Lagi Lagi Lupa yang tak disengaja


Lagi Lagi Lupa yang tak disengaja

Hari Selasa, Dimana Saya memiliki janji bertemu dosen untuk menyerahkan laporan yang sudah direvisi. Karena memang ada bab yang masih belum sempurna.



Minggu ini Saya sudah menjalani liburan semester. Maka yang Saya lakukan adalah membuat plan untuk menjalaninya sebulan ke depan. Karena Saya libur kurang lebih 5 minggu. Hmm. Lumayan ya?


Hari itu (selasa), Saya berniat untuk pergi ke bank permata untuk buka rekening baru, karena Saya mendapatkan informasi bahwa permata bank syariah bisa digunakan VISAnya untuk transaksi. Sebuah kabar gembira bagi Saya selaku praktisi online marketing. Karena bisa membeli tools atau barang yang menggunakan visa. Visa ini persis seperti ATM Bersama kalau di indonesia.


Saya juga berniat untuk membeli emas pada hari itu di pegadaian. Namun buku tabungan emas dan KTP Pengganti elektronik Saya nggak Saya bawa. Beneran lupa, ketinggalan di kamar.


Saya ingat ini ketika Saya selesai memberikan revisian dan sepulang dari membeli obat untuk Ayah Saya. “Yah, gue kagak bawa buku tabungannya lagi” padahal lokasi pegadaian dekat dengan lokasi pasar anyar. Oh yah ngomong ngomong kampus Saya di tangerang, kalau Anda juga tinggal di tangerang boleh kita sharing sharing. Hehe.


Karena sebelumnya Saya juga mendapatkan pesan WA dari Kaka Saya “Bro, nanti ketemuan aja di WTC”. Saya pun mengiyakannya saja. Karena Saya tahu bahwa Saya LUPA membawa apa yang sudah tadi Saya sampaikan.


Akhirnya Saya sampai di WTC Serpong. Dan langsung masuk ke toko buku, mungkin Anda yang sudah lama nggak ke WTC Serpong agak bingung karena dulunya toko buku tersebut adalah GRAMEDIA, sekarang menjadi Metro Book Store.


Salah satu pilihan Saya mengapa terkadang Saya membeli buku di Metro Book Store. Bukubukunya terkadang ada diskon dan ada buku buku murah yang bisa dibilang masih tidak terlalu lama terbitnya. Juga para karyawannya hampir Saya kenal.


Bertemulah Saya dengan Kaka Saya di Metro Book Store. Kaka Saya langsung menyodorkan buku “You A Leaders!” Karya Arvan Pradiansyah. Jujur, Saya sudah mengidamkan buku ini sejak lama, karena memang buku leadership sedang Saya pelajari untuk bisa meningkatkan kualitas kepemimpinan Saya.


“berapa bro?” tanya Saya kepada Kaka Saya. Sambil memperlihatkan barcode yang ada dibaliknya bukunya. “Buset murah bener ini” ketika Saya lihat harganya hanya Rp. 40.000 ,- Karena normalnya Rp. 85.000,- kalau nggak salah. Makanya Saya refleks mengatakan murah. Artinya siap Saya beli, karena memang butuh dan itu adalah kesempatan.




Saya juga menelusuri buku yang hendak Saya beli. Namun naas, ternyat bukunya sudah direturn T_T. Padahal rekan Saya menginginkan buku tersebut. “nggak apa apa deh kalau nggak ada. Coba ah cari yang lain, kayaknya ada yang baru nih”. Saya mengitari rak rak buku murah. Ada beberapa buku yang sebelumnya Saya bayangkan “wah, keknya udah lama nih gak liat buku ini”. Pas Saya melirik, ternyata ada buku itu. Karena Saya nggak terlalu butuh yaudah, nggak Saya beli. Akhirnya Saya membeli 2 buku terbitan 2015 tapi sudah dicetak ulang 2 kali. Artinya buku ini cukup bagus dan memang bagus.


Saya membeli buku Truly Mars and Venus karya John Gray dan Buku karya Michael Parker. Saya baru sadar ketiga buku yang Saya beli saling berkaitan. 1. Leadership, 2. Komunikasi, 3. Relasi. Wah. Cukup memuaskan Saya membeli buku ini. Setidaknya Saya dengan buku itu bisa Saya baca untuk mengisi waktu libur Saya.


Namun, Sebelum Saya datang ke WTC, Saya berkata kepada rekan Saya yang hendak menitip buku tersebut. “Aku yakin, meskipun ada kelupaan yang nggak disengaja. Allah punya rencana lebih baik” dan benar semuanya Saya dapatkan buku itu. Mungkin kalau Saya bawa Pengganti eKTP. Mungkin Saya nggak akan dapat buku buku itu semua. Jadi, berdoalah lalu yakini bahwa Allah memang selalu merencanakan yang baik baik.


Ngomong ngomong Anda suka baca buku apa? Karena buku yang Anda baca bisa memengaruhi pola pikir dan perilaku Anda. buku itu ibarat makanan. Saya nggak bermaksud merendahkan bagi yang nggak suka buku bacaan non fiksi apa lagi ilmiah. Ada teori teorinya. Nggak sama sekali. Hanya saja, kalau Anda ingin bisa lebih baik lagi. Ya Anda harus memutuskan untuk memilih membaca buku Non Fiksi lebih tepatnya Pengambangan Diri, Leadership, Psikologi, Self-Help, dsb. Intinya yang membantu KUALITAS Diri Anda meningkat.


Saya menuliskan ini karena memang Saya memberikan nasihat untuk diri sendiri. Agar Saya selalu ingat denga apa yang Saya tulis dan katakan. Supaya Saya bisa konsisten dengan apa yang Saya jalani sehari hari.


Walaupun sederhana, Saya mengucapkan terima kasih karena sudah membaca cerita tentang keseharian Saya. Mudah mudahan Anda terinspirasi dan tergerak untuk bertindak.[]

Adalah Seorang Pemuda yang memiliki keinginan tahu yang tinggi. Sehingga kegemarannya dalam mengutak ngatik, kini Ia salurkan ke Dunia Teknologi Informasi. Disamping itu, Ia juga suka akan dunia Pengembangan Diri dan Bisnis. dan Kini Ia menjadi Seorang Mahasiswa Ilmu Komunikasi di salah satu Universitas Swasta di kota Tangerang.

Previous
Next Post »