Kenapa Kamu Suka Mencoba Banyak Hal? Cara Mengubah Eksplorasi Jadi Proses Belajar Lompat ke konten

Kenapa Kamu Suka Mencoba Banyak Hal? Cara Mengubah Eksplorasi Jadi Proses Belajar

Profesional muda mencatat beberapa proyek untuk mengeksplorasi minat karier

“The important thing is not to stop questioning.

Curiosity has its own reason for existing.”

Albert Einstein

Kamu lagi fokus membangun karier, tapi akhir-akhir ini malah tertarik belajar desain, ikut kelas public speaking, atau mencoba proyek di luar pekerjaan utama?

Kadika pernah ngerasa begitu, lalu bertanya-tanya apakah minat yang berpindah-pindah itu tanda kurang fokus.

Padahal, suka mencoba banyak hal belum tentu berarti kamu gak punya arah.

Bisa jadi kamu lagi mengumpulkan pengalaman untuk memahami kemampuan, minat, dan jenis pekerjaan yang paling cocok.

Bedanya, eksplorasi yang membantu karier perlu disertai refleksi, bukan cuma daftar aktivitas baru.

 

Kenapa Mencoba Banyak Hal Bisa Jadi Proses Belajar?

Profesional muda merefleksikan pengalaman dan minat karier
Pengalaman berbeda bisa memberi petunjuk tentang kemampuan yang kamu nikmati.

Setiap hal baru memberimu kesempatan melihat diri sendiri dalam situasi berbeda.

Kamu mungkin mengira suka menulis, lalu sadar bagian yang paling kamu nikmati adalah merapikan ide yang berantakan.

Atau kamu ikut menjadi panitia acara karena tertarik membangun jejaring, tetapi ternyata paling bersemangat saat menyusun jadwal dan mengatur kerja tim.

Pengalaman kayak gitu memberi petunjuk lebih nyata daripada sekadar membayangkan pekerjaan yang kelihatannya menarik.

Dalam buku Range, jurnalis David Epstein membahas gimana pengalaman luas dan periode mencoba berbagai bidang bisa membantu seseorang menemukan kecocokan.

Gagasan itu bukan berarti kamu harus terus berganti pekerjaan tanpa pertimbangan.

Intinya, pengalaman lintas bidang bisa membentuk cara berpikir dan keterampilan yang berguna saat kamu menemukan tantangan yang tepat.

Kamu bisa melihat penjelasan bukunya di Range karya David Epstein.

Misalnya, pengalaman mengelola acara kecil bisa melatih koordinasi, komunikasi, dan pengambilan keputusan.

Keterampilan itu mungkin berguna saat kamu bekerja sebagai project manager, pemasar, konsultan, atau pemilik usaha.

Jadi, nilai sebuah pengalaman gak selalu kelihatan dari nama kegiatannya.

Nilainya bisa muncul dari kemampuan yang kamu bawa ke pekerjaan lain.

“Kalau aku suka banyak hal, apa artinya aku gak punya tujuan?”

Belum tentu, karena tujuan karier gak selalu datang sebagai satu jawaban besar yang muncul sekaligus.

Kadang arahnya terlihat setelah kamu membandingkan beberapa pengalaman dan menemukan pola yang berulang.

Kadika dulu sempat mengira orang yang serius berkarier harus cepat memilih satu jalur dan menutup pintu lain.

Namun, fokus gak harus berarti berhenti penasaran.

Fokus bisa berarti memilih satu eksperimen kecil yang relevan dengan arah karier, lalu mempelajari hasilnya dengan sungguh-sungguh.

 

Ubah Rasa Penasaran Jadi Eksperimen Kecil

Seseorang mengerjakan proyek kecil untuk menguji minat baru
Proyek kecil membantu menguji minat tanpa harus mengambil keputusan besar.

Eksplorasi akan lebih berguna kalau kamu mengubah minat menjadi percobaan yang jelas batasnya.

Daripada berkata, “Aku mau belajar desain,” tentukan proyek kecil seperti membuat satu halaman portofolio atau merancang poster untuk acara komunitas.

Proyek nyata membuatmu berhadapan dengan bagian pekerjaan yang sering gak terlihat dari luar.

Kamu akan tahu apakah suka memikirkan konsep, menerima revisi, mengatur waktu, atau justru menikmati hasil akhirnya saja.

Coba pakai tiga pertanyaan sebelum memulai.

  • Apa kemampuan yang ingin kamu uji?
  • Apa hasil kecil yang bisa selesai dalam dua sampai empat minggu?
  • Apa tanda yang bisa kamu amati untuk menilai pengalaman ini?

Contohnya, kalau kamu penasaran dengan analisis data, targetmu bisa menyelesaikan kursus dasar dan membuat satu laporan sederhana dari data publik.

Ukuran berhasilnya gak harus langsung mendapat klien atau promosi.

Kamu bisa menilai apakah tertarik mencari pola, nyaman menjelaskan temuan, dan bersedia mengulang prosesnya saat hasil pertama berantakan.

“Tapi kan waktuku udah penuh sama kerjaan?”

Nah, eksperimen kecil justru cocok buat jadwal yang padat karena kamu gak harus mengambil keputusan besar dulu.

Alokasikan dua jam tiap minggu selama sebulan, lalu lindungi waktu itu seperti janji kerja yang penting.

Kalau proyeknya terasa terlalu berat, kecilkan ukuran tugasnya, bukan langsung menyimpulkan bahwa kamu gak mampu.

Kadika pernah membuat target belajar yang ambisius, lalu malah sibuk merasa bersalah karena gak sanggup menjalankannya.

Belajar satu jam dengan konsisten lebih memberi informasi daripada membeli lima kelas yang akhirnya cuma jadi koleksi tab, hehehe.

Dalam buku Designing Your Life, Bill Burnett dan Dave Evans mengajak pembaca menggunakan pendekatan desain untuk membangun pilihan hidup dan karier.

Mereka mendorong eksperimen dan percakapan untuk menguji kemungkinan, bukan menunggu satu jawaban sempurna datang dari langit.

Kamu bisa mengenal pendekatannya lewat situs Designing Your Life.

Coba juga berbicara dengan seseorang yang menjalani pekerjaan yang ingin kamu pahami.

Tanyakan bagian apa yang paling menyenangkan, bagian apa yang paling melelahkan, dan keterampilan apa yang paling sering dipakai.

Jawaban mereka bisa membantumu membedakan gambaran pekerjaan dari rutinitas sebenarnya.

 

Catat Pelajaran, Bukan Cuma Aktivitas

Tangan menulis refleksi setelah menyelesaikan sebuah proyek
Catatan singkat membantumu melihat pola dari pengalaman.

Kalau kamu mencoba banyak hal tanpa mencatat apa pun, pengalaman itu gampang terasa seperti kumpulan kesibukan yang gak saling terhubung.

Setelah setiap eksperimen, luangkan sepuluh menit untuk menulis apa yang terjadi dan gimana perasaanmu saat mengerjakannya.

Kamu gak perlu membuat jurnal panjang atau menulis dengan gaya yang rapi.

Cukup catat tugas yang membuatmu bersemangat, hal yang menguras energi, dan kemampuan yang terasa berkembang.

Misalnya, setelah membantu teman mengelola promosi acara, kamu menulis bahwa senang menyusun pesan, menikmati membaca respons audiens, tetapi kurang suka membuat desain berulang.

Catatan itu memberi petunjuk lebih spesifik daripada kesimpulan, “Aku suka marketing.”

“Kalau eksperimennya gagal, berarti waktuku kebuang dong?”

Gak selalu, karena kegagalan kecil bisa memberi informasi yang mencegahmu mengambil risiko lebih besar tanpa persiapan.

Kalau kamu mencoba jualan produk buatan sendiri dan gak menikmati urusan stok, kamu bisa belajar bahwa minat pada produk gak otomatis berarti cocok menjalankan operasional bisnis.

Pengalaman itu tetap punya nilai kalau kamu bisa menyebutkan apa yang sekarang kamu tahu.

Jangan menilai percobaan hanya dari hasil luar, seperti penghasilan, jumlah pengikut, atau komentar orang lain.

Lihat juga hasil belajarnya, misalnya kamu makin paham jenis tugas yang cocok dan keterampilan apa yang perlu dilatih.

Kadika merasa terbantu saat mulai membedakan aktivitas yang terlihat keren dari pekerjaan yang benar-benar ingin Kadika lakukan setiap minggu.

Perbedaan itu sering baru ketahuan setelah kamu merasakan prosesnya, termasuk bagian yang membosankan.

Kalau catatanmu menunjukkan minat yang berulang, cari benang merah di baliknya.

Mungkin bukan bidangnya yang sama, melainkan pola kerja seperti memecahkan masalah, membantu orang memahami informasi, atau menghubungkan banyak pihak.

Pola itu bisa menjadi bahan untuk memilih proyek berikutnya atau memperbaiki arah pencarian kerja.

 

Kapan Eksplorasi Perlu Diarahkan Lagi?

Profesional muda meninjau rencana dan arah pengembangan karier
Meninjau eksperimen secara berkala membantu menjaga fokus.

Mencoba banyak hal tetap membutuhkan batas supaya rasa penasaran gak menghabiskan energi dan uang tanpa menghasilkan pembelajaran.

Periksa kembali eksperimenmu setiap satu atau dua bulan.

Tanyakan apakah kegiatan itu masih menguji hal yang ingin kamu ketahui, apakah jadwalnya realistis, dan apa yang akan kamu lakukan dengan hasilnya.

Kalau tiga kali berturut-turut kamu menunda proyek karena gak tertarik pada prosesnya, itu juga informasi penting.

Kamu gak wajib meneruskan setiap minat hanya karena pernah mengumumkannya kepada teman atau membeli perlengkapannya.

“Berarti aku harus cepat menentukan satu pilihan setelah mencoba beberapa hal?”

Enggak juga, kamu bisa menyimpan beberapa kemungkinan sambil memilih satu fokus utama untuk periode tertentu.

Contohnya, selama delapan minggu kamu bisa memprioritaskan proyek analisis data, sementara minat lain cukup dicatat untuk kesempatan berikutnya.

Cara ini membantu kamu tetap terbuka tanpa membuat semua hal berebut perhatian di waktu yang sama.

Kalau pekerjaan utamamu sedang berat, pilih eksperimen yang mendukung keterampilan yang juga dibutuhkan dalam karier sekarang.

Seorang account executive, misalnya, bisa mencoba menulis studi kasus singkat untuk melatih analisis kebutuhan dan komunikasi tertulis.

Seorang desainer bisa membantu tim menyusun panduan penggunaan produk untuk belajar menjelaskan keputusan desain dengan lebih jelas.

Eksperimen yang berdekatan dengan pekerjaan utama biasanya lebih mudah dijalankan dan lebih gampang ditunjukkan dalam portofolio.

Kadika menyarankan kamu mengakhiri setiap percobaan dengan satu keputusan kecil, seperti lanjut, ubah pendekatan, atau berhenti dulu.

Keputusan kecil itu bukan vonis tentang masa depanmu.

Itu cuma cara memakai informasi yang baru kamu kumpulkan agar langkah berikutnya lebih masuk akal.

Hari ini, coba pikirkan satu hal yang bikin kamu penasaran belakangan ini.

Tulis apa yang ingin kamu pelajari darinya dan pilih versi percobaan yang bisa selesai dalam sebulan.

Setelah itu, tanyakan pada diri sendiri apa yang berubah dalam pemahamanmu tentang pekerjaan, energi, atau kemampuanmu.

Kalau Kadika boleh kasih satu ajakan, jangan cuma menghitung berapa banyak hal yang pernah kamu coba.

Perhatikan juga pelajaran apa yang bisa kamu bawa ke pekerjaan dan keputusan berikutnya.

Dari sana, rasa penasaranmu bisa berubah jadi arah yang makin jelas, satu pengalaman kecil demi satu pengalaman kecil.

Gratis dibaca. Kalau kebantu, boleh traktir kopi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.