Menentukan pilihan!


Terkadang kita suka menyesal kalau salah memilih, tapi apa boleh buat memang harus terjadi kalau pun kita sesalkan tidak akan merubah keadaan bukan? Yang bisa kita lakukan hanya melakukannya dengan rasa dongkol. Betul? Berbicara soal pilihan tidak ada yang namanya salah atau benar, tapi yang ada adalah tepat atau tidak tepat. Bingung? Oke contohnya begini. Kamu punya uang tapi uang itu malah dibelanjakan ke barang yang belum saatnya digunakan. Coba kalau uangnya dibelanjakan yang benar pasti bermanfaat.

Untuk memutuskan pilihan terkadang kita dikelilingi rasa takut dan ragu. Bagaimana hasilnya kalau saya memilih ini? Bagaimana nanti kalau saya salah dalam memilih? Nah maka dari itu kita sebaiknya meminta pendapat pilihan kamu kepada orang terdekat kamu untuk menentukan pilihan. Entah itu orang tua atau kakak atau adik yang bisa kamu ajak diskusi.

Saat ragu memilih pilihan yang tepat sebenarnya kamu sudah menyinyiakan waktu yang seharusnya kamu pakai untuk yang lain. Banyak pertimbingan atau analisis terhadap pilihan membuat kamu tidak memilih sama sekali. Benar atau tidak pilihan kamu, tetap saja ada risikonya. Ingat segala sesuatu yang ada didunia ini pasti berpasangan. Ibaratnya seperti sebuah koin, bagian kiri dan kanan tidak bisa dipisahkan. Begitu juga saat memilih pilihan pastinya ada yang baiknya dan buruknya. Terkadang kita lebih fokus terhadap penderitaan. Padahal kita kalau jeli pastinya ada sesuatu kebaikan di dalamnya.

Untuk kamu yang sekarang bingung menentukan pilihan. Cobalah minta bantuan kepada Tuhan khususnya agama islam melaksanakan shalat istikharah agar diberi petunjuk. Bila kamu sekarang bingung menetukan sekolah di mana? Serahkan saja kepada orangtuamu walaupun kamu punya keinginan untuk masuk sekolah favorit. dijamin deh orang yang niatnya untuk berbakti kepada orang tua, Tuhan pun akan berikan kebaikan kepada kamu. Kalau kamu yang dipaksa mengikuti pilihan orang tua, saran saya ikuti saja. Orang tua lebih tau apa yang dibutuhkan anaknya, sekiranya kamu merasa tersiksa dengan pilihan orang tuamua, itu bukan salah orangtuamu. Itu salah kamu, kenapa kamu tidak bersyukur! Bukankah masih banyak orang yang diluar sana yang ingin sekali sekolah. So, apapun pilihannya pasti ada risikonya!.[]

Adalah Seorang Pemuda yang memiliki keinginan tahu yang tinggi. Sehingga kegemarannya dalam mengutak ngatik, kini Ia salurkan ke Dunia Teknologi Informasi. Disamping itu, Ia juga suka akan dunia Pengembangan Diri dan Bisnis. dan Kini Ia menjadi Seorang Mahasiswa Ilmu Komunikasi di salah satu Universitas Swasta di kota Tangerang.

Previous
Next Post »
0 Komentar