Dwi Andika Pratama Impactful Writer Expert. Love Writing and Marketing. Book Addict.

Kita Tergerak Karena Apa?

1 min read

Sering kali kita mendapati diri tak ingin melakukan apa-apa, enggan berpergian, kok rasanya mager. Apakah kamu merasakan itu?

Tenang. Kamu nggak sendirian. Ada banyak orang yang terkadang kehilangan motivasi untuk tergerak padahal semua itu soal persepsi saja.

Khrisnamurti dalam Share The Key “setiap perilaku yang dimunculkan pikiran bawah sadar mengandung pesan”.

Apa maknanya?

Ketika kamu merasakan pusing apa yang kamu akan lakukan? Tergerak untuk tidur, minum obat, atau jogging?

Pusing bagian dari pesan dari pikiran bawah sadar, entah kurang tidur, banyak pikiran, atau banyak cicilan? Hehehe.

Kenali rasa pusing itu dan ketahui pesan apa yang ingin disampaikan. Jangan kaget tiba-tiba pusing itu hilang tanpa harus minum obat.

 

Pikiran yang Menggerakkan!

Rhenald Kasali dalam Self-Driving mengatakan “yang menggerakkan kita bukanlah kaki, tapi pikiran”. Ada benarnya juga sebab Filsuf, John Dewey “pikiran itu seperi parasut, yang hanya berfungsi ketika terbuka”.

Ketika kamu merasa takut apa yang kamu akan lakukan? Berdiam, melawan, atau menerima rasa takut itu?

Bayangkan ketika kamu pergi ke toko buku Gramedia tapi tak terbayang dan nggak tau mau beli buku, mungkin kamu agar mager untuk ke sana.

Tapi…

Ketika kamu mengetahui buku yang akan kamu baca. Jangan kaget, kalau tiba-tiba kamu mendapatkan buku yang kamu inginkan dan idam-idamkan selama ini.

 

Tips Anti Mager (malas gerak)

Mungkin kamu masih belum tau apa yang semestinya kamu lakukan. Tetap aja mager. Tapi tentang sebentar lagi kamu akan tergerak dan nggak mager lagi. Seperti kata Tony Robbins “energi mengalir ke mana fokusmu”.

Untuk mengubah fokus, mudah sekali. Kamu tinggal melontarkan pertanyaan ke diri sendiri “apa yang saya inginkan?”. Jangan berpikir, langsung jawab secara spontan.

Mungkin kamu ingin melakukan yang sudah lama kamu ingin lakukan. Itulah prinsip kerja pikiran bawah sadar yang nggak ingin diburu-buru.

 

Mengubah Gerak, Mengubah Emosi

Masih dengan Coach terbaik di dunia. Tony Robbins, beliau mengakatan “emotion created by motion”.

Ketika kamu mager, coba ubah dari duduk menjadi berdiri. Lalu menarik nafas yang panjang. Apa yang kamu rasakan? Merasa membaik ‘kan?

 

Inspirasi Tak Perlu Dicari

Ada yang aneh dari kita, ketika kita enggan tergerak “belom ada inspirasi sih”. Padahal sejatinya inspirasi tak perlu dicari.

Seperti kata Rene Suhardono dalam #Ultimat3U “inpirasi alias inpirare artinya bernafas, selama bernafas, kita terinspirasi”.

Berhubungan dengan mindfulness, dimana ketika kita fokus ke nafas, menikmati ritme bernafas.

Kita perlahan dan merasakan ketenangan. Ketika sudah tenang, inspirasi itu muncul ke permukaan.

Jangan paksa untuk terinspirasi, tapi izinkan diri kita terinspirasi dengan menikmati ritme setiap tarikan nafas.

 

Malas Bisa juga Pesan

Ya, ketika kamu malas bisa jadi pesan untuk beristirahat. Ingat! Sangat berbeda bermalas-malasan dengan rebahan sambil main gadget. Sebab, main gadget itu butuh energi, juga fokus.

Kalau malas, yaudah nikmati saja. Tanpa mesti terhubung dengan koneksi internet. Katanya malas ngapa-ngapain kan? ^_^

Dwi Andika Pratama Impactful Writer Expert. Love Writing and Marketing. Book Addict.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.