Kelemahan menjadi Kekuatan!


Selamat malam kawan. Akhirnya gue baru bisa nulis lagi. Maklom tadi sibuk. Haha. yang seharusnya gue posting tadi pagi. Karena gue tadi harus beres beres, makanya telat. Ih kok malah curhat. Yaudah langsung aja.

Lo heran sama judul post ini? Haha, woles aja. Lo enggak perlo bingung. Karena bentar lagi lo bakal merenung betapa hebatnya diri lo. sedikit enggak masuk akal emang. Yang namanya kelemahan ya, indentik dengan kekurangan, loyo, dan banyak negatifnya. Kalau kekuatan indentik dengan kelebihan, semangat, dan banyak positifnya. Tapi itulah kehidupan yang diciptakan Tuhan yang selalo berpasang pasangan. Gue akan sedikit berbagi, gimana caranya kelemahan jadi kekuatan!

Lo pernah denger tentang kepribadian Sanguinis, Koleris, Melankolis, dan Plegmatis? Semua manusia di dunia ini pasti salah satunya ada diantara kepribadian itu. Termasuk gue. Gue yang berkepribadian Sanguinis. Yang bisa dibilang hyper aktif. Enggak bisa diem. Sebelom gue memutuskan buat belajar ilmu psikologi. Gue galau, kenapa gue gini? Kadang nyebelin? Kadang ngangenin? Haha. siapa kali yang kangen? Haha.

Gue heran kenapa gue enggak bisa diem? Selalo antusias kalau lagi ngobrol sama siapaun. Terkadang temen gue sendiri bingung “biasa aja napa dik?” saking gue antusiasnya. Haha. gue bakal sebutin kekurangan atau kelemahan kepribadian sanguinis. Dan ini bukan pada diri gue doang terjadi. Pastinya pada manusia manusia lainnya. Haha

Kelemahan gue adalah enggak bisa berhenti ngomong. Gue selalo mengajak ngomong temen gue, nyokap gue, sampe orang baru juga gue ajak ngobrol. Kalau bisa dibilang gue ini bawel. Ini yang sering kali gue dibilang muka tembok. Halah. Tentunya gue enggak asal ngomong, gue ngobrolin sesuatau yang bermanfaat. Karena gue kepengen oranglain pun bisa merasakan apa yang gue rasakan.

Gue paling enggak suka kalau bete. Pastinya gue cari cara biar enggak bete. Ya itu salah satunya. Gue ngobrol sama temen gue. Gue baru sadar. Motivator itu selalo semangat, selalo antusias. Berjiwa sosial yang tinggi. Dan itu gue punya. Bukan bermaksud riya. Ini umum ya! Akhirnya gue juga memutuskan untuk menjadi seorang TRAINER yang bisa menyampaikan materi tentang pengembangan diri dan bisa mempengaruhi banyak orang. Pokoknya gue kepengen terkenal.

Enggak disitu doang, gue baru sadar. Kepribadian sanguinis itu terkadang sedikit pelopa. Haha. Kadang lopa kalau gue mengutip kutipan oranglain. Pastinya kalau gue sampein oranglain, suka beda. Merasa bersalah juga gue! kenapa gue harus pelopa gitu ya? Tetapi dibalik itu semua ada rahasia. Ya betul banget. Gue menjadi kreatif. Gue punya banyak perbendaharaan kosakata. Haha.

Mungkin lo yang berkepribadian koleris atau plegmatis. Atau lo yang suka menyendiri, suka kesunyian. Lo bisa jadi Filosofer. Lah kalau gue, bentar bentar ketawa. Walau pun gue mampu, karena mau ya(baca: kemauan). Tapi gue lebih suka jadi diri gue sendiri. Ya bisa memotivasi diri sendiri dan oranglain. Gue paling enggak betah, liat status galau. Terus gue tau tuh solosinya. Gue langsung komen aja. Haha.

Mungkin lo bisa berkomentar “lo sih enak dik. Udah tau. Lah kalau gue” haha. kubur aja tuh komentar. Tuh komentar yang kadang muncul di benak kita. Kita? Ya. Bukan lo doang pernah kayak gitu, gue juga. Makanya gue sengaja buat lo sadar. Kalau lo berpikir kayak gitu, lo menutup ‘cangkir’ lo buat bisa dapet ‘air’ dari teko.


Oke, gue sarankan lo banyakin baca buku dan banyakin nanya sama temen deket lo. kalau lo dapet kementar enggak enak. Kan lo yang minta dikomentarin, lo harus kuat. Haha. lo bisa baca buku gue nanti terbit tahun 2015. Haha. lo bisa baca semau lo, dan sesuka hati lo. sekian terimakasih[]

Adalah Seorang Pemuda yang memiliki keinginan tahu yang tinggi. Sehingga kegemarannya dalam mengutak ngatik, kini Ia salurkan ke Dunia Teknologi Informasi. Disamping itu, Ia juga suka akan dunia Pengembangan Diri dan Bisnis. dan Kini Ia menjadi Seorang Mahasiswa Ilmu Komunikasi di salah satu Universitas Swasta di kota Tangerang.

Previous
Next Post »
0 Komentar