“Bukan aktivitas yang membuat orang terganggu, melainkan pengertian keliru yang membuat mereka menggila.” — Seneca
Kamu pernah nggak sih buka Instagram, Twitter, atau TikTok cuma sebentar… eh ujung-ujungnya malah bete?
Padahal niat awalnya mau refreshing, tapi kok mood jadi kacau. Kadika juga pernah ngalamin itu, kok. 😅
Bahkan akhir-akhir ini terkadang suka tegang kalau kelamaan scrolling Threads. wkwkwk. Ada yang ngalamin juga?
Nah, kenapa bisa begitu?
Sering kali kita nyalahin sosmed, “Gara-gara IG aku insecure.”
Padahal, yang bikin kita stres bukan aplikasinya, tapi cara pikiran kita menafsirkan isi timeline.
Makanya, kalau pengen waras di medsos, bukan berarti harus uninstall, tapi belajar ngelatih cara berpikir.
Sosmed Nggak Selalu Jahat, Tapi Pikiran Kita Bisa Menjebak
Banyak orang salah kaprah: ngerasa sosmed itu biang keladi masalah mental.
Padahal, sosmed cuma alat. Yang bikin kita kepancing emosi itu pikiran kita sendiri.
Misalnya, lihat orang pamer mobil baru → pikiran langsung bilang: “Duh, hidupku gagal banget.”
Padahal, faktanya sederhana: ada orang beli mobil, terus posting. Yang bikin sakit hati itu tafsir kita sendiri.
Kita Sering Berinteraksi dengan Pikiran, Bukan Orangnya
Di dunia nyata, komunikasi lengkap: ada suara, ada ekspresi, ada bahasa tubuh. Jadi kalau orang bercanda, kita paham maksudnya.
Tapi di medsos, kita cuma ketemu isi pikiran orang dalam bentuk teks, gambar, atau video.
Nggak ada intonasi, nggak ada mimik wajah, nggak ada konteks penuh.
Akibatnya gampang salah tafsir, gampang tersulut, dan ujungnya stres.
Nah, biar nggak gampang keseret emosi, ini 5 cara berpikir yang bisa jadi bentengmu. 🚀
1. Setiap Orang Punya Hak Berpendapat
Kadika sering lihat komentar yang bikin gatel pengen balas. Tapi, lebih milih nggak jadi komen.
Dan sadar deh: orang lain punya hak ngomong, sama kayak kita.
Kita nggak bisa maksa pikiran mereka sama persis kayak kita.
Kalau mindset ini dipakai, hati jadi lebih adem. Karena beda pendapat itu wajar, bukan ancaman.
Intinya jangan maksain orang lain sama dengan pemikiran kita.
2. Aktivitas Orang Lain Bukan Ancaman Buat Kita
Jujur, dulu Kadika sering kesel lihat orang pamer.
Tapi setelah dipikir, masalahnya bukan di orangnya, tapi di aktivitasnya.
Sekarang kalau ada postingan bikin sebel, Kadika bilang ke diri sendiri: “Ini netral, aku hanya nggak suka bagian diriku yang ada di orang lain.”
Yes, apa yang kita nggak sukai di orang lain, sebenarnya itu adalah bagian dari diri kita yang kita nggak suka—dan belum menerimanya.
3. Sosmed Itu Cuma Highlight, Bukan Realita Penuh
Postingan keren itu cuma potongan hidup orang lain.
Kamu nggak lihat bagian gagalnya, nangisnya, atau capeknya.
Jadi, jangan bandingin hidup full version-mu dengan highlight mereka.
Kamu punya jalurmu sendiri, dan itu tetap berharga.
Ada kutipan yang berbunyi, “jangan gunakan penggaris orang lain untuk mengukur kemampuan diri.”
4. Jangan GR, Nggak Semua Postingan Tentang Kamu
Kadika pernah baca status orang, terus kepikiran, “Wah ini pasti nyindir aku.”
Padahal? Nggak ada hubungannya sama sekali. 🤣
Ingat, nggak semua yang ada di timeline itu soal kamu.
Kalau bisa stop GR, energi mentalmu lebih hemat, stres pun berkurang.
5. Fokus ke Kendali Diri, Bukan Kendali Orang
Kita nggak bisa atur orang posting apa atau komentar apa.
Tapi kita bisa atur reaksi diri kita sendiri—mulai kontrol makna hingga persepsi dari sebuah peristiwa.
Kalau ada yang bikin panas, coba tarik napas dan bilang: “Aku nggak bisa kontrol mereka, tapi aku bisa kontrol diriku.”
Nah, ini bikin pikiran lebih ringan.
Intinya Sosmed Nggak Mesti Jadi Sumber Stres
Seneca udah bilang, bukan aktivitas yang bikin kita terganggu, tapi tafsir keliru kita.
Di sosmed, kita bukan beneran interaksi sama orang, tapi sama isi pikiran mereka. Makanya gampang salah paham.
Tapi sekarang, kamu udah punya tameng: 5 pola pikir ini.
Kalau dilatih, timeline bukan lagi bikin stres, tapi bisa jadi ruang belajar, hiburan, bahkan inspirasi. 😉
Jadi, lain kali scrolling, jangan buru-buru kebawa emosi ya. Ingat, kendali penuh ada di pikiranmu.
Kadika penasaran: kamu paling sering stres di sosmed gara-gara apa?
Coba cerita di komentar biar bisa kita bahas bareng.
Dapet insight? Mau berkontribusi?
Lewat sini ya 👇🏼
Scan QRIS untuk Berkontribusi:
