3 Tanda Kamu Mencintai Pekerjaanmu

3 Tanda Kamu Mencintai Pekerjaanmu

Pekerjaan adalah bagian dari kehidupan. Pasalnya kita udah memporsir waktu 1/3 untuk bekerja. Iya kan? Alias 8 Jam dari 24 jam. atau mungkin ada yang lebih dari itu.

Pekerjaan adalah peran kehidupan yang dimainkan. Karena tak semua lulusan sarjana benar benar bekerja sesuai jurusannya. Apa pasal?

Mengutip dari Vlog Tech In Asia Indonesia persoalan ini terjadi karena perusahaan memiliki masalah yang belum tentu solusinya adalah dari jurusan kita.

Itu pun kalau masih berhubungan akan kalah mereka yang memiliki pengalaman lebih banyak.

Ada rekanku sedang menempuh studi di FKIP tapi berbisnis EO yang notebene pekerjaan itu lebih handal dan detail bila dikerjaan oleh Anak PR(Public Relations).

Ya, faktanya begitu…

Aku juga begitu. Kuliah di Advertising, Universitas Muhammadiyah Tangerang.Dan disamping itu aku mampu membuat website yang persepsi publik berpikir mesti anak IT.

Namun, ada garis singgungnya, ada titik temunya, yakni Copywriter. Dalam advertising kan belajar Copywriting.

Makanya aku punya tanggungjawab lebih besar ketimbang orang yang bukan mengambil konsentrasi ini. Aku aja sih yang ngerasa begitu. 😀

Ya malu maluin aja. Hehe. Walau faktanya juga gak begitu. Aku mengamati teman teman ku.Ya, teman teman ku rata rata bekerja sambil kuliah dan kuliah sambil bekerja. Lah kan sama aja?

Agak sama sih…

Kalau bekerja sambil kuliah, awalnya mereka bekerja dulu, baru kuliah. Kalau kuliah sambil bekerja, mereka kuliah dulu, baru cari kerja. Tapi itu Bukan persoalan. Cuman mereka bisa diukur dari pengalaman bekerja.

Dan aku pun begitu, pernah kuliah sambil bekerja. Ini adalah opini yang ku dapatkan dari kontemplasi selama di perjalanan, di kamar, bahkan di WC *ups.

sumber: unsplash.com

#1. Berani Narsis

Aku mengamati mereka jauh lebih enjoy, terlihat happy, walau realitanya gak begitu (ya, wajar namanya juga dunia kerja).

Tapi orang yang berani narsis di tempatnya kerjanya. Itu tanda pertama orang mencinta pekerjaannya (opini).

Logika sederhananya begini…

Ketika aku bekerja menjadi Digital Marketing Strategist di JakCloth online, ya aku berani narsis aja. Wong ini passion ku. Kesenanganku.

“ah itu sih elu dik, enak kerjaannya”
“kalau bagimu enak, nih kerjain. pasti mabok dah” 😛

Pekerjaan itu tetep ada gak enaknya, ada capeknya. cuman karena kita enjoy dan mencintai. Kekuatan bertahan kita lebih tangguh. gitu.

Inget ya, kesenangan dalam bekerja itu gak semua orang dapet. Asli. Makanya aku bangga kepada mereka yang tetep narsis di tempat kerja.

Narsis di tempat kerja itu, lebih banyak updatenya, tampil pede di depan kamera pakai atribut perusahaan, ya pokoknya udah merasa memiliki gitu deh.

Oke deh. Gak mesti narsis di tempat kerja. Minimal menunjukkan kebahagiaan, kesenangan saat bekerja itu udah bagian dari mencintai pekerjaannya.

sumber: unsplash.com

#2. Rasa Memiliki yang tinggi

Tak sedikit perusahaan yang bergerak di bidang retail, jasa, dan jenis lainnya. Pasti suka ada promo promo tuh. Aku amatin nih.

Ya, terlepas apa pun job desknya kalau emang merasa memiliki. Biasanya orang itu bakalan update. Di media sosialnya.

Dengan bangga dan pede menyampaikan informasi itu. Ya sampelnya lebih dari satu orang yang ku dapati seperti itu.

#3. Memaknai Pekerjaan

Nah, ini udah tahapan tinggi nih. Yakni memaknai. Contoh misalnya di hati mu terbesit “Seandainya aku tak bekerja di sini, tak masuk sehari hanya karena alasan malas, berapa banyak orang yang tak terlayani.” Itu bagian dari memaknai pekerjaan.

Pokoknya pekerjaannya begitu bermakna, memberikan satu perspektif baru dalam kehidupan.

Contoh, saat aku menunda menulis informasi yang harus ku upload di web portal official. Ada berapa banyak orang yang menunggu informasi ini release. Iya ga?

Karena narsisme itu terhubung ke jiwa. Ya, jiwa manusia kan ingin dilihat, diapreasiasi. Walau niatnya gak begitu, walau sekedar share aja.

Kalau pekerjaan yang bagian dari kehidupan udah masuk ke narsisme. Bisa jadi itu udah menjiwai. Hehehe.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.