Apa bedanya Tidur Beta dengan Tidur Alpha?



Selamat pagi kawan, ah tak terasa sudah bulan maret saja :D. Oh yah bulan sekarang itu ada pameran buku Islam terbesar di Asia tempatnya di Istora Senanyan Jakarta lhoo. Jangan sampe ketinggalan deh. Rugi banget. Apa lagi yang rumahnya deket, pft. Banyak buku bagus dan terjangkau dibanding dengan toko buku biasa. :D ah sudahlah. Saya ingin berbagi tentang tidur. “WHAAAAT?” Yee biasa aja kali, haha. Langsung saja yuk baca.

Dua hari terkahir ini saya bangun tidur agak susah, entahlah saya pun belum tau penyebabnya. Padahal dua hari sebelumnya saya bangun sebelum shubuh walaupun tidur di atas jam 22:00. Hmm, saya merenung. Apa ini sebabnya?

Pagi ini saya menyempatkan untuk berolahraga, “lha masa hari jumat olahraga?”. Lha emang ada aturannya? Huuuu. Oke, kembali ke topik. Yakni bangun tidur yang kurang berkualitas. Mengapa saya katakan begini, jadi ketika dua hari sebelum saya bangunnya agak susah. Saya tidur agak larut malam sekitar jam 23:00 tapi bangun tetap segar. Nah, dua hari terakhir ini saya terbangun mendengar alarm tapi tidur lagi. Padahal saya sudah pakai cara bangun cepat.

Supaya lebih gampang, katakanlah dua saya bangun segar hari Selasa dan Rabu, dan saya bangun agak susah itu hari Kamis dan Jumat. Nah, ketika saya bongkar pola yang bangun segar dan agak susah. saya menemukan benang merahnya, yakni Tidur Beta dan Tidur Alpha. Lha apa lagi ini?

Saya jelaskan Beta dan Alpa dulu ya. Jadi Beta dan Alpha adalah 2 dari 4 kondisi otak. Jadi Beta itu kondisi otak yang penuh pikiran, kondisi yang seringkali membuat kita sulit merasa tenang. Nah, Alpha itu kondisi otak yang terfokus hanya satu hal, berbeda dengan beta. Beta bisa fokus 9 hal dalam satu waktu itu yang membuat kita stress. Alpha juga kondisi otak yang membuat kita rileks dan tenang.

Jadi yang maksud Tidur Beta dan Tidur Alpha adalah kondisi otak kita ketika menjelang tidur. Nah saya sadari dua hari (selasa dan rabu) itu saya tidur dengan kondisi Tidur Alpha. Jadi sebelum tidur itu ada persiapan atau perileksan tubuh dan pikiran dengan cara membaca buku. Jadi tidak terganggu oleh apapun (chatting, tv, dsb), jadi mau tidur juga harus tenang dulu. Hehe. Hasilnya kualitas bangun tidur saya lebih segar, saya langsung bangun untuk shalat malam.

Namun, Tidur Beta itu kondisi tidur tanpa ada persiapan, otak kita masih banyak pikiran. Otak kita belum rileks, tapi sudah tidur. Bisa dibilang ketiduran saat bbman :D. Atau ketiduran doang. Nah, otak tidak ada persiapan untuk menuju gelombang otak Alpha. Hasilnya bangun tidur agak susah dan masih ngantuk. :D

Jadi gelombang otak sebelum tidur itu mempengaruhi kualitas bangun tidur juga lhoo. Nah, makanya saya sarankan sebelum tidur. Rilekskan tubuh dan pikiran, agar tenang dan bangun tidur pun jadi berkualitas. :D

Kesimpulannya. Sebelum tidur turunkan gelombang otak dari Beta ke Alpha, dengan cara membaca buku atau Self-Hypnosis. Nah demikian penjelasan saya. Saya menulis ini berdasarkan apa yang saya baca dan yang saya alami. Semoga bisa lebih baik. []

Salam NLP

Dwi Andika Pratama
Director of NLP Inside Society, Young Trainer and Therapist.

0896 48 250 290 | 7DA009B2

Adalah Seorang Pemuda yang memiliki keinginan tahu yang tinggi. Sehingga kegemarannya dalam mengutak ngatik, kini Ia salurkan ke Dunia Teknologi Informasi. Disamping itu, Ia juga suka akan dunia Pengembangan Diri dan Bisnis. dan Kini Ia menjadi Seorang Mahasiswa Ilmu Komunikasi di salah satu Universitas Swasta di kota Tangerang.

Previous
Next Post »
0 Komentar