Apa yang Penting dalam Bisnis Online?


Apa yang Penting dalam Bisnis Online?

Pada tahun 2017 yang diperkirakan akan terjadi booming bisnis online. Namun yang sekarang kita amati, pada tahun 2016 saja sudah banyak orang yang menjual produk produknya menggunakan internet alias online. Mulai dari produk fisik yang dijual menggunakan toko online, ada juga yang menjadi reseller yang hanya memasarkan 3D Covernya saja atau menjadi affiliate yang hanya menyebarkan link refferal. Semudah itu dalam menjalani bisnis online di zaman sekarang.


Ada hal yang penting dalam bisnis online, yang harus Anda maksimalkan dalam menjalaninya, agar bisnis online Anda semakin meningkat pertumbuhannya. Hal yang penting ini memang sederhana, namun kadang sering terlupa. Karena terkadang kita terfokus kepada desain, layout, sampai pusing mempercantik tampilan, dan hal hal remeh temeh lainnya yang mengganggu fokus dan energi Anda. Yuk langsung saja ke topik pembahasan.






Traffic

Pertama adalah TRAFFIC. Mas Fikry Fatullah (Founder Kirim.Email) mengatakan dalam buku BOM (Bisnis Online Milyaran). Bahwa traffic itu adalah jantungnya bisnis online. Tanpa traffic, terhambatlah bisnis Anda. Ibarat membuka toko sembako, nggak ada sama sekali orang yang lewat dan hanya sedikit saja orang yang tahu toko itu. Maka bisa dipastikan cashflow(baca: arus pemasukan) pun menjadi terhambat dan cashflow pun menjadi kering, sedangkan bisnis Anda membutuhkan cashflow untuk biaya operasional, modal, dan untuk hidup Anda.

Sebelum lanjut, sebelumnya Saya ingin bertanya kepada Anda. Darimana datangnya traffic(baca: orang yang mengunjungi bisnis Anda) terbesar Anda? Karena kalau kita fokus kepada traffic source tersebut, akan lebih mudah untuk bisa membidik target market menjadi leads dan akhirnya menjadi buyer.

Kita ambil contoh misalnya Traffic Source Anda dari Facebook. Nah, Anda bisa gunakan FB Ads untuk bisa mendatangkan traffic yang sesuai segmentasi pasar Anda atau menggunakan teknik facebook marketing lainnnya (Rekomendasi buku Facebook Marketing. Lihat). Salah satunya adalah LKS. "Wah, seperti anak SD saja ya?", hehe. Bukan itu maksudnya, LKS adalah singkataan dari LIKE, KOMEN, dan SHARE. Semakin tinggi LKSnya, maka itu juga berpotensi bisa mendatangkan traffic dalam jumlah yang besar dan tertarget. Karena mereka yang menjalin interaksi dengan Anda, tentunya memiliki minat yang sama dengan Anda.


Jenis Traffic

Traffic itu ada DUA, yakni terkendali dan nggak terkendali. Mari kita bahas satu persatu.

Ternyata traffic nggak terkendali itu jumlahnya sangat besar. Namun sayangnya traffic nggak terkendali itu kurang menguntungkan bagi bisnis Anda dibandingkan dengan traffic terkendali. Karena bisa jadi, hari ini calon pembeli mengunjungi, besoknya nggak mengunjungi Dan juga Anda perlu effort jauh lebih besar lagi bila ingin tetap tinggi trafficnya

Traffic terkendali adalah traffic yang kita bisa kendalikan. Mereka bisa tau apa yang kita promosikan. Kita bisa beritahu melalui email blast, facebook Ads (retargetting menggunakan pixel), broadcast bbm, broadcast LINE@, follow up via WA, dsb. Walaupun jumlahnya nggak sebanyak traffic nggak terkendali. Tetapi traffic terkendali itu jauh lebih tertarget, lebih spesifik, lebih mengenal kita, lebih mengenal produk kita, dan lebih mengenal brand kita.


Traffic Temperature

Ternyata Traffic juga memiliki temperature. Traffic Temperature sebagai alat ukur untuk bisa meningkatkan omzet Anda. Ingat! Traffic adalah jantungnya bisnis online Anda. Nah, Anda juga perlu pahami Traffic Temperature-nya.

Ada tiga Traffic Temperature. Yakni ada COLD (Dingin), WARM (Hangat), dan HOT (Panas). Baik mari kita kupas satu satu ya.

Pertama, Traffic Cold atau Dingin. Traffic ini bersifat masih baru. Baru mengenal Anda dan produk Anda. Nggak masalah kalau belum ada yang like, komen bahkan ngeshare status promosi Anda, atau belum ada yang balas email blast Anda, atau iklan Anda masih sedikit komen dan sharenya, hanya likenya saja yang banyak.

Jangan kecewa karena market sedang memahami dan kepo dengan produk yang Anda promosikan atau kepo dengan penjualnya yaitu Anda. Apakah Anda penjual yang dapat dipercaya. Karena faktanya kita lebih suka dan cenderung membeli produk karena kita suka dengan orangnya dan percaya kepada orangnya.

Kalau Anda ngiklan tapi minim transaksi, berarti ada yang nggak beres dengan ads-nya. Namun, bukan itu yang Saya maksudkan. Iklan yang belum menghasilkan transaksi, itu menghasilkan positioning di audience. Kalau dalam bahasa Manajemen Pemasaran yaitu Brand Awareness. Minimal mereka tahu dulu dengan produk Anda, brand Anda, tau dengan manfaat produk Anda, tahu bagaimana brand Anda melayani customernya. Pernah kan lihat komentar sinis di FP (fanspage) suatu brand atau nama bisnis di facebook? Saya yakin pernah. Mungkin Anda bias lansung skeptis dengan Brand itu. “Kok gitu sih?”. Nah, hal ini jangan sampai terjadi kepada Anda.

Kedua, Traffic Warm atau hangat. Setelah Anda berupaya untuk bisa mengenalkan produk Anda ke banyak orang, khususnya kepada target market yang sudah Anda tentukan sebelumnya. Karena Anda sudah melakukan edukasi, mengenalkan brand Anda, mereka tahu apa manfaat produk Anda, mereka juga tahu segala testimoni customer. Artinya dalam Traffic Warm ini. Mereka dalam situasi yang siap membeli produk Anda. Mereka sudah mulai mengenali produk Anda.

Maka ketika traffic warm sudah terbentuk yang harus Anda lakukan adalah memberikan OFFER. Ya, OFFER atau menawarkan. Karena mereka (dalam posisi) siap membeli produk Anda. Kalau Anda nggak pernah menawarkan produk kepada mereka. Ya kecil kemungkinan mereka untuk membeli produk Anda. Anda bisa gunakan FB Ads. Yang sudah Anda dapatkan pixel mereka. Dari mereka yang sudah mengunjugi web Anda. Nah, Anda bisa bidik mereka (yang berkunjung ke web Anda) atau Anda sudah memberikan edukasi melalui grup facebook, grup Whatsapp, grup telegram, atau apa pun itu caranya. Intinya mereka sudah merasa teredukasi dengan manfaat produk Anda. Maka dari itu, segeralah Anda berikan offer.

Bila mereka membeli produk Anda, berarti Anda berhasil mengkonversi traffic menjadi buyer dan buyer juga nggak kalah penting dalam bisnis online. Kalau nggak ada yang beli, mau dihidupi apa bisnis kita? hehe.

ketiga, Traffic Hot atau panas. Mereka adalah yang sudah membeli produk Anda. yang nagih dengan manfaat produk Anda sebelumnya. Jadi traffic hot sudah sangat sadar dengan kehadiran produk Anda. Jadi mereka benar benar sangat butuh produk Anda. Bahkan mereka rela menanti produk terbaru Anda atau menunggu momen diskon supaya bisa mendapatkan harga lebih terjangkau.





Leads

Kedua, hal yang penting dari bisnis online adalah Leads. Orang yang sudah kenal dengan produk Anda, brand Anda dan Anda (sebagai owner) dan mereka juga mau memberikan databasenya kepada Anda. Misal ketika produk launching ada join waiting list. Mereka rela memberikan databasenya kepada Anda untuk bisa dapatkan diskon promo atau Pop Up Lead magnet. Mereka rela memasukan database mereka di optin yang sudah Anda berikan BONUS GRATIS.

Dalam memberikan Sesuatu yang gratis. Janganlah asal ngasih. Harus ada valuenya juga. Mentang mentang gratis, dikasihnya odong odong. Hehe. Kalau bisa sih masih berhubungan dengan produk Anda. Bisa tentang edukasi produk Anda, Video tutorial menggunakan jilbab (bila produknya jilbab), atau memberikan voucher diskon. Pada intinya mereka mau memberikan database mereka kepada Anda.

Leads ini juga bagian dari aset yang penting dalam bisnis online. Karena dengan Anda mengedukasi mereka. Justru itu semakin baik, karena mereka akhirnya bukan menjadi Leads lagi, tapi buyer. By the way, Leads ini nggak perlu mengeluarkan effort yang besar untuk menjadikan mereka sebagai buyer. Karena mereka bisa sudah warm dan hot. Hehe.





Buyer

Ketiga adalah Buyer. Setelah mereka melewati dari nggak tau produk Anda hingga sekarang mau membeli produk Anda. Namun, jangan puas dulu. Buyer akan lebih mantap bila sudah jadi customer. hehe. Customer adalah buyer yang menjadi pelanggan setia Anda.

Mungkin Anda setengah mengerutkan dahi. "Bagaimana caranya?". Sederhananya berikan nilai diatas apa yang mereka bayarkan kepada kita. Lebih ekspetasi mereka. Ya, seperti Anda tingkatkan kualitas produknya, tingkatkan pelayanannya, tingkatkan membangun relasinya, intinya berikan NILAI TAMBAH. Saya sudah merasakan, memberikan nilai tambah terhadap produk. Buyer merasa nyaman dan nagih dengan produk dan pelayanan yang Saya berikan. Saya nggak bahas panjang lebar soal ini. Karena Ada ahlinya untuk bisa menjelaskan ini secara detail dan mantap. Untuk belajar ini silakan ke Kang Rendy. Saya juga belajar dari kang Rendy. Kalau Anda memang ingin belajar, boleh Anda berkunjung dulu ke duakodikartika.com.

Jadi kesimpulannya adalah ada 3 Hal Penting yang perlu Anda perhatikan. Yakni TRAFFIC, LEADS, dan BUYER. Tingkatkan Traffic, juga kumpulkan Leads, dan tingkatkan konversi (buyer)  dan jadikan mereka customer. Hehe. Sekian. []


Adalah Seorang Pemuda yang memiliki keinginan tahu yang tinggi. Sehingga kegemarannya dalam mengutak ngatik, kini Ia salurkan ke Dunia Teknologi Informasi. Disamping itu, Ia juga suka akan dunia Pengembangan Diri dan Bisnis. dan Kini Ia menjadi Seorang Mahasiswa Ilmu Komunikasi di salah satu Universitas Swasta di kota Tangerang.

Previous
Next Post »