Memaknai kata “SALE” di dalam otak.



Alhamdulillah ini adalah hari terakhir di tahun 2014. Semoga apa yang kita harapan di tahun 2015. Tercapai semuanya, aamiin.

Mungkin diantara kalian ada yang mengisi waktunya untuk membaca, berjualan, berwisata, atau berbelanja. Nah soal berbelanja biasanya di akhir tahun ada salebesar besaran. Mungkin yang suka shopping. Ini tidak akan dilewatkan.

Membaca kata sale setiap orang pasti akan menghampirinya. Padahal kalau kalian kepengen tahu. Sale itu gunanya untuk mempercepat penjualan. Mereka (Penjual) sengaja memberikan sale agar penjualan di akhir tahun meningkat serta barang pun cepat habis dan diganti di tahun baru.

Diantara kita kadang tidak sadar dengan tulisan Sale up to 90%. Yang terlihat oleh kita adalah diskon 90%nya. Padahal ada bacaan UP TO artinya sampai dengan. Nah, setelah melihat barang barangnya. Kita akhirnya berpikir, “toh ini belum punya. Dan ini juga lagi diskon. Kenapa enggak dibeli aja?” pernah berpikir seperti itu?

Terkadang diskon itu cuma teknik marketing lho. Contoh, harga awal 100.000 nah pas akhir tahun dinaikan harganya menjadi 250.000 lalu diskon 50%. Jadinya mereka tetap untung walaupun diskonnya lumayan besar.

Jangan heran saya pun suka sekali shopping. Ya apa lagi kalau bukan shopping buku. Tepat setahun yang lalu saya berkunjung di salah satu mallyang terkenal di daerah BSD Serpong. Nah, kebetulan di mall itu ada toko buku baru buka. Dan banyak bangeeet buku murah alias SALE. Tanpa berpikir panjang saya memborong buku apa yang saya inginkan.

Ingat ya. Saya membeli bukan atas kebutuhan referensi, melainkan karena SALE. Jadi di dalam otak itu, kadang kita mencari alasan agar membeli sesuatu yang ada SALEnya. “udah beli aja, mumpung sale. Nanti buku itu enggak bisa kamu dapetin selain di sini. Siapa tahu di hari lain kamu membutuhkannya. Masalah dibaca atau gak belakanga. Yang penting beli”.

Nah kan? Pikiran itu yang melandasi saya untuk membeli buku. Kalau niat membelinya karena murah. Saya yakin buku itu tidak habis dibaca karena niat awalnya beda, termasuk saya. Walaupun semua buku bermanfaat. Tapi kalau niatnya karena sale. Ya, kurang masuk juga ke otak.

Mungkin kasus ini serupa kepada kalian yang ingin membeli baju, sepatu, sendal, dll. Karena menurut saya sebagai Praktisi NLP. Kata sale bisa jadi mengendalikan pikiran bawah sadar kita. Akibatnya kita menuruti kesenagan berbelanja. Nah lho. Hehe.

Dan yang paling fatal dari itu semua adalah kita menyesali dan memarahi diri kita sendiri karena membeli barang yang kita tidak butuhkan. Duh, uang abis, stress pula. Haha. Karena masih banyak kebutuhan lain yang perlu dipenuhi.

Cara mengendalikan perilaku ini.

Caranya sangat mudah yakni mengajukan pertanyaan.

“Apakah ini penting untukku?”
“Apakah ini yang ku inginkan saat ini?”
“Apakah aku sangat membutuhkannya?”
“Hal apa saja yang saya dapatkan jika membeli ini?”
“Apakah ini hanya memuaskan kesenangan semata?”
“Bukankah masih ada kebutuhan yang lain?”
“apakah ini menghantarkanku ke tujuanku?”


Nah silahkan dicoba ya, agar kalian tidak tertipu oleh permainan harga. Selamat berlibur.[]

Adalah Seorang Pemuda yang memiliki keinginan tahu yang tinggi. Sehingga kegemarannya dalam mengutak ngatik, kini Ia salurkan ke Dunia Teknologi Informasi. Disamping itu, Ia juga suka akan dunia Pengembangan Diri dan Bisnis. dan Kini Ia menjadi Seorang Mahasiswa Ilmu Komunikasi di salah satu Universitas Swasta di kota Tangerang.

Previous
Next Post »
0 Komentar