Kenapa Harus Mengenali Bakat dari Sekarang?



Kenapa Harus Mengenali Bakat dari Sekarang?

Bakat adalah suatu anugerah yang telah Allah ciptakan yang ada di dalam diri manusia dan itu ada sejak kita dilahirkan di dunia. Terkadang manusia nggak sadar dengan keberadaan bakatnya. Ketika diingatkan orang lain baru sadar dengan potensinya.

Bakat bisa Anda temukan bila Anda mempelajarinya sejak dini. Karena dalam mencari bakat juga perlu pengetahuan. Kita butuh petunjuk untuk bisa mengakses bakat itu. Karena keberadaannya yang nggak mudah diketahui, terkadang kita perlu bantuan psikolog dengan berbagai macam tesnya. Ada yang MBTI dan DISC. Namun untuk bisa mengetahui hasil dengan menggunakan cara MBTI dan DISC Anda perlu pikiran yang fresh, karena dalam mengisinya Anda perlu analisa untuk bisa mengetahui hasilnya. Lalu adakah solusi tanpa tes tertulis (psikometri)? Ada. Silakan simak sampai akhir ya!   


Masa Kecil adalah Pintu Gerbangnya

Coba Anda ingat ingat masa kecil Anda. Anda cenderung melakukan apa? Misal Anda yang dari kecil sukanya menggambar, kemungkinan besar itu bisa jadi adalah bakat Anda yang terpendam. Dan akan berpotensi menjadi bakat yang akan bisa menghidupi Diri menjadi sejahtera. Dan mungkin ke depannya Anda bisa menjadi seorang pelukis, desainer, atau art director. Intinya masih berhubungan dengan desain.

Saya pernah menulis status di facebook, bahwa “Bakat adalah sarana Allah untuk kita agar kita bertahan hidup”. Jadi bakat itu adalah hal yang bisa Anda jual. Jual di sini tentunya positif. Dengan Anda menemukan bakat Anda. Anda akan lebih terlihat mahir dan profesional. Karena Anda menjalani profesi itu dengan perasaan senang dan enjoy. Itulah yang disebut dengan Passion.

Sadari masa kecil Anda. Karena Masa Lalu itu bisa menentukan masa depan. Boleh Saya cerita sedikit tentang Diri Saya? Jadi ketika Saya masih kecil itu Saya hobinya ngulik saja. Apa pun yang menjadi hal yang menarik pasti Saya ulik. Tapi Saya juga suka jualan. Bahkan saat SD pun Saya bisa menghasilkan uang dengan menjual gambar naruto. Hehe. Cukup untuk jajan satu bulan saat itu pemasukannya.

Namun, Saya lebih sering mengulik di komputer. Maka dari itu orang lain mengenal Saya bahwa Saya adalah Ahli IT. Padahal Saya hanya melakukan banyak kesalahan saat menggunakan komputer. Nah, kesalahan itulah yang bisa membantu banyak orang ketika komputernya bermasalah.

Ketika umur 18 tahun Saya berinisiatif untuk tes bakat Saya, namanya Tes STIFIn (biometri, tes tanpa mengisi soal yang rumit). Dimana yang dites itu adalah 10 sidik jari kita. Setelah menunggu beberapa menit kita akan tahu bakat kita sebenarnya. Meskipun pada akhirnya kita akan tahu bakat kita. Kita nggak langsung menerima kenyataan itu. Ini seriusan lho. Ini terjadi dan Saya alami sendiri.
Awalnya Saya percaya bahwa Saya adalah Feeling Extrovert. Namun setelah Saya tes STIFIn, ternyata Saya adalah Thinking Introvert. Sangat bertolak belakang dengan sikap Saya saat itu. Karena orang Thinking itu dingin, tapi Saya kebalikannya. Saya juga bukan orang yang pemalu dan pendiam (introvert). Setelah tahu penjelasan Introvert dan Extrovertnya Saya menjadi paham.

Jadi yang dimaksudkan Introvert dan Extrovert itu adalah Drive atau Kendali. Nah, orang introvert itu paling nggak mudah kalau dipengaruhi dari luar. Apalagi kalau bertentangan dengan prinsip hidupnya. Berbeda dengan extrovert, dia butuh masukan dari luar baru bisa mengabil keputusan.

Setelah tahu bakat Saya. Saya segera memutuskan mengikuti apa yang disarankan. Alhasil. Setelah 2 tahun Saya mengikuti saran tersebut. Terjadi perubahan yang signifikan. Artinya nggak stuck dan diam di tempat.

Ini juga terjadi ketika Kaka Saya tes STIFIn. Dia juga mengira hasilnya Thinking Introvert karena dia sering sekali menganalisa sebuah kejadian. Juga banyak mikir dalam menjalankan sebuah rencana. Namun data nggak bia bohong. Dia dinyatakan sebagai Feeling Extrovert. Saya dengan kaka Saya saling terbalik menilai. Hehe. Namun Saya sangat bersyukur. Karena pada akhirnya Kaka Saya menjadi Coach sekaligus Mentor Saya.

Kami semua sebenarnya sudah menjalani peran seperti ini sejak lama. Namun kami nggak menyadarinya. Saya sering mendapatkan pencerahan dari kaka Saya, juga mendapatkan peningkatan produktivitas setelah di coaching. Namun STIFIn berhasil membuat lebih yakin dengan apa yang kami lakukan. Kami semakin menikmati hidup. Karena hidup kita dengan PASSION. Kalau kata Kek Jamil Azzaini. Passion itu adalah penggerak kehidupan. Passion hadir memberikan semangat dan gairah dalam hidup. Karena apa yang dijalani itu sesuai dengan misi hidup.


Apa STIFIn itu?

Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, dan Insting. Itu lah kepanjangan dari STIFIn. STIFIn adalah sebuah metode baru dalam mengetahui atau mendeteksi suatu bakat seseorang. Ternyata menurut riset yang dilakukan Pak Farid Poniman (Founder STIFIn) Bagian OTAK memiliki kinerja tertentu. Misal Limbik Kanan, alias Sensing. Ternyata sensing ini kemistrinya adalah HARTA. Dia akan sangat termotivasi bila berhubungan dengan UANG. Hehe. Makanya Sensing ini sangatlah lihai dalam jualan. Siapa contohnya? Ya, Kang Dewa Eka Prayoga.

Ada pun bagian bagian lainnya. Neokorteks Kiri atau Thinking lebih cenderung teknis dan logis makanya thinking itu cocok sekali berhubungan dengan hal hal yang teknis. Contohnya Seperti Programming atau Teknisi Komputer. Hehe. Kemistri Thinking adalah TAHTA.

Bagian Neokorteks Kanan atau Intuiting. Otak ini otak yang berhubungan dengan Imajanasi. Makanya orang Intuiting itu banyak menghayal dan memiliki pandangan jauh terhadap apa yang sedang terjadi saat ini. Kemistri Intuiting adalah KATA.

Bagian Limbik Kanan atau Feeling. Feeling berlawannya dengan Thinking. Feeling nggak suka banget dengan hal hal yang teknis. Karena orang Feeling orientasinya kepada Manusia alias hubungan. Makanya orang Feeling sangatlah mudah membuat orang lain nyaman. Apa lagi thinking, akan mudah sekali Ia buat nyaman. Hehe. Kemistri Feeling adalah CINTA.

Bagian yang terakhir adalah Insting atau Otak bagian bawah. Insting ini memiliki 4 potensi yang ada di dalam STIF (Sensing, Thinking, Intuiting, dan Feeling) Makanya dia sering disebut sebagai Seorang Pendamai. Karena kemistrinya adalah BAHAGIA. Dia selalu mencari kedamaian dalam konflik sekalipun. Dia akan selalu menjadi penengah dalam setiap mereka yang bersiteru.

Mungkin Anda penasaran dengan STIFIn Anda. Kami biasa menyebutnya dengan MK atau Mesin Kecerdasan. Nanti bila ada teman Anda membicarakan STIFIn lalu menyebutkan MK I itu artinya Mesin Kecerdasannya Intuiting.


Tahapan Sukses Mulia ala STIFIn

Sukses Mulia siapa sih yang nggak mau? Kek Jamil Azzaini memberikan arahan kepada mereka yang sudah mengetahui STIFIn-nya. Ya, dilihat dari aspek 4TA. Apa itu 4TA?

Pertama, HarTA.
Kedua, TahTA.
Ketiga, KaTA.
Keempat, CinTA.

Bila dari ke 4TA ini kita melihat grafiknya naik. Maka artinya kita sudah memaksimal Mesin Kecerdasan kita. Karena menurut Kek Jamil. Orang yang memaksimalkan Mesin Kecerdasannya maka 4TA-nya naik. Dan itu terjadi dalam hidup Saya. Alhamdulillah.


Jadi penting kah Mengenali Bakat dari Sekarang?

Setelah Anda tahu betapa pentingnya sebuah bakat dalam kehidupan. Karena di dalam bakat ada passion dan kita tahu bahwa passion itu adalah penggerak kehidupan. Karena menjalani profesi dengan passion itu akan lebih menyenangkan, lebih produktif, karena menjalaninya dengan sepenuh hati. Anda nggak mudah untuk capek jauh dari kata kata mengeluh.

Apakah Anda saat ini kurang bersemangat menjalani profesi atau aktivitas sehari hari? Mungkin Anda kurang mengetahui apa bakat Anda. Maka dari itu sangatlah PENTING dalam mengetahui bakat dari sekarang. Agar apa yang Anda jalani lebih bermakna.

Jadi penting sekali untuk bisa mengenali bakat dari sekarang. Apa lagi Anda yang masih muda seperti Saya. Hehe. Penting sekali. Agar nanti nggak merasa kehampaan hidup dalam menjalani profesi. Karena kalau Anda nggak menyadarinya dari sekarang. Anda bisa merasakan kerugian materi, waktu, energi, dan peluang.

Ada beberapa orang yang menyesali “kenapa nggak dari dulu tesnya?”. Menyesal itu wajar, karena Anda sudah banyak berkorban untuk hal yang nggak ada sukai. Hmm. Tapi nggak ada kata terlambat dalam meningkatkan kualitas diri. Justru dengan sadarnya Anda bahwa mengenali bakat dari sekarang itu sangatlah penting.


Nggak Serumit yang Anda bayangkan

Mungkin Anda yang pernah tes Psikotes atau MBTI. Kita berpikir memilih gambar mana yang cocok dengan gambar ini, misalnya begitu. Dalam tes tertulis seperti itu sangat dipengaruhi oleh psikologis seseorang dalam menjalani tes. Atau bahasa akademisnya Psikometri. Dan itu bisa memengaruhi hasil juga lho. Kalau Anda sudah menjalani tes MBTI atau DISC itu juga baik. Karena itu juga akan mendukung dengan apa yang Anda akan rencanakan di masa depan.

Dalam tes STIFIn, nggak membutuhkan tes tertulis. Yang ada hanyalah 10 jari tangan kita di scan menggunakan fingerprint lalu tinggal tunggu beberapa menit. Hasilnya bisa terlihat. Inilah yang Saya maksudkan nggak harus mengisi soal dulu, baru kita tahu. Cukuplah jari jari kita discan menggunakan fingerprint. Tinggal tunggu beberapa menit, muncullah hasilnya.


Apa Langkah Selanjutnya?

Setelah Anda tahu bahwa bakat juga bisa menemukan passion Anda. Maka sebaiknya Anda mencari buku tentang tes psikologi. Ini bermanfaat untuk bisa menambah pengetahuan tentang bakat dan potensi Diri Anda. Atau Anda membaca buku tentang bakat dan kepribadian. Atau bisa langsung tes STIFIn, karena dengan tes STIFIn juga dijelaskan apa bakat Anda. Juga mendapatkan buku STIFIn untuk penjelasan apa bakat Anda.


Saya berharap Anda segera menyadari bakat Anda, agar hidup Anda lebih bermakna.[]

Adalah Seorang Pemuda yang memiliki keinginan tahu yang tinggi. Sehingga kegemarannya dalam mengutak ngatik, kini Ia salurkan ke Dunia Teknologi Informasi. Disamping itu, Ia juga suka akan dunia Pengembangan Diri dan Bisnis. dan Kini Ia menjadi Seorang Mahasiswa Ilmu Komunikasi di salah satu Universitas Swasta di kota Tangerang.

Previous
Next Post »
0 Komentar