Teruslah Menulis! Nikmati betapa indahnya berbagi lewat menulis.


Selamat malam guys. Lagi pada ngapain nih? Hehe. Dikesempatan ini gue mau sharetentang kenapa gue demen banget yang namanya nulis. Padahal gue berpandangan “ah malesnya bikin wacana” tapi sekarang gue, hal sekecil apapun gue tuangkan dalam tulisan.

Dulu gue sebelum seperti sekarang yang udah kayak anak gaul tapi dipaksain, haha. Gue itu enggak suka yang namanya MEMBACA apa lagi nulis. Sedangkan menulis itu bahan bakunya membaca buku. Kalau enggak banyak baca buku, ya berabe dah. Dari awal enggak suka MEMBACA dan MENULIS. Malah sekarang dua aktivitas itu PELENGKAP hidup gue sehari – hari.

Sempet mentok ketika gue lagi nulis artikel yang berhubungan dengan pengembangan diri. Lalu gue coba konsultasiin sama temen yang jago nulis. Apa yang dia katakan? Ya dia bilang gini “wajar kok, kamu Cuma harus banyakin referensinya!” akhirnya gue makin gencar banyakin baca buku pengembangan diri. Eits mungkin kalian bertanya – tanya. “gimana caranya membangkitkan gairah membaca?” haha. Tenang gue bakal ceritain juga kok.

Awalnya gue benci banget sama namanya MEMBACA, boro boro gue BACA. Pegang aja gue enggak mau. Nah gue masih inget banget Pembina upcara menyampaikan pidatonya dengan penuh inspirasi. Akhirnya timbulnya KESADARAN untuk mencari ilmu yang disampai si Pembina tadi. “gue kepengen tau soal otak. Tapi gue baca buku apa ya?” dengan polosnya gue bertanya ke diri sendiri. Nah ini mungkin awal gue berminat untuk MEMBACA J.

Awal membaca sih berat banget. Rasa ngantuk, pusing, dan lapar itu sering banget gue alami. Tapi karena efek membaca satu buku, kepengen baca buku yang lain. Akhirnya gue terus melanjutkan membaca. Sampai akhirnya sekarang kalau gue enggak baca buku sehari aja. Kayak ada yang kurang. Seperti sarapan, kalau enggak dilakuin. Pasti ada yang kurang.

Kembali lagi soal menulis. Sekaran gue udah suka baca. Walaupun sedikit males juga. Haha. 6 bulan kemudian gue. Memutuskan untuk menulis. Wah acak adut banget. Awal gue menulis yaitu dengan judul “Hadiah untuk ibu” beuh itu gue bikin sampe nangis segala.

Gue akhirnya jadi sering nulis walaupun dipenuhin cerita, biar sampe satu halaman. Haha. Akhirnya gue terus menulis, tapi ganti gaya penulisan. Yang sedikit baku dan kaku. Ini yang kadang membuat gue mentok. Selama tiga bulan gue enggak nulis. Dengan catatan gue, belom dapet inspirasi. Gue masih tetep bertahan dengan gaya penulisan seperti itu. Sampe akhirnya gue mendapatkan AHA! Momen. Di mana gue, kepengen banget disentuh sama anak gaul. Tapi dengan isi yang berbobot. Dunia psikolog tentunya. Karena gue tau, anak gaul males banget baca yang baku dan kaku. Padahal butuh pencerahan buat enggak galau lagi. Maka itulah gue meluncurkan ide yakni “Bukan Sekedar Gaul”. Tadinya gue mau sharedi facebook Cuma sekedar qoute. Tapi ketika gue ketik naskahnya. Ternyata lumayan banyak. Yaudah gue ganti juga nama blognya.

Setelah gue membeli video metode 2JT. Gue akhirnya tau. Untuk menjadi penulis. Ya salah satu jalannya adalah SERING MENULIS. Dengan catatan jangan banyak mikir, jangan mengkritik dulu, dan tulislah yang banyak.

Ada pun manfaat menulis. Bikin kita feel good. Istilah zaman sekarang Moodbooster. Haha. Terus otak kita semakin terangsang sel selnya. Jadi buat kita jadi lebih kreatif. Dan masih banyak lagi.


Kalau mau konsultasi silahkan ke tab bawah aja oke.[]

Adalah Seorang Pemuda yang memiliki keinginan tahu yang tinggi. Sehingga kegemarannya dalam mengutak ngatik, kini Ia salurkan ke Dunia Teknologi Informasi. Disamping itu, Ia juga suka akan dunia Pengembangan Diri dan Bisnis. dan Kini Ia menjadi Seorang Mahasiswa Ilmu Komunikasi di salah satu Universitas Swasta di kota Tangerang.

Previous
Next Post »
0 Komentar