Generasi ini untuk siapa?



Ah, entahlah untuk siapa. Harus ada pertimbangan untuk menjawabnya. Walaupun sederhana menjawabnya, namun apa yang harus dilakukan tidak sesederhana itu. Bangsa ini selanjutkan siapa yang memimpin? Hmm, akankah mereka mengatakan kami sebagai Pemuda? Mungkin saja, karena umur kami lebih muda.

Namun ada hal yang perlu saya sampaikan di sini. Dalam konteks generasi berarti membawa seluruh Pemuda indonesia untuk menjadi lebih baik dan siap menghadapi masa depan.

Kemarin, minggu. Saya seperti biasa melakukan aktivitas pagi dengan olahraga. Setelah saya berkeliling saya memutuskan untuk beristirahat di tempat taman baca perumnas. Tak banyak memang, tapi ada saja yang mampir untuk menyempatkan diri membaca.

Ketika itu saya sedang duduk beristirahat mengobrol dengan kawan yang menjaga stand tersebut. Ada bapak bapak yang sedang baca buku sambil berdiri. Nah, yang menjadi polusi terhadap mata saya. Ada seorang anak remaja dan saya kenal dia. Memakirkan persis di depan bapak bapak tadi. Tanpa ada rasa bersalah, tanpa ada senyum, tanpa ada permisi, tanpa ada basa basi, dan dia memakirkannya begitu saja, lalu pergi.

Bukan itu saja, minggu lalunya. Saya berolahraga juga. Namun ada remaja yang berpapasan tak menyapa sama sekali. Ingat ini bukan sebuah curhatan, namun sebuah koreksian, renungan, dan perbaikan untuk Pemuda di sekitar kita. Termasuk saya. Saya punya peran tanggungjawab untuk ini, untuk penanaman karakter yang baik di wilayah saya.

Lalu saya bertanya kepada diri saya, “bersikap yang baik (Attitude untuk siapa?)”. Akhirnya saya mendapatkan jawaban yang sederhana, “Ya untuk diri sendiri, untuk kesuksesan dirinya sendiri”.

Mengapa? Contoh hal kecil saja. Misalnya menyapa ke yang lebih tua. Itu sudah bagian dari tata krama. Dan akan menimbulkan rasa kasih sayang, rasa akan dihormati, dan saling menghormati.

Bukankah pepatah mengatakan “Hormatilah oranglain, sebelum kau ingin dihormati”. Jika kita tarik ke lebih besar. Yakni konteks Hukum Alam. “Apa yang kau tabur, itulah yang kau tuai”. Sederhana kan? Tapi ini akan memberikan efek yang berkelanjutan. Bila generasi selanjutnya akan tergantikan oleh Pemuda sekarang. Lalu digantikan oleh di bawah kami. Jangan salahkan mereka bila Kamu ketika Tua tak dihargai bahkan dihormati.

Jadi untuk menciptakan perubahan yang maksimal terhadap negara ini, tentu saja dari masing masing indvidulah yang harus berperan lebih aktif. Perubahan dari yang terkecil saja, itu sudah memberikan efek yang luar biasa. Contoh kecilnya, menyapa yang lebih tua, mengatakan “terima kasih”, dan saling menghormati.

Tulisan ini hanya sebuah renungan untuk, mungkin bisa juga untuk kalian. Sungguh yang merugi adalah dirimu sendiri. Ketika tua nanti kau takkan memiliki tabungan positif. Jangan salahkan mereka yang tak menghormati dirimu.


Adalah Seorang Pemuda yang memiliki keinginan tahu yang tinggi. Sehingga kegemarannya dalam mengutak ngatik, kini Ia salurkan ke Dunia Teknologi Informasi. Disamping itu, Ia juga suka akan dunia Pengembangan Diri dan Bisnis. dan Kini Ia menjadi Seorang Mahasiswa Ilmu Komunikasi di salah satu Universitas Swasta di kota Tangerang.

Previous
Next Post »
0 Komentar