Gak Mesti dari Nol

Okehhh…

Setelah beberapa hari aku gak nulis di blog ini. Rasanya ada yang kurang.

Ya, ibarat aku seminggu tak makan mie instan buatan babeh. wkwk…

“Ada apa emangnya, Kadika?” Tanyamu…

Yes… Aku memutuskan untuk bergabung kembali ke sebuah perusahaan. Itu artinya aku kerja lagi.

Karena bulan Januari itu kan aku resign. Sebenernya ada beberapa yang menjadi pertimbangan.

Namun…

Ketika aku mencari jobs untuk jadi content writer yang siap dibayar pertulisan.

Nyatanya belum ada perusahaan yang menghubungi Digital Agency ku. Eh aku masukin pake lamaran CV pribadi sih wkwk…

Berdoa adalah ‘Media’ Terbaik

Tepat seminggu yang lalu, Jumat lalu. Aku mendapatkan jawaban dari ikhtiar + doa yang ku pancarkan. Cieelah. hehe.

Aku emang awalnya pernah ditawari menjadi Digital Marketing di Java Travel. Tapi saat itu aku masih berstatus karyawan JakCloh.

Namun sebelum aku berangkat jumatan (baca: shalat Jumat).

Aku melihat postingan Mas Ican (selaku direksi Java Travel Indonesia).

Kalau Java Travel Indonesia sedang membutuhkan Content Writer.

“Wah kok pas banget ini”

Awalnya aku biasa aja. Toh aku memutuskan untuk resign itu karena ingin bebas.

Tapi diperjalanan menuju masjid aku berpikir.

“Kadika Digital Agency belom ada project lagi. Bayaran kuliah lagi. Mamah rindu dikasih uang bulanan”

Di postingan sebelumnya aku bercerita soal aku menyadari Idealisme ku.

Baca: Menyadari Idealisme

Pulang shalat Jum’at aku merasakan “plong” mau nawarin diri ke Mas Ican sebagai Content Writer.

Gak ngerasa dipaksa, terpaksa, terdesak. Apapun itu namanya.

Aku hanya berkata dalam hati.

“Mungkin ini jawaban dari doa itu”

Kan tau sendiri orang yang kalau egonya tinggi. Gak bisa atau bahkan sulit distimulus (dari luar) buat menggoyahkannya. Wkwk.

Akhirnya dengan ikhlas aku menawarkan diri menjadi content writer di Java Travel Indonesia.

Gak Mesti dari NOL

Ya.. bener.. gak mesti dari NOL buat belajar jadi Professional Content Writer.

Ada pengalaman buat content blog. Juara blog. Tapi aku ingin lebih expert dalam buat content.

Untuk jadi expert tak mesti dari nol. Dari 3, 5, atau bahkan 7 sekalipun.

Terkadang kita berpikir…

“Oke kita semua mulai dari nol lagi”

Padahal gak mesti. Aku di sini kepengen banyak belajar. Toh content writer itu bagian dari passion ku.

Jadi beneran mantep aku gabung di sini. Keahlian ku bener bener diasah, mental ku digembleng, otak ku makin ‘melar’.

Jadi salah satu alasan sederhanaku masuk Java Travel Indonesia tuh.

Pekerjaannya sesuai -> Passion. Dan aku siap grow!.

Kenapa Java Travel?

Dari CEO nya pun udah kenal lama, sejak 2016. Beberapa direksinya pun aku kenal. Mas Ican (baca: Imam Candra), Mas Reza.

Di sini aku tau betul lingkungan kerjanya seperti apa.

Ya, InsyaaAllah lah orang orang shaleh semua. Jadi dunia didapat. Akhirat pun demikian.

Terus…

Mas Ican ini tau siapa aku. Tau kekurangan dan kelebihan ku.

Makanya… Pekerjaan ini dikerjakan satu-persatu. Agar cepat selesai.

Aku itu kan kalau dipecah fokusnya. Bisa abis karena bingung milih prioritas. wkwk.

“Kenapa kerja lagi? Katanya mau fokus bisnis?”

Yaaa.. awalnya begitu. Aku rasa terlalu idealis kalau tak pandai melihat situasi. Diri sendiri yang nyesel.

Karena lebih baik capek bekerja dari pada capek mencari kerja.

Begitu nasihat my coach.

Intinya… Kerja capek itu wajar. Toh dibayar.

Kerja itu capek ya gak apa-apa. Yang penting niatnya ibadah.

Aku inget kata JackMa (pendiri Alibaba Group) sebelum usia 30 maganglah di perusahaan besar. Belajarlah di sana.

Lagian aku masih muda. Ada saatnya aku punya bisnis sendiri. Ya, intinya aku di sini belajar kerja keras. Biar terbiasa gitu.

Karena kadang aku kan berpikir gimana cara pintasnya. Bukan berarti curang. Kerja cerdas emang dibutuhkan. Tapi kerja keras jauh lebih mendasar.

Saat blog post ini ku tulis. Aku otw pulang dari kantor Java Travel Indonesia. Yang berlokasi di Depok Utara.

Mudah mudahan bermanfaat ya.

See you the next post! 😊

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.