6 Alasan Kenapa GAGAL tak Bisa dihilangkan dari Kehidupan

6 Alasan Kenapa GAGAL tak Bisa dihilangkan dari Kehidupan

Berharap tak gagal itu sinting. Loh iya dong? Bagaimana kita bisa tau kalau kita berhasil tanpa melewati proses dan gagal.

Banyak di antara kita (saya berharap itu bukan kamu) berharap gak bertemu yang namanya makhluk gagal.

Sebenernya yang kita hindari bukanlah kegagalannya, tapi rasa sakit, kecewa, putus asa saat harapan tak terpenuhi.

Padahal GAGAL bagian dari KEBERHASILAN. Kebanyakan dari kita menjadikan langkahnya adalah AKHIR. Makanya ketika gagal jadinya down, terpuruk, merasa tak ada gunanya bertindak lagi.

Setidaknya ada 6 alasan kenapa GAGAL tak bisa dihilangkan dari kehidupan. Yuk simak!

 

#1. Gagal bagian dari kehidupan

Sebenernya siapa yang mau gagal? Dan siapa juga yang gak mau gak berhasil? GAK ADA!

Gagal itu udah sepaket dengan berhasil. Mustahil banget kalau berhasil tanpa gagal.

Sebenernya yang menjadi persoalan itu kita gak mau gagal atau gak siap menerima “rasa” di balik gagal itu.

Lagi pula kata gagal itu hanya ilusi. Tergantung kita memaknainya apa. Dan di dunia ini gak ada yang namanya instan alias langsung ada saat ketika membayangkannya.

Mesti melewati proses, yang namanya proses tak selalu berhasil.

 

#2. Gagal bagian dari perjalanan menuju keberhasilan

Banyak di antara kita (lagi lagi saya ingatkan bahwa itu bukan kamu) menjadikan kegagalan adalah akhir. Padahal gagal bagian dari perjalanan. Gak bisa kita dihilangkan.

Saat gagal bayangin aja kalau gagal ini stasiun yang mesti kita lewati. Karena tujuan akhir masih panjang. Yakin deh perasaan “gagal” itu gak lama akan hilang.

Baca juga: 10 Nilai Diri yang patut kamu anut untuk meraih kesuksesan

 

#3. Gagal sebagai pembelajaran

Dari gagal itu kita bisa belajar. Terkadang Tuhan emang kepengen kita itu jauh lebih baik.

Tapi emang gitu prosesnya, gak enak. Ibarat obat, hampir semua obat itu pahit. Tapi memberikan manfaat.

Kalau obat manis, itu namanya sirup hehe. Manusia memiliki kemampuan menyimpan memori yang sangat kuat kalau mengingat yang paling menderita dan paling membahagiakan.

Belajar dari kepahitan, justru membuat kita cepat mengambil pelajaran dari kejadian itu.

 

#4. Gagal sebagai feedback

Kegagalan itu feedback. Alias timbal balik. Kalau belum berhasil itu apa aja yang kurang. Apa lagi yang mesti dilakukan. Cara apa lagi yang bisa diupayakan. Fokus ke tujuan, fleksibel ke cara.

Baca juga: 7 Alasan Kenapa Mesti Buat PLAN Sebelum Beraktivitas

 

#5. Gagal sebagai pembanding

Kita gak bisa lihat cahaya kalau gak ada kegelapan. Begitu juga dengan keberhasilan.

Kita gak tau yang namanya berhasil kalau belum gagal. Kita bisa bandingkan deh antara gagal dan berhasilnya kita. Dari situ terlihat kontras, kegagalan mana aja yang kita udah mampu lewati.

 

#6. Gagal sebagai bagian naik level

Pasti dong. Rasain deh saat kondisi gagal itu kamu tarik di saat kamu udah melewati kegagalan itu. Pasti beda kan?

Hidup itu mesti berkembang dan bertumbuh. Kalau kata pak Dahlan Iskan “habiskan jatah gagalmu”. Semakin banyak gagal yang dilalui, stasiun pun akan dicapai! Ahay!

baca juga: 7 Langkah Mudah Memotivasi Diri

 

Jadi begitu dari 6 alasan kenapa gagal itu gak bisa dihilangkan dari kehidupan. Mudah mudahan kita dimampukan untuk tetap tegar dalam menghadapi kegagalan yang kita alami.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.