Dwi Andika Pratama Professional Impactful Writer. Blogger since 2012. Book Addict.

Apa Rasanya Setelah 8 Tahun Suka Baca Buku?

2 min read

Sebelum seperti sekarang saya adalah orang yang nggak begitu tertarik yang namanya membaca, apalagi menulis. Duh, dulu kalau ada buku mana tertarik untuk buka apalagi membacanya.

Setelah momentum itu terjadi, hingga saat ini saya menjadi suka membaca, bahkan saya hidup dari menulis.

Saya memiliki impian besar yakni, hidup dan kaya dari menulis. Alhamdulillah, saat ini sedang berproses. Apakah kamu juga gitu?

Momentum titik balik saya menjadi suka membaca ada di ebook yang saya bagikan gratis di blog ini. Kalau ada pop pup, coba diperhatikan. Nah, coba isi data kamu untuk dapetin ebook gratis dari saya.

Woke, lanjut…

Sebelumnya saya hanya menyukai aktivitas browsing di internet sambil mencari update software terbaru. Saya cukup antusias untuk mengulik program software terbaru, walaupun itu crack alias bajakan. Haha.

Sampai pada akhirnya saya memutuskan untuk mulai banyak membaca buku. Berat banget rasanya, buka beberapa halaman langsung ngantuk dan rebahan. Wkwkwk.

Kesenangan yang Mudah Diraih

Setelah saya menyukai aktivitas membaca buku, apalagi kalau buku baru, karena ada aroma buku yang khas dan saya menyukainya. Hahaha. Mantap!

Di masa depan, ketika uang bukan lagi masalah, kehidupan saya hanya ingin membaca dan berdiskusi.

Sejujurnya saya rindu zaman SMA, bukan karena saya punya pacar (tapi itu salah satunya sih), tapi ada yang lebih saya rindukan, yakni membaca buku, lalu saling merekomendasikan dan membagikan pengalaman membacanya. Itu!

Sekarang yang tersisa hanyalah Habib. Teman yang saat ini mulai merintis sebagai blogger. Ceunah sih kitu.

Karena apa ya? Hidup itu kan singkat dan cara menikmatinya tergantung definisi yang kita miliki. Tapi saya nggak nunggu kaya raya untuk bisa menikmati semua itu.

Saya menyisihkan dari penghasilan untuk membeli buku, lalu membacanya, dan membagikannya. Saat ini baru dua orang aja sih, Mas Dede (kaka saya) dan Latifah (kekasih).

Terkadang ketika ingin sharing buku yang saya baca, ke orang yang nggak suka baca malah nggak nyambung, bahkan nggak bisa meluas pemikirannya.

Kedua orang itu yang saat ini bisa membuat saya semakin excited ketika membaca buku. Terima kasih.

Sebuah kenikmatan tersendiri kalau membaca lalu membagikan kepada orang yang bisa diajak diskusi. Duh, nikmat dan nggak ada ujungnya, karena selalu berkembang dari pemikiran yang saya lontarkan.

Nah, mungkin sekarang dengan masa depan hanya berbeda di intesitas saya membaca dan berdiskusi. Kalau sekarang saya membaca lebih ke tuntutan pekerjaan. Karena saya ingin selalu memberikan yang terupdate.

Lalu, apa kesenangan kamu?

Hobi yang Menjadi Kebiasaan

Semenjak membaca buku, saya menjadi pencandu buku. Ya, saya membacanya dimanapun dan kapanpun. Bahkan ketika saya pergi ke luar kota, saya usahakan baca buku yang ingin saya baca.

Bahkan tak jarang saya mengabadikannya kalau ada kutipan yang menarik dan cukup mengugah emosi.

Ada buku yang isinya kutipan, tapi isinya cukup memberikan pencerahan. Apa itu? Buku BAPER (Bawa Perubahan), Rhenald Kasali. Mantap banget deh buku ini.

Saya pernah membawanya ketika pergi ke Solo. Padahal saat itu ingin liburan, tetapi saya tetap membawanya. Ada pun saya pernah bawa buku Zen Habits ke Bandung. Ya, sekalian saya foto deh. Hehe.

Tapi…

Kalau sekarang saya ingin membaca, saya cukup membuka Google Playbooks. Ada buku yang sengaja saya nggak langsung selesaikan, selain butuh pemahaman, juga butuh waktu, karena buku yang saya baca adalah berbahasa Inggris. Hahaha.

Buktikan deh kalau kamu udah menyukai membaca, kamu akan ketagihan dan membaca buku dimanapun dan kapanpun.

Tips Membaca ala Kadika

Mungkin kamu bertanya “bagaimana cara kadika ketika membaca buku?”, nggak ada cara spesial sih. Tapi ada mindset dan prinsip yang saya anut.

Meminjam istilah dari alm. Hernowo kalau membaca itu seperti ngemil. Dimana kita nggak mesti sekaligus menuntaskan apa yang kita baca. Ya, namanya ngemil secara perlahan membacanya.

Ketika kamu membaca buku secara perlahan, kamu akan merasakan apa yang ditulis oleh Penulis. Berupa pemahaman atau pencerahan yang selama ini kamu butuhkan dan inginkan.

Inilah tips membaca dari saya:

  1. Tentukan tujuan, apa yang kamu harapkan dari buku itu.
  2. Mulai memindai daftar isi dan membukanya perhalaman, apakah buku yang kamu baca adalah yang kamu butuhkan?
  3. Mulailah membaca sehari 10 halaman, yang penting konsisten. Kalau ngantuk, paksakan sampe target tercapai.
  4. Kalau ada ide yang terlintas, catat! Sebab inspirasi tak datang dua kali.
  5. Pilihlah topik buku yang paling kamu sukai dan inginkan.
  6. Temukan hal yang membuatmu ketagihan, ulangi, hingga menjadi kebiasaan.

Sesederhana itu sih, tapi dalam prateknya ketika masih baru, cukup berat. Beratnya sih karena belum terbiasa aja.

Itulah kenapa saya minta kamu mesti menemukan rasa ketagihan, karena itulah bahan bakar untuk membentuk kebiasaan.

Bagaimana? Tertarik untuk membangun kebiasaan membaca dari sekarang?

Dwi Andika Pratama Professional Impactful Writer. Blogger since 2012. Book Addict.

One Reply to “Apa Rasanya Setelah 8 Tahun Suka Baca Buku?”

  1. Satu frekuensi nih kadika,
    Memang, kalau udah candu rasanya yang dibutuhkan buat pegangan bukan cuma uang tapi buku. Beda soalnya, ketika baca buku seolah ngobrol langsung sama penulisnya dan selalu banyak hal baru yang bisa didapat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.