Harusnya Anak Muda Bisa Memanfaatkan Teknologi agar Lebih Produktif


Harusnya Anak Muda Bisa Memanfaatkan Teknologi agar Lebih Produktif


Realita yang Terjadi

Teknologi sekarang sangat jauh lebih pesat dari pada sebelumnya. Setiap harinya selalu ada update. Kalau kita tidak mengupdate teknologi, tertinggallah kita! Anak muda adalah pencipta tren yang dipadukan dengan teknologi. Seperti munculnya para youtubers di kalangan para anak muda. Karena mereka lebih suka menikmati channel channel yang ada di youtube dibandingkan menonton televisi[1].

Namun yang menjadi pertanyaan, seberapa produktif anak muda dalam memanfaatkan teknologi? Karena teknologi itu bisa menjadi boomerang kalau kita sendiri tidak menggunakannya dengan baik.
Sepertinya halnya kasus yang terjadi pada Florence yang menjelek jelekan Jogja di sosial media[2]. Pada akhirnya Florence sendiri yang rugi atas sikapnya. Ia tidak menyadari bahwa sosial media itu bersifat viral. Apa pun yang bersifat kontroversi, akan lebih mudah tersebar luas.

Namun teknologi juga bisa mendatangkan pundi pundi rupiah hanya dengan berjualan di internet. Sebut saja Jefferly, seorang penulis buku IT dan Internet. Sudah menulis 30 buku dalam kurun waktu 3 tahun. Dia juga dikenal sebagai blogger dan internet marketer. Saya mengenal Jefferly dari buku bukunya, karena beliau memang praktisi dibidangnya, bukan sekedar menuliskan ulang apa yang ia telah baca.

Anda bisa lihat, betapa krusialnya teknologi. Namun jangan khawatir, selama Anda mampu memaksimalkan teknologi menjadi hal yang positif, tentulah akan lebih mudah mengendalikan teknologi ke arah yang lebih benar dan tepat. Seperti contoh Jefferly di atas.


Kesenangan yang perlu diarahkan

Siapa yang tidak suka dan kecanduan sosial media? Tentu di kalangan anak muda ini sesuatu yang menyenangkan, namun perlu Anda ketahui bila tidak diarahkan secara baik. Maka akan menghasilkan seperti kasus Florence, yang tidak menggunakan sosial media secara bijak.

Mungkin Anda sangat suka kongkow (baca: melakukan aktivitas mengobrol bersama teman di suatu tempat), namun bila kongkow itu tidak memberikan dampak dalam hidup Anda. merugilah Anda!

Saya pribadi menggunakan sosial media sebagai ajang menjalin silaturahim, mengenal dan menjangkau yang sebelumnya Saya tidak tahu dan kenali, dan juga Saya menggunakan sosial media sebagai alat promosi.

Ada banyak teman yang Saya kenal yang belum pernah sebelumnya, karena Saya menjalin hubungan dengan orang itu. Di antara kami sangat loyal, baik bantuan moril mau pun materiil. Dan ini sangat menguntungkan kedua belah pihak tentunya.


Tidak ada alasan untuk tidak menghasilkan uang di era Informasi ini

Setiap informasi yang kita dapatkan bila kita olah dengan baik. Tentu ini menguntungkan bagi kita. Karena informasi itu sekarang kita bisa dapatkan di internet. Katakanlah “GOOGLE”, setiap ketidaktahuan kita atau rasa ingin tahu kita. Kita akan googling, mencari apa yang kita butuhkan. Begitu juga googling tentang bagaimana menghasilkan uang di internet.

Sekarang ini sudah banyak cara menghasilkan uang di internet. Karena masyarakat sendiri sudah mulai melek dengan teknologi. Maka dari itu mereka berlomba lomba untuk membuat usaha sendiri.
Katakanlah mereka membuka program Reseller atau Dropshipper. Saya memiliki teman yang sudah sukses di online shop ini. Sebut saja Mas Wahyudi. Dia adalah pemilik dari CrownBatik.com. Dia memberikan peluang bagi siapa saja yang ingin menjual batik, bahkan dia tidak segan segan untuk mengajarkan berbagai teknik yang ia lakukan hingga menghasilkan puluhan juta perbulan agar kita bisa segera menghasilkan uang dari internet.

Atau Saya pribadi menjadikan intenet sebagai alat penghubung antara Saya dengan orang lain yang membutuhkan jasa Saya. Saya memiliki client orang Malang, dia sangat loyal kepada Saya. Padahal kami sebelumnya belum pernah bertemu. Tetapi kami saling percaya. Lalu bagaimana bisa kita seperti itu? Sederhana, Saya hanya melayani sebaik mungkin, dan setransparan mungkin.

Tidak mudah dalam menerapkan itu, karena ada ego kita yang muncul agar kita bisa menghasilkan lebih banyak dari orang itu. Ingat! Walaupun kita butuh uangnya, hubungan jauh lebih penting dari pada uang tersebut.


Saatnya Mahasiswa Melek Digital

Saya diberikan tanggungjawab oleh teman teman di kelas sebagai ketua kelas. Tentu ini tidak mudah, karena Saya harus memimpin diri sendiri dan orang lain yang belum tentu mau Saya pimpin. Namun, itu bukan suatu hambatan bagi Saya dalam memimpin. Karena Saya hanya fokus menciptakan perubahan dan solusi bagi mereka

Sepertinya (mungkin) zaman sebelum teknologi bisa sepesat ini. Mahasiwa masih melakukan kegiatan memfotocopy bahan materi dari dosen. Namun untuk mengefisiensi biaya, Saya melakukan inisiatif. Yaitu memabawanya pulang menscan dokumen itu. Karena di rumah, Saya memiliki alat untuk menscan dokumen itu. Lalu setelah Saya scan, Saya unggah ke Google Drive. Storage Online yang disedikan oleh Google Inc.

Tentu ini menjadi kemudahan bagi kami. Karena kami bisa menghemat biaya fotocopy, juga bisa lebih mudah mengaksesnya. Karena bisa saja, apa yang sudah difotocopy itu hilang, sobek, basah, dsb. Banyak kemungkinan yang bisa terjadi.

Dari awal sampai dengan saat ini (sekarang menginjak semeter 3) Saya masih menggunakan cara ini untuk mengefisiensikan waktu dan biaya.


Harus Mahasiswa bisa memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas

Mahasiswa yang produktif itu bisa tidak selalu identik dengan Organisasi Internal maupun Eksternal. Karena dengan menulis blog juga bagian dari meningkatkan produktivitas. Mohon maaf bila Anda tersinggung dengan pernyataan ini. Karena faktanya mahasiswa tidak selalu suka dengan berorganisasi. Dan jangan paksakan orang yang tidak suka berorganisasi itu Anda katakan tidak produktif dan tidak kompeten.

Saya sendiri tidak berorganisasi, bukan berarti Saya tidak suka. Tetapi Saya memutuskan untuk tidak berorganisasi dengan alasan Saya ingin mencurahkan waktu luang Saya terhadap wirausaha Saya.

Saat ini saya sedang menjalani yang namanya Internet Marketing. Mungkin Anda yang belum pernah mendengar masih sangat baru dan asing dalam pikiran Anda. Seperti menjual produk digital (ecourses, ebook, tools online, dsb). Dan Saya juga berhasil membuat sebuah produk yang menghasilkan passive income. Karena ketika Saya kuliah pun, dan orang lain memasarkan lalu ada yang membelinya. Tentu Saya mendapatkan komisi yang sudah disepakati di awal.

Sebut saja affiliate marketing. Ini yang saat ini Saya jalani juga. Mungkin Anda yang belum tahu apa itu affiliate marketing, belum sadar akan potensi yang akan dihasilkan dalam menjalani aktivitas affiliate marketing.

Sederhananya affiliate marketing itu persis seperti broker, namun Affiliate marketing ini menggunakan website sebagai alat promosinya. Anda sangat bisa melakukan akvitias ini.

Hal yang paling termudah menghasilkan uang dari internet, Anda menjual produk apa yang Anda jual. Karena dengan begitu Anda tidak ada paksaan dalam melakukan akvitias menjual.

Menjual adalah skill yang paling penting harus dimiliki setiap mahasiswa (khususnya). Karena dengan memiliki skill menjual Anda akan lebih mudah menjual keahlian Anda. contoh, ketika Anda melamar kerja, tentu Anda akan melewati interview. Disitu Anda bisa menunjukkan bahwa Anda memiliki skill yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Dengan Anda memiliki skill menjual, akan tidak perlu takut dengan tidak bisa mencukupi diri sendiri. Karena bila Anda sudah bisa menjual. Anda akan berpikir bagaimana apa yang jual ada yang membeli bahkan berpikir bagaimana bisa laris manis.

Seperti yang dikutip dalam buku Kitab Anti Bangkrut. Mas Jaya Setiabudi menyampaikan. KEAHLIAN, KOMPETENSI, dan RELASI[3] sangatlah penting untuk menentukan kita di masa depan. Kalau saja Anda tidak memiliki keahlian (skill) menjual. Anda akan sulit untuk mendapatkan penghasilan untuk hidup.

Sekali lagi, ini tidak mudah untuk dilakukan. Maka dari itu mulailah saat ini juga untuk berjualan di internet. Saya tidak membahasnya di sini. Karena Saya sudah menuliskan di blog dwiandikapratama.com. Anda bisa belajar di sana.

Demikian apa yang Saya sampaikan, Anda bisa memetik manfaatnya.[]




[1] http://teknologi.metrotvnews.com/news-teknologi/gNQ6Qyab-remaja-jauh-lebih-suka-youtube-ketimbang-tv
[2] https://www.merdeka.com/peristiwa/tak-mau-antre-di-spbu-mahasiswi-fh-ugm-menghina-yogyakarta.html
[3] Setiabudi, Jaya. Kitab Anti Bangkrut. Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2013.

Adalah Seorang Pemuda yang memiliki keinginan tahu yang tinggi. Sehingga kegemarannya dalam mengutak ngatik, kini Ia salurkan ke Dunia Teknologi Informasi. Disamping itu, Ia juga suka akan dunia Pengembangan Diri dan Bisnis. dan Kini Ia menjadi Seorang Mahasiswa Ilmu Komunikasi di salah satu Universitas Swasta di kota Tangerang.

Previous
Next Post »