DiaryRamadhan: Bulan Ramadhan Mengantarkanku Menjadi Professional Blogger

DiaryRamadhan: Bulan Ramadhan Mengantarkanku Menjadi Professional Blogger

Setiap manusia pasti memiliki pelajaran hidup yang berharga. Dimana ia akan selalu mengingat sepanjang hidupnya. Karena ada pelajaran yang amat berharga.

Karena manusia cenderung mengingat hal yang menyakitkan atau menyenangkan. Setuju ya sobat?

Begitu pun aku. Aku masih ingat dan sadar betul kalau aku bukanlah orang yang menyukai aktivitas membaca dan menulis.

Jangankan untuk menulis sebuah artikel atau curhatan. Aku membaca buku pun rasanya berat hati doan berat mata (baca: ngantuk).

Tahun 2011. Tepat bulan ramadhan. Aku diajak oleh kaka ku untuk pergi ke toko buku di Lippo Mall Karawaci.

Aku masih ingat betul saat aku memasuki toko buku tersebut. Aku merasakan pusing sekali saat membaca buku. Jangankan ingin membeli. Berlama lama saja aku tak ingin.

Sampai kaka ku merasa heran mengapa aku demikian. Ya, aku terus mengajak kaka ku untuk pulang.

Padahal kaka ku sendiri adalah maniak membaca. Dia bisa habis berjam jam bila sudah membaca buku.

Tahun 2011 adalah tahun aku mengawali sekolah di MAN Parungpanjang (sekarang MAN 5 Kab. Bogor).

Hal yang paling berkesan pada saat bulan Ramadhan tahun itu, aku bisa buka bersama teman teman kelas.

Namun aku merasa bulan ramadhan tahun itu, nggak tanda menunjukan bahwa aku akan menjadi Professional Blogger. Ada di ramadhan tahun berapa? Simak terus ya.

 

Satu Buku yang Mengubah

Pada ramadhan tahun 2012. Aku ikut Pesantren Kilat alias sanlat di sekitar masjid komplek rumah. Masjid di komplek perumahan ku memang rutin sekali mengadakan sanlat setiap tahunnya.

Tahun ini sanlatnya ada doorprize. WOW! Aku paling suka ketika mengikuti acara lalu pulang mendapatkan sesuatu yang aku bisa ceritakan kepada kedua orang tuaku.

Aku mendapatkan buku tulis, sedangkan sepupu ku mendapatkan buku bacaan. Entah bagaimana ceritanya aku merasa iri dengan apa yang didapatkan oleh sepupu ku.

Diperjalanan aku coba tanya kepada sepupu ku. Saat aku tanya aku boleh meminjamnya atau nggak.

Ia membolehkannya aku membaca terlebih dahulu. Maklum ia baru lulus SD. Jadi belum mengerti betul apa yang ia dapatkan.

Aku nggak terlalu ingat betul buku tersebut. Kalau nggak salah judul bukunya “Muslim To Do List”. Namun pada inti buku tersebut kita sebagai remaja muslim mesti memiliki prioritas dalam sehari hari.

Untuk apa? Agar kita sebagai remaja muslim bisa menjadi lebih produktif dan memaksimalkan waktu yang telah Allah anugerahkan.

Disitu kok aku merasa ditampar ya? Selama ini aku terkadang nggak sadar apa yang aku lakukan. Intinya aku merasa ingin berubah menjadi lebih baik lagi.

Tapi ini buku bukan yang mengubah ku.

Aku masih ingat betul agustus 2012. Ramadhan kali itu aku malah yang meminta Ayah ku untuk berkunjung ke toko buku yang ada di Lippo Mall Karawaci.

Aku langsung ke rak buku islam. Aku mencoba mencari buku yang serupa, aku mulai menikmati sajian kalimat yang ada di buku.

Bertemulah aku dengan buku “Allah tak pernah ingat janji” karangan siapanya aku lupa. Bahkan sampai sekarang aku pun belum menyelesaikan buku tersebut.

“kalau mau bacanya lama, mending beli aja” ujar Ayahku.

Yasudah, aku langsung ke kasir untuk membayar buku tersebut. Saat itu aku sudah menyisihkan jajan yang diberikan oleh Ayahku.

Sesampainya di rumah aku membaca buku tersebut. Tak sampai habis. Aku benar benar ditampar habis habisan.

Aku diingatkan dosa yang telah aku lakukan. Banyak hal yang diingatkan oleh buku tersebut. Sampai aku meneteskan air mata.

Tak sampai selesai aku membaca buku tersebut. Aku langsung bawa ke sekolah. lalu teman teman melirik lalu meminjam buku tersebut. SubhanaaAllah atas izin Allah melalui buku tersebut. Teman ku pun ikut hijrah.

Dari buku ini, aku bertekad tak ingin menjadi manusia yang bodoh (sebagaimana disampaikan di buku tersebut). Aku benar benar tak ingat apa membuat ku berubah menjadi suka membaca.

Di sini belum ada tanda tanda aku akan memilih menjadi Professional Blogger. Sungguh, aku bersyukur sekali kepada Allah. Kalau saja aku tak merasa iri kepada sepupu ku, mungkin aku sekarang belum tentu menyukai aktivitas membaca.

Berkah ramadhan sekali ramadhan tahun ini. Aku bisa meningkatkan kualitas keimanan dan pribadi ku.

 

Buku menjadi perjalananku.

Hingga ramadhan selanjutnya aku menjadi lebih banyak membaca buku, pernah ramadhan saat itu aku membaca buku hingga 7 buku dalam seminggu. Ini pencapaian yang pernah aku raih selama bulan ramadhan.

Hingga akhirnya aku memutuskan untuk menjalani profesi Professional Blogger. Tahun ini, tahun 2017. Aku lebih banyak melakukan hal yang mengarah ke profesi Professional Blogger. Wajar, karena aku sebelumnya memutuskan untuk menjadi Professional Blogger.

Namun, ramadhan tahun ini terasa begitu indah. Allah mengabulkan doa ku. Aku ingin laptop baru. Allah memberikan ku jalan untuk menjadi juara 1 dan aku dapatkan keinginan ku dari hadiah juara 1 tersebut. Sungguh ini nikmat yang membuat syukurku semakin meningkat.

Ramadhan, Berkah Ramadhan, Puasa, Umroh Murah, Travel Umroh, Ibadah Umroh, Biaya Umroh, Umroh Ramadhan, Haji Umroh, Daftar Umroh.

#LebihDariSekedarNikmatnyaIbadah #SemuaBisaUmroh

Tulisan ini diikutsertakan Blog Contest Ramadhan  Bersama Abutours & Travel 

tulisan kedua -> klik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

FREE EBOOK + WEBINAR

Dapatkan Ebook Pengembangan Diri untuk Kebahagiaan, Keahlian, dan Motivasi Anda dan WEBINAR Cara Jitu Jadi Blogger Produktif!




BERHASIL! Cek Email untuk lebih lanjut!