

Tapi yang nggak mudah adalah bagaimana membuat calon pembeli mau membeli jasamu atau peserta ikut kelas onlinemu, iya? Nah, di bagian selanjutnya kamu akan mengetahui itu.

Jadi, tentukan, hal unik apa yang bisa orang lain pelajari darimu atau jasa apa yang bisa membantu memudahkan pekerjaan orang lain?

 

Berikan Pelayanan diatas Ekspektasi

Salah satu nilai (value) yang saya anut sejak berwirausa (sejak SMA), adalah memberikan pelayanan di atas ekspektasi.

Bayangkan ketika kamu membeli buku online. Saat kamu buka paket bukunya, ternyata disisipi pembatas buku dari penjual, apa yang kamu rasakan? Senang, kan?

Begitu juga ketika kamu hendak memberikan pelayanan kepada orang yang memesan jasa kamu atau kelas online yang kamu adakan, materinya melebihi ekspektasi peserta.

Bisa kamu bayangkan apa yang mereka rasakan ketika mengikuti kelas online yang saya adakan? Prinsipnya berikan apa yang mereka bayarkan, jadi kejutan aja untuk mereka.

 

Inilah Aplikasi yang Bisa Kamu Maksimalkan untuk Menghasilkan

Tahun 2020 ini, banyak aplikasi yang bisa kita maksimalkan untuk menghasilkan, sangat memudahkan pekerjaan sekali. Asal kita tau bagaimana cara memonetisasinya.

Aplikasi yang bisa kamu maksimalkan:

Pertama, WhatsApp.

Saya pribadi menggunakan WhatsApp, selain untuk kebutuhan chatting personal, juga menjadikan WhatsApp sebagai media untuk mengajar menulis.

Kebanyakan dari mereka malah menyukai mengikuti kelas online yang saya adakan di WhatsApp.

Bagaimana? Tertarik untuk menggunakan WhatsApp sebagai media kelas online?

Kedua, Telegram.

Media ini nggak jauh beda dengan WhatsApp, malah lebih canggih, yakni jumlah tampuh grup lebih besar, ada channel yang memudahkan kita menyampaikan materi tanpa distraksi, dan berbasis cloud. Nggak akan hilang atau yang ketinggalan kelas, tetap bisa mengikuti dari awal.

Ketiga, Zoom.

Ketika Covid-19 membatasi gerak kita, munculah seminar online dan meeting online. Zoom ini menjadi sangat popular. Walaupun saya belum pernah membuat kelas menggunakan Zoom sebagai media mengajarnya, karena lebih nyaman lewat tulisan.

Kalau kamu menginginkan berinteraksi secara langsung dengan peserta, kamu bisa gunakan Zoom sebagai medianya.

Keempat, Google Meet.

Sebelumnya Google Meet hanya bisa digunakan bagi yang memiliki akun Google Suite (berbayar), tapi google mengubah kebijakan dan menggratiskan setiap pengguna Gmail. Mantap banget kan?

Nggak jauh beda dengan Zoom kok, sama-sama bisa membagikan slide presentasi saat kita menyampaikan materi. Versi gratis tersedia untuk 1 jam dan 100 orang peserta.

Kelima, Blog Pribadi Kamu.

Kalau kamu nggak ingin menghasilkan dari kelas online, kamu bisa menjual jasa kamu.

Cara termudahnya adalah kamu membuat blog dengan wordpress self-hosted, karena menggunakan wordpress self-hosted banyak banget kegunaannya. Salah satunya bisa dijadikan toko online.

Dimana kamu bisa menjajakan jasa kamu, mulai jasa menulis, membuat vector, atau yang sekarang lagi tren yakni minimalis desain, saya pernah memesan desain seperti itu.

Sekarang Hosting Murah kok, apalagi di Qwords.com. Selanjutnya kamu akan semakin greget untuk segera membuat blog dengan berbasis wordpress self-hosted, dan pastinya nggak bikin kantong bolong, wong pake Hosting Murah. Iya?

Psstttt… Saya pun melakukan itu, kamu bisa cek dwiandikapratama.com/store untuk melihat saya menjajakan jasa dan produk melalui blog pribadi.

Keenam, Marketplace Jasa.

Kalau kamu nggak terlalu mau pusing, kamu bisa menggunakan marketplace jasa, seperti faswork, freelancer.co.id, sribulancer, projects.co.id.

Tayangkan dan tawarkan keahlianmu di marketplace jasa. Bagaimana? Bukankan menjadi lebih mudah dan menyenangkan?

Selanjutnya kamu akan dihadapkan fakta, bahwa menciptakan blog pribadi adalah keharusan. Dan penting dimiliki untuk menghadapi masa new normal.

 

Siap Menghadapi New Normal dengan Membangun Infrastruktur Digital

Pemerintah mengambil keputusan untuk menyiapkan new normal. Tapi nggak semua provinsi diresmikan dan siap untuk new normal.

Bila zona merah, pemerintah belum bisa meresmikan daerah itu untuk new normal. Sebenernya apa sih new normal itu?

Sederhananya, kita beraktivitas seperti biasa tapi tetap memerhatikan prokotol kesehatan yang sangat ketat, pakai masker, membawa hand sanitizer, dan sering-sering cuci tangan.

Ada pun yang dibolehkan untuk beraktivitas yakni yang berumur 45 ke bawah. Sepintas informasi dari new normal.

Lalu, bagaimana masyarakat menghadapinya? Bagaimana mahasiswa dan siswa belajar? Ya, masih dianjurkan untuk via digital.

Intinya semua serba digital dan dianjurkan seperti itu. Kalau kita menunggu momen agar semuanya normal, hanya satu: vaksin telah ditemukan.

Karena akan serba digital, penting untuk membangun infrastruktur digital untuk kemandirian finansial.

Kita nggak bisa menunggu momen wabah ini usai, tapi kita bisa bertanggungjawab atas hidup kita. Mengendalikan diri agar tetap semangat menjemput rezeki.

Infrastruktur digital yang saya maksud adalah blog pribadi. Karena pembatasan sosial, maka solusinya kita mesti siap untuk serba digital.

Untuk kamu yang sudah punya blog, selamat, kamu keren! Kamu tinggal fokus menulis dan menciptakan produk dan memasarkannya. Seperti di blog ini. Hehehe.

Kalau belum, segeralah, blog pribadi itu ibarat identitas kamu. Kamu menjadi mudah ditemukan, dipercaya secara publik hanya melalui online saja.

Inilah yang saya maksud, ketika orang lain ingin memesan jasa kamu atau ingin mengikuti kelas onlinemu, tapi mereka belum kenal kamu siapa. Maka yang biasa mereka lakukan adalah searching.

Pastikan ketika orang lain searching tentang diri kita, nama kamu muncul di mesin pencarian, agar apa? Menciptakan kepercayaan.

Kamu bisa menggunakan nama pribadi untuk domain.com-nya. Kamu bisa Cek Domain agar tau ketersediaan nama kamu.

Kenapa mesti wordpress self-hosted? Karena kamu bisa memilikinya 100% bebas dari kebijakan pemilik layanan penyedia blog seperti blogger.com dan wordpress.com. Dan kamu bebas mengkustomisasi.

Ibarat kantor virtual yang siapa saja bisa mengunjunginya. Kebayang seperti jadinya? Lagi pula sekarang Hosting Murah banget.

Bisa ke Qwords.com deh, saya sendiri pertama kali kenal dunia domain dan hosting dari Qwords.com ketika ikut Dies Natalis UPI ke-7 tahun 2012. Haha. Lama banget kan?

Jadi, ketika kamu sudah siap secara infrastruktur digital untuk menghadapi new normal, mudah untuk kamu menjemput rezeki dan membangun kemandirian finansial. Mantap kan? ^_^

 

Kuasai Satu Skill yang Paling Dibutuhkan Saat Ini

Setelah membangun infrastruktur digital untuk menghadapi new normal. Kamu mesti menguasai keahlian yang tak pernah lekang oleh zaman, yakni menulis.

Kuasailah keahlian menulis, tak peduli kamu akan memilih profesi penulis atau nggak, yang jelas profesi apapun membutuhkan keahlian menulis.

Untuk apa? Ya, mempromosikan profesi atau jasanya.

Seperti kata Budiman Hakim dalam Menulis tanpa Ide, maraknya dunia digital, kini membuat profesi penulis menjadi meledak dan meningkat.

Kamu bisa belajar dari buku Saya Pengen Jadi Copywriter karya Budiman Hakim atau mengikuti Sertfikasi Content Writer agar lebih mantap.

Jadi, kalau kamu punya blog yang profesional + bisa menulis (karena kamu akan update terus), wah, kamu bisa membangun kemandirian finansial. Mantap benget!

Seperti yang dikutip inc.com, kalau perusahaan menginginkan kandidat 73% bisa menulis. Karena sekarang era digital, kalau nggak bisa menulis, wah ketinggalan banget. [2]

Mulailah hari ini untuk latihan menulis. ^_^

Ingat! Jangan hopeless, selama kamu mau berusaha, kamu tetap bisa menjemput rezeki meskipun ditengah pandemi. ^_^

 

Sumber:

[1] PHK: https://tirto.id/dampak-pandemi-corona-di-ri-17-juta-buruh-dirumahkan-dan-kena-phk-fECo
[2] Inc: https://www.inc.com/kaleigh-moore/study-73-of-employers-want-candidates-with-this-skill.html

Buku: Menulis tanpa Ide, Budiman Hakim.

 

yuk ikutan.

Dwi Andika Pratama Professional Impactful Writer. Blogger since 2012. Book Addict.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.