#CeritaKurban – Berkurban = Membangun Kebersamaan.


Cerita ini, dua tahun yang lalu ketika aku masih kelas XI. Hmm, masih imut imutnya. Haha. Dari tahun ke tahun di sekolah kami biasa mengadakan penyembelihan hewan kurban. Karena banyak muridnya, sekolah meminta kita iuran untuk membeli hewan kurban.

“Enggak apapa kecil juga iurannya, yang penting BELAJAR berkurban” begitulah kata bapak Syarif sekalu kesiswaan. Walaupun aku bukan KM (Ketua Murid) tetapi aku dipercaya untuk memimpin temen temen aku (pada acara kurban).

3 jam lamanya, aku menunggu hewan kurban yang dibagikan ke setiap kelas. Akhirnya datang juga, haha. Teman temanku sudah enggak sabar kepengen banget untuk sate menyate. AHA. Kami langsung bergegas ke salah satu rumah teman kami. Di sinilah serunya kebersamaan.

Sesampaiannya di rumah temanku, kami langsung membagi tugas. Ada yang memotong daging untuk ditusuk, ada yang menusuk daging jadi sate, ada mencari daun pisang untuk makan, ada yang menggoreng tempe dan tahu, ada yang memasak nasi liwet, ada yang buat sambel, ada yang bakar sate (termasuk saya :D), ada yang cuma bantu makan doang, ada yang nyuci piring dan ada juga yang mecahin mangkok :D. Haha.


Tak terasa dua tahun berlalu, kenangan tetap menjadi masa lalu. Hmm, jadi kangen. Itulah cerita ku pada saat hari raya idhul adha atau hari raya kurban. Indahnya kebersamaan untuk saling berbagi.[]

Adalah Seorang Pemuda yang memiliki keinginan tahu yang tinggi. Sehingga kegemarannya dalam mengutak ngatik, kini Ia salurkan ke Dunia Teknologi Informasi. Disamping itu, Ia juga suka akan dunia Pengembangan Diri dan Bisnis. dan Kini Ia menjadi Seorang Mahasiswa Ilmu Komunikasi di salah satu Universitas Swasta di kota Tangerang.

Previous
Next Post »
0 Komentar