Masa lalu, pentingkah?


Selamat pagi teman, sudah siap untuk menjalanin aktivitas pagi ini? Oh tentunya ya! Tetap lakukan yang terbaik dan terdahsyat, hehe.

Hmm, masa lalu. Siapa yang tak kenal dengannya, dia ini sangat akrab dengan para remaja zaman sekarang. Bahkan mungkin setiap hari menemaninya, hehe. Saya berkata seperti ini, ya karena sering sekali melihat status remaja yang galau karena masa lalunya.

Ada hal yang di dalam kontrol kita, ada hal yang di luar kontrol kita. Yang dalam kontrol kita yaitu emosi. Kita bisa sekali untuk mengontrolnya. ketika marah coba pindah dari tempat semula, ke kamar mandi dan gosok gigi atau bila keadaan berdiri ya duduk, kalau duduk ya berbaring. Masih belum mempan. Ya mandi sambil loncat loncat, haha(Baca: Ubah gerak). Nah yang di luar kontrol kita yaitu MASA LALU, ketinggalan kereta itu masa lalu bukan? Ya itu masa lalu. Setiap yang berlalu itu namanya MASA LALU. Mau bagaimana pun kita tidak bisa merubah masa lalu.

Masa lalu itu lebih baik dikenang, daripada disesali. Ketika Anda merasa jengkel terhadap pasangan atau sahabat Anda yang melalukan hal yang tidak Anda sukai. Ya bisa jadi Anda akan teringat terus. Bahkan sampai jengkel sekali. Padahal itu masa lalu, dan yang ngobrol di dialog itu cuma ada di pikiran Anda. Iya? Wong Anda lagi sendirian tiba tiba jengkel.

Masa lalu punya asosiasi yang kuat terhadap mantan(khususnya remaja). Sampai ada yang ingin melupakan masa lalu. Wah wah. Mereka tidak sadar bahwa hidupnya saat pun hasil masa lalu meraka. Lalu, pertanyaannya. Masa lalu pentingkah? Ya sangat penting malah. Ketika Anda disakiti atau dikhianati tentu ini menjadi pelajaran untuk Anda ke depannya agar memilih pasangan harus lebih berhati – hati.

Masa lalu itu yang terpenting kita bisa mengambil pelajaran yang ada di dalamnya. Itulah mengapa masa lalu itu menjadi penting. Karena agar kita tidak mengulangi kesahalan yang kedua kalinya. Setuju?

Terkadang masa lalu itu menyesak dada alias bahasa zaman sekarang “sakitnya tuh di sini(nunjuk hati)”. Hmm sebenarnya kita terusik bukan terhadap masa lalunya, tetapi emosi yang masih terikat di dalamnya. Betul? Coba deh masa lalu Anda ketika jatuh dari motor, apakah Anda sampai sekarang masih kesal? Tidak tentunya. Justru Anda berterimakasih kepada masa lalu Anda yang pernah jatuh dari motor, karena akhirnya Anda lihai dalam mengendarai motor.

Semakin ingin melupakan masa lalu, semakin kuat tertanam di otak kita. Jadi ketika masa lalu itu mampir ya biarkan saja toh itu memang wajar kok. Tidak perlu dibantah. Jadi mulai sekarang kalau ada pikiran yang lewat tentang masa lalu. Dibiarkan saja yah! :D

Ada pun cara untuk menjadikan masa lalu itu teman yang DAHSYAT, izinkan saya untuk berbagi yang diajarkan oleh Guru saya Tung Desem Waringin. Yang pertama, bertanya kepada diri sendiri dengan pertanyaan “apa hal yang bisa saya syukuri dari kejadian ini(masa lalu)?” Anda renungkan dan rasakan betapa beruntungnya Anda.

Yang kedua, tanyakan kembali “Apa pelajaran yang bisa saya ambil dari kejadian ini?” nah bila sudah Anda syukuri, saatnya Anda ambil pelajaran yang akan membuat Anda lebih baik.

Yang ketiga, tanyakan kembali “Apa caranya agar saya bisa jauh lebih baik?” untuk menjawab, gabungkan dua jawaban sebelumnya. Anda sudah syukuri dan mengambil hikmahnya. Anda saatnya melakukan hal untuk menjadi lebih baik.

Sekian terimakasih, selamat menjalani aktivitas J.[]

#####


Hal yang tidak baik adalah Anda merasa terganggu dengan masa lalu Anda, padahal itu bagian dari hidup Anda. Hmm, semua itu bisa jika punya keinginan untuk dipulihkan. Kami punya trainer berlinsesi internasional siap membantu Anda bila mempunya kesulitan dalam menghadapi masalah. Hub. 089648250290 | 7DA009B2, dibuat janji untuk ketemuan terlebih dahulu. Oke.

Adalah Seorang Pemuda yang memiliki keinginan tahu yang tinggi. Sehingga kegemarannya dalam mengutak ngatik, kini Ia salurkan ke Dunia Teknologi Informasi. Disamping itu, Ia juga suka akan dunia Pengembangan Diri dan Bisnis. dan Kini Ia menjadi Seorang Mahasiswa Ilmu Komunikasi di salah satu Universitas Swasta di kota Tangerang.

Previous
Next Post »
0 Komentar