Ditolak UI, malah jadi gini! Haha


Ah sudah di penghujung tahun 2014. Tak terasa ya, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Sebentar lagi akan memasuki tahun 2015. Sudah siap? Pastinya dong, hehe.

Setahun yang lalu saya menulis SNMPTN? Enjoy aja. Saya menjabarkan kalau saya enjoy dengan SNMPTN. Saya yakin sekali dengan itu. Awalnya saya memilih Jurusan Ilmu Perpustakaan di Universitas Padjadjaran. Karena saking enjoynya saya tidak merasakan apa apa setelah memilih jurusan itu, yang ada hampa. *cie lagu five minutes kali*

Herannya saya kepada diri saya, kok tetap ngotot ya kepengen masuk Psikologi UI. Yup kawan, saya selalu berdoa “Ya Allah begini mana nih caranya biar bisa masuk Psikologi UI”. Saya terus berdoa seusai shalat fardu. Ah akhirnya petunjuk itu datang kawan. Tanpa sengaja saya membaca status di beranda facebook. Kalau penjurusan bisa dibatalkan sebelum tanggal pendaftaran berakhir.

Saya langsung menangis kawan, saking terharunya itu. Okelah saya langsung melepon kaka saya. Dia pun turut bahagia dengan informasi yang ceritakan.

Nah, meskipun kepengen bangeeeeetmasuk PsikologiUI, tapi saya tidak ngotot banget nih kawan. Persisnya begini ketika saya berdoa setelah milih PsikologiUI. “Ya Allah, diterima syukur, enggak juga enggak juga syukur. Dika mohon yang terbaik untuk ku”. Begitulah persisnya.

Singkat cerita, tanggal 27 Mei 2014. Sebenarnya agak sedikit terganggu nih. Karena saya dan kawan kawan Denurs Resources sedang mengadakan training di Man Parungpanjang. Ah setelah shalat dzuhur fokus mulai kemana mana, karena informasinya setelah dzuhur akan diumumkan.

Karena yang mengisi materi bagian Coach Denurs, yaudahlah saya meluangkan untuk membuka hasil pengumuman SNMPTN. Alhamdulillah saya tidak diterima di UI. Tidak ada rasa kecewa, tidak ada putus asa. Inget doa saya setelah saya milih PsikologiUI. “diterima syukur, enggak juga enggak juga syukur”. Jadi lebih pasrah. :)

Oke, saya juga sempet cari kampus swasta yang ada psikologinya. Namun saya masih kurang pas dengan itu, karena aksesnya yang menuju kampusnya menguras energi diperjalanan.

Sampai akhirnya saya memutuskan untuk menunda satu tahun kuliah. Dengan alasan saya fokus kepada Lembaga Denurs Resources, Coaching and Learning Center.

Oh yah, dibulan puasa. Kami berniat ingin menyelenggarakan seminar gratis di setiap sekolah. Namun niat baik, dibalas baik juga. Kami diundang untuk mengisi acara Masa Orientasi Peserta Didik. Alhamdulillah, dari situlah saya percaya bahwa di sinilah saya akan memulai perjalanan hidup saya sebagai Trainer Muda.

Di bulan agustus, di mana hari hari di dalamnya. Tak ada gairah. Ke sana kemari sebar surat kerja sama training tak ada yang satu pun merespon. Ah, pokoknya bulan agustus itu cukup menguras tenaga fisik dan mental.

Oke, akhirnya memasuki bulan september. Saya mulai ada perubahan perasaan. Saya di bulan september mulai gencar mengikuti kuis. Alhamdulillah satu minggu itu dapat 4 buku. Namun sampai bulan oktober, saya belum beruntung terus. Ehehe.

Bosan ikutan kuis, karena tidak dapat apa apa lagi. hanya dibulan oktober dapat pulsa 100.000 dari telkomsel. Cuma saya berikan kepada Bapa saya. Nah karena saya sadar saya memiliki Psikosomatik, penyakit fisik yang disebabkan oleh psikis. Kepengen banget gitu konsultasi ke dokter spesialis jiwa di daerah BSD. Namun saya belum punya banyak biaya. Untuk melakukan itu. Akhirnya saya terblok dengan biaya “MAHAL” padahal memang sedang tidak pegang uang, hehe.

Sampai disitu, saya ingat buku NLP yang aplikatif. Yakni Get The Life You Want karya Richard Bandler, Pencipta NLP. Sebetulnya buku ini sudah saya lihat, ketika bulan puasa bersama CoachDenurs. Nah, karena saya anggap buku itu pemahaman tingkat tinggi, saya tidak tertarik membacanya.

Nah tepatnya tanggal 13 oktober, saya memaksa diri saya untuk membeli itu. Saya baca berlahan, mengikuti instruksi dari Richard Bandler. Karena saya ingin sekali pulih, kurang dari sebulan saya terbebas dari Psikosomatik.

Nah dari situlah terbentuk NLP Inside, saya mendapatkan kesadaran. Bahwa perubahan berasal dari dalam diri. Nah sekarang setelah NLP Inside terbentuk. Alhamdulillah, sudah mulai keliatan penghasilnnya. J

Huh, panjang sekali perjalanan selama 6 bulan terakhir ini. Sungguh ALLAH sayang banget saya kita, buktinya saya saja meskipun ditolak oleh harapan saya. Tapi Allah ganti dengan yang lebih baik.

Meskipun saya belum kuliah Psikologi, saya punya teman teman psikologi dari berbagai universitas. Dari PsikologiUIN, PsikologiUI, PsikologiUP, PsikologiUHAMKA, PsikologiUNJ, PsikologiUG. Itu pun hanya Psikologi, diluar itu saya ada kenalan berbagai universitas. 

Kalau saya diterima di PsikologiUI, tak ada teman baru, tak ada komunitas, dan tak bisa berbagi canda dan tawa. Haha.

Semoga terinspirasi. []

Adalah Seorang Pemuda yang memiliki keinginan tahu yang tinggi. Sehingga kegemarannya dalam mengutak ngatik, kini Ia salurkan ke Dunia Teknologi Informasi. Disamping itu, Ia juga suka akan dunia Pengembangan Diri dan Bisnis. dan Kini Ia menjadi Seorang Mahasiswa Ilmu Komunikasi di salah satu Universitas Swasta di kota Tangerang.

Previous
Next Post »
0 Komentar