Punya masalah? Selesaikan saat ini juga!


Selamat pagi guys. Udah pada bangun belum? Heum, betapa sejuknya menghirup udara di pagi hari apa lagi kita nikmati sambil berolah raga. Oh iya! Gue baru inget hari ini kan, hari minggu. So berolahraga dong. Biar sehat tubuhnya dan pikirannya. Lho kok pikiran juga? Iya dong. Kan darah mengalir lebih banyak ke otak, jadi otak bisa berpikir lebih jernih.

Hidup ini enggak pernah terlepas dari masalah. Dan besar kecilnya suatu masalah bukanlah dari masalah itu lho, tapi melainkan kita yang menganggap masalah itu besar. Oke sebagai contohnya. Coba deh lo lakukan eksperimen ini. Pegang gelas yang berisi air selama satu menit. Mungkin lo akan biasa biasa aja. Tapi kalau satu hari, apakah akan tetep seperti itu? Gue yakin enggak. Lo bakal dibawa ke rumah sakit.

Nah begitulah masalah, sebenarnya masalah juga enggak ada yang sulit. Melainkan pikiran yang terbatas. Maka dari itu kita kan dianjurkan untuk berdoa memohon petunjuk-Nya. Ada yang enggak setuju sampe sini? Heum kayaknya setuju semua nih. Oke dilanjut.

Mungkin diantara kita juga ada yang sedang mengalami masalah yang besar(baginya). Tapi bagi gue itu kecil. Lho kok bisa? Contohnya begini. Anto enggak sengaja merusak laptop Farid. Sampe enggak bisa enggak masuk dekstop. Dan harus diinstall ulang. Kebetulan anto ini orang miskin. Untuk makan aja susah, apa lagi nginstall laptop. Nah menurut anto sih masalah ini berat banget. Udah enggak bisa nginstall, enggak punya uang pula. Haha, kasian. Tapi apa menurut gue. Bagi gue ini masalah gampang. Wong gue bisa nginstall kok. Haha. Udah dapet gambarannya? :D

Ini cerita gue yang terjadi karena salah paham. Tadi malem gue. Minta tolong nyokap buat telepon bokap buat beli bubur. Karena gue langsung bergegas ke musolah. Sampe gue balik lagi ke rumah. Nyokap nanyain! “dik, emang bubur apaan?”,”oh yah. Bubur nasi mah”. Yaudah gue langsung nelpon bokap buat beli bubur nasi. Pas gue lagi ngobrol sama bokap, tiba tiba nyokap marah marah ke gue. Karena sendal barunya gue pake, jelaslah dia marah. Wong sendalnya kecil. Pantas aja dia marah. Gue juga marah, karena gue lagi nelpon merasa terganggu. Setelah nelpon selesai dan nyokap juga selesai. Kita saling minta maaf. Wah perasaanya langsung lega.

Nah beginilah. Kalau punya masalah. Mendingan langsung minta maaf. Walaupun yang belum terbiasa. Agak sedikit canggung, tapi kalau dibiasain. Malah ada yang kurang kalau enggak dilakuin. Haha. Gue juga pernah ada konflik dengan hubungan gue. Saat itu juga gue selesaikan. Dan beres. Kita akhirnya bercanda lagi. Untuk masalah di hubungan, mungkin alangkah baiknya diantara kalian enggak merasa paling benar dan saling menyalahkan. Kalau udah enggak ada ini. Gue yakin lo sama kekasih lo. Bakal adem ayem aja. Haha

Kalau enggak diselesaiin hari itu juga, gimana? Heum menurut gue. Menyimpan dendam itu enggak baik. Energi lo bakal abis karena lo mikirin kekurangan oranglain terus. Kalau enggak percaya, lo tatap aja orang yang lo benci. Bayangin apa yang dia pernah lakuin terhadap lo. Pastinya lo bakal membuka memori jelek tentang dia. Akhirnya lo jadi gampang emosi, heummm :/. Kalau udah gini, gue yakin. Temen sekeliling lo juga bakal ngejauh. Atau lo yang lagi punya masalah jadinya loyo dan enggak semangat. Itu sih enggak jadi masalah toh itu pilihan lo. Tapi lo bakal terima akibatnya. Apa? lo bakal dijauhin temen lo. Karena yang galau karena masalah. Itu cenderung enggak dillihat dan dibercandain. Nah lho? Haha. Sebaiknya kalau punya masalah lo curhatin atau lo selesaikan saat itu juga.


Oke, mungkin ini sedikit pengalaman gue. Semoga wawasan lo menjadi luas dan berpikir terbuka. Sehingga lo bisa jadi cerdas menghadapi masalah. Aamiin. Thanks buat lo yang selalu baca blog harian gue. Hehe. []

Adalah Seorang Pemuda yang memiliki keinginan tahu yang tinggi. Sehingga kegemarannya dalam mengutak ngatik, kini Ia salurkan ke Dunia Teknologi Informasi. Disamping itu, Ia juga suka akan dunia Pengembangan Diri dan Bisnis. dan Kini Ia menjadi Seorang Mahasiswa Ilmu Komunikasi di salah satu Universitas Swasta di kota Tangerang.

Previous
Next Post »
0 Komentar