Pintar itu Relatif!


Sering kita dinilai oleh oranglain dari nilai akademik di sekolah. Padahal nilai yang mereka lihat, hanya seperkian persen mewakili kecerdasan kita. Acapkali yang bernilai kecil dibilang bodoh, sebenarnya bukan bodoh. Hanya saja mereka tidak tau bagaimana cara belajar dengan baik. Bila seandainya sendok dipakai untuk memotong kue, apakah efektif? Tentu saja tidak. Begitu juga dengan mereka yang(maaf)memiliki nilai yang kecil.

Semua otak manusia sama, yang membedakan hanyalah kepribadian mereka. Meskipun mereka ada yang sama sama pintar tetapi dari segi hobi mereka akan berbeda. Apakah nilai kecil itu bodoh? Saya katakan sekali lagi, PINTAR itu relatif. Jauhi orang – orang yang melabeli Anda “Bodoh”. Karena mereka belum tau cara menilai kecerdasan seseorang. Perlu kalian ingat, telinga dan mata adalah pintu gerbangnya informasi. Mata ditutup informasi pun akan terhambat. Tapi bila telinga ditutup, mau pake apapun pasti akan terdengar. Maka dari itu hindari orang yang memberi label Anda “Bodoh”.

Menurut penelitian para ahli, kecerdasan terbagi menjadi 8, kecerdasan logika, kecerdasan bahasa, kecerdasan fisik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan musikal, kecerdasan visual(gambar) dan kecerdasan alam. Bila saya mengamati dari delapan kecerdasan, kita memiliki semuanya. Hanya saja kita lebih cenderung ke salah satunya. Tetapi menurut Prof. Howard Gardner dari Universitas Harvard mengatakan, dari 8 kecerdasan itu hanya 1 atau 2 yang lebih dominan. Adapun seseorang yang terlahir sudah memiliki IQ yang tinggi akan memiliki kecerdasan logika dan bahasa yang baik.

Tak perlu sedih, ketika nilai kita buruk atau belum sampai target. Mungkin saja kita belum maksimal dalam belajar atau caranya yang belum tepat. Lihat saja orang yang membuka tutup fanta dengan gigi, dengan pembuka limun. Pastinya akan lebih mudah menggunakan alat, bukan?. begitu juga belajar, belajar pun perlu strategi. Berbicara soal strategi, saya tidak pandai dalam mengatur strategi. Tetapi saya punya rekomendasi untuk Anda, buku I Am Gifted, So Are You? Karya Adam Khoo.


Orang – orang besar pun sadar akan kekurangannya. Apa mungkin seorang ilmuwan, Albert Einstein bisa menggocek bola? Maka dari itu mereka sadar, hanya berfokus kepada kekuatan. []

Adalah Seorang Pemuda yang memiliki keinginan tahu yang tinggi. Sehingga kegemarannya dalam mengutak ngatik, kini Ia salurkan ke Dunia Teknologi Informasi. Disamping itu, Ia juga suka akan dunia Pengembangan Diri dan Bisnis. dan Kini Ia menjadi Seorang Mahasiswa Ilmu Komunikasi di salah satu Universitas Swasta di kota Tangerang.

Previous
Next Post »
0 Komentar