Kenapa Harus Menulis? Simak 3 Alasannya di sini!

Kenapa Harus Menulis? Simak 3 Alasannya di sini!

Kenapa harus menulis bukan berbicara? Bukan menghitung? Bukan pula menari?

Begini, masih ingatkah kamu pepatah klasik mengatakan “Buku adalah Jendela Dunia”.

Dan itu memang benar adanya, karena dengan membaca kita bisa tahu apa saja yang terjadi di dunia ini.

Ada juga sekarang pepatah yang sangat menggugah semangat kita.

“Membaca akan membuatmu melihat dunia. Menulislah, maka dunia akan melihatmu”.

Ada juga pepatah “Gajah meninggalkan gading, harimau meninggalkan belang, dan manusia meninggalkan nama”.

Nah, nama di sini bisa artikan nama yang terpampang dalam setiap tulisan atau buku yang kita tulis dan diterbitkan adalah nama Kamu.

Bukankah kamu ingin menjadi lebih bermanfaat?

 

#1. Sebuah Tujuan yang Mulia

Menulis adalah aktivitas yang memiliki tujuan yang mulia, karena keterbatasan media dalam menyampaikan pesan, maka menulis adalah jalan keluarnya.

Mari simak. Kitab suci diturunkan dalam bentuk wahyu yang disampaikan kepada Nabi.

Contoh, Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu melalui malaikat Jibril A.S. dan dalam kurun 23 tahun Nabi berdakwah akhirnya Nabi meninggal dunia.

Tetapi ada yang meneruskan agama Allah tersebut.

Yakni ada empat sahabatnya. Pada zaman Usman bin Affan Al Quran sebagai Kitab Suci umat islam mengalami pada puncaknya.

Karena pada saat itu AL Quran lengkap dibukukan.

Dan akhirnya menjadi kita Suci Umat Islam. Mungkin begitu juga terjadi di agama Nasrasi, Yahudi.

 

Bagaimana bila tidak ada aktivitas menulis sampai saat ini?

Mungkin dunia ini akan gelap gulita, karena tidak ada ilmu yang diturunkan.

Karena menuliskan apa yang kita ketahui dan pernah lakukan adalah sarana untuk berbagi ilmu kepada banyak orang.

Termasuk di zaman sekarang menulis blog adalah sesuatu yang mulia bila tulisan tersebut isinya menginspirasi pembacanya melakukan hal yang baik.

 

#2. Cara Efektif selain Berbicara

Bila kita tidak bisa menyampaikan secara lisan, kita bisa menyampaikan secara tulisan.

Sekarang mungkin melakukan aktivitas menulis pesan sangatlah mudah apalagi sekarang aplikasi chatting kian menyerbak di internet.

Tinggal kita pilih dan merasa nyaman menggunakan aplikasi apa untuk chatting.

Dahulu, mungkin tidak semudah ini dalam mengirim pesan.

Mereka harus menunggu beberapa hari bahkan beberapa minggu untuk menerima surat balasannya.

 

Jadi kalau saat ini ada orang yang mengatakan “aku gak bisa nulis”, “gue gak bisa menulis”.

Semuanya itu bohong karena menulis layaknya seperti berbicara.

Semua orang bisa menulis asalkan apa yang ia tulis yang diketahui dan pernah dilakukan (ini cara termudah untuk bisa menuangkan apa yang ada pikiran untuk menuliskan sesuatu).

 

Kebanyakan dari kita merasa tidak bisa menulis karena kita terlalumembandingkan diri dengan seorang penulis yang profesional.

Katakanlah Penulis buku. Kamu boleh mengatakan “ah dia mah gampang, udah bisa nulis buku, lah gue?”.

Saya berkeyakinan bahwa orang yang menulis buku dan lancar menulis karena dahulunya membiasakan untuk menulis walaupun tidak sesuai keinginan (Walaupun moody, tetapi mereka tetap menulis).

Ingat! kebanyakan dari kita, kita ingin menulis apa yang kita inginkan, dan terkadang membuat tulisan yang belum kita ketahui dan alami akan tidak mudah untuk menuangkannya dalam bentuk tulisan.

Menurut hemat Saya untuk membiasakan menulis, hingga bisa menjadikan sebuah buku ialah dengan membiasakan menulis apapun yang terjadi saat itu.

Mau berapa halaman pun silakan saja yang terpenting kita bisa menuangkan apa yang terjadi saat itu, apa yang terlintas dalam pikiran kita.

Intinya menulis tanpa dikritisi oleh pikiran yang lainnya.

 

#3. Menulis adalah komunikasi

Menulis adalah bagian dari komunikasi.

Di Era digital ini orang lebih sering melakukan komunikasi dengan menulis.

Karena kebanyakan dari kita selalu membuka dan melakukan aktivitas chatting bersama teman atau pelanggan (bagi Kamu pelaku olshop).

 

Kebanyakan dari kita juga kurang memahami bagaimana komunikasi yang efektif dan efisien dalam berkomunikasi di chatting.

Karena ada masih ada beberapa orang yang merasa tidak dihargai ketika pesannya hanya dibaca saja.

Saya katakan sebelumnya bahwa kita bukan tidak bisa menulis,

tetapi karena kita terlalu banyak berharap agar tulisan kita sama seperti seorang penulis.

Terkadang juga belum memiliki perbendaharaan kata yang banyak.

 

Karena dulu bayi ketika lahir tidak bisa bicara, karena sering mendengarkan orang sekitarnya berbicara.

Ya, akhirnya lama kelamaan bisa berbicara dengan baik dan lancar. Dan semua  itu ada prosesnya.

Saya berani mengatakan itu karena saya mengalami dimana posisi tersebut, yakni menyalahkan oranglain dan kondisi.

Padahal bukan itu, tetapi diri kita sendiri yang salah. “Kenapa kurang baca?”, “Kenapa tidak membiasakan menulis sejak saat ini?”.

 

Maka dari itu simaklah selalu blog marimenulis.com ini karena isinya tidak jauh dari dunia menulis.

Mungkin Kamu yang berkeinginan menjadi seorang penulis.

Hal yang termudah adalah menuliskan apapun, kapan pun, di mana pun, dan sekecil apapun.

Sesederhana itu…

Jangan berpatok terhadap EYD dan kosa kata yang baku.

Abaikan saja dulu, Kamu mulai saja menulis.

Dan itu akan menjadi alat komunikasi Kamu kepada banyak orang.

 

Langkah Selanjutnya …

 

Setelah Kamu sadar bahwa kebanyakan dari kita itu terlalu membandingkan diri dengan seorang penulis yang profesional.

Itulah salah alasan mengapa Kamu saat ini belum mulai menulis.

Oh yah, satu lagi. Kita juga terlalu perfeksionis karena ingin menulis dengan bagus dan enak dibaca.

Ingat semua itu memerlukan latihan.

Hal yang paling mudah yang harus Kamulakukan.

MENULIS saja, apa pun yang terjadi, yang ada di pikiran Kamu, atau sekedar curhatan hati.

Ingat! Tulislah dengan jujur. Tulislah apa adanya.

Jangan memaksakan jumlah kata, yang paling terpenting. MENULIS saja. ^_^ sekian. []

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.